backgroud
logo

Ekspresi

 

Gelar Konser Perpisahan, Boyzone: Indonesia Selalu Penting Buat Kami

Gelar Konser Perpisahan, Boyzone: Indonesia Selalu Penting Buat Kami

 
Gelar Konser Perpisahan, Boyzone: Indonesia Selalu Penting Buat Kami
Keith Duffy, Shane Lynch, Ronan Keating, dan Mikey Graham di album Boyzone, Dublin to Detroit (2014). (Warner Music)
WJtoday
Minggu, 24 Maret 2019 | 19:35 WIB
WJtoday, Jakarta - Dalam rangka menutup perjalanan kariernya, Boyzone kembali mampir ke Indonesia dan menggelar tur bertajuk 'Thank You & Goodnight'. Konser tersebut diselenggarakan pada Minggu (24/3/2019) malam di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Selatan.

Ada alasan tersendiri mengapa band beranggotakan Shane Lynch, Keith Duffy, Ronan Keating dan Mikey Graham itu bersedia datang lagi ke Indonesia. Salah satunya, Indonesia adalah negara yang penting bagi karier bermusik mereka.

Ronan mengungkapkan bahwa sejak pertama kali datang ke Indonesia pada 1995, dia dan personel lainnya memiliki hubungan spesial dengan para penggemar di Tanah Air. Maka menurutnya, kurang pas bila tidak mengucapkan selamat tinggal dengan pantas pada penggemar di sini.

"Indonesia selalu menjadi negara yang penting. Boyzone memiliki hubungan yang fantastis dengan orang-orang di Indonesia. Selalu ada cinta yang banyak untuk Boyzone, generasi 90-an di Indonesia sangat spesial," ungkap Ronan Keating saat sesi wawancara di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/3/2019).

"Ini seperti ketika kami tiba di bandara, kami ingat namanya, dengan wajah-wajah yang familiar, dan sambutan yang sangat terbuka. Beberapa memiliki kenangan yang pantas dikenang. Jadi kami ingin kembali ke sini dalam tur perpisahan kami dan mengucapkan selamat tinggal secara pantas," sambungnya.

(ki-ka) Personel Boyzone Shane Lynch, Keith Duffy, Ronan Keating, dan Mikey Graham di Hotel DoubleTree by Hilton, kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (23/3/2019). (Kompas.com/Andika Aditia)

Akhir Perjalanan Musik Boyzone Setelah 25 Tahun

Sementara itu, para personel Boyzone juga mengungkapkan kisah mereka selama bersama-sama berada dalam satu boyband. Menurut Mikey, hubungan mereka sangat erat layaknya keluarga. Namun seperti kebanyakan band, mereka juga mengaku sempat mengalami pasang surut dalam menjalin pertemanan.

"Itu adalah hubungan yang normal dari band, bila kamu pernah menonton 'Bohemian Rhapsody', kamu akan tahu bagaimana dinamisnya berada dalam satu band. Kami membutuhkan satu sama lain," jelas Mikey Graham.

Personel lainnya, Keith Duffy mengungkapkan bahwa kini mereka sudah terlalu tua sehingga julukan boyband sudah tak lagi relevan bagi mereka.

"Kami sudah terlalu tua. Kami mendirikan boyband ini ketika usia belasan tahun dan kami bukan anak belasan tahun lagi," tutur Keith Duffy.

Setelah 25 tahun berkarya di industri musik, para personel Boyzone memilih untuk mengakhiri karier mereka bersama. Mereka pun menutup perjalanan musik Boyzone lewat album dan tur bertajuk 'Thank You and Good Night'.

"Aku rasa musik adalah hal yang kami cinta untuk kerjakan selamanya, untuk sekarang kami telah mempunyai 25 tahun bersama Boyzone, kami melewati waktu demi waktu bersama, dan sekarang adalah waktunya menarik nafas, tarikan nafas yang dalam dan panjang," ujar Shane Lynch.

Boyzone terbentuk pada 1993. Mereka memiliki lima personel yang terdiri dari Keith Duffy, Stephen Gately, Michael 'Mikey' Graham, Ronan Keating, dan Shane Lynch.

Sempat hiatus pada tahun 2000, Boyzone kembali lagi ke belantika musik di 2007. Sayangnya, di tahun 2009 mereka harus kehilangan salah satu personel, yaitu Stephen Gately yang meninggal dunia pada 10 Oktober 2009.***

WJT / yan

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya