backgroud
logo

Buletin

 

Kominfo: Bukan Berkurang, Hoaks Serang KPU Meningkat Pascapemilu

Kominfo: Bukan Berkurang, Hoaks Serang KPU Meningkat Pascapemilu

 
Kominfo: Bukan Berkurang,  Hoaks Serang KPU Meningkat Pascapemilu
Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara . (tribun news)
WJtoday
Minggu, 21 April 2019 | 06:52 WIB
WJtoday, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara mengatakan penyebaran berita dan informasi hoaks melalui media sosial terus meningkat pascapemilu 17 April lalu.

Bahkan Rudi mengatakan dibandingkan dengan 17 hari pertama di bulan Maret, penyebaran hoaks pada 17 hari pertama di bulan April mengalami peningkatan yang lebih tinggi.

"Untuk sampai dengan 17 April kalau kita bandingan hari pertama bulan Maret dan 17 hari pertama Bulan April lebih banyak April," kata Rudiantara di Gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/4/2019).

Peningkatan ini berbanding terbalik dengan prediksi Kominfo yang memperkirakan hoaks bisa berkurang usai pelaksanaan Pemilu. Rudi mengatakan pihaknya masih mengidentifikasi adanya hoaks terkait Pilpres bahkan setelah pesta demokrasi usai.

Kendati demikian, ia belum bisa membeberkan presentase peningkatan hoaks usai penyelengaraan Pemilu. Ia sejauh ini hanya memperkirakan angka hoaks terkait Pilpres meningkat.

Rudiantara mengatakan saat ini Kominfo bersama KPU memiliki satgas khusus untuk memerangi hoaks. Upaya penanganan penyebaran hoaks yang menyerang KPU saat ini menjadi fokus utamanya.

"Kominfo dan KPU juga mempunyai satgas yang memerangi hoaks terutama yang ditunjukan ke KPU. KPU kan memang lembaga yang indenpenden untuk menyelenggarakan pemilu ya kita hormati lah jangan dibikin hoaks ke arah KPU. Kita hormati teman-teman kasian udah kerja keras masih dilempar hoaks juga," tandasnya.

Lebih lanjut, pria yang kerap disapa Chief RA ini meminta semua pihak menghargai proses penghitungan suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ia meminta masyrakata untuk menunggu hasil penghitungan suara dari KPU.

"Biar bagaimana pun kita harus tunggu yang legitimasi angkanya yaitu dari hasil penghitungan KPU. Tunggulah apapun keputusan KPU jangan bikin manas-manasin lah," pungkasnya. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya