backgroud
logo

Buletin

 

Bencana Pergerakan Tanah di Sukabumi Meluas, Ratusan Rumah Rusak

Bencana Pergerakan Tanah di Sukabumi Meluas, Ratusan Rumah Rusak

 
Bencana Pergerakan Tanah di Sukabumi Meluas, Ratusan Rumah Rusak
Salah satu lokasi terdampak bencana pergerakan tanah di Kab Sukabumi, 3/5/2019. (detiknews)
WJtoday
Sabtu, 4 Mei 2019 | 07:07 WIB
WJtoday, Sukabumi - Bencana pergerakan tanah di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung terus meluas. Data terbaru yang diperoleh dari BPBD terdapat 126 rumah rusak, 90 rumah di antaranya tidak bisa ditempati lagi oleh warga.

Upaya penanganan dan masa transisi hingga saat ini masih dilakukan oleh pihak BPBD dan sejumlah relawan yang masih bertahan di lokasi. Mereka juga melakukan upaya-upaya komunikasi dengan warga yang memilih bertahan di rumah-rumah mereka agar mengungsi.

"Data masih bersifat sementara dan masih akan terus dilengkapi, hingga hari ini ada sebanyak 126 rumah dan 90 di antaranya rusak parah. Untuk detailnya nanti kita akan keluarkan data resminya," kata Eka Widiaman, Kasi Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi, Jumat (3/5/2019).

Dijelaskan Eka, ada 21 Kepala Keluarga (KK) yang masih memilih bertahan di rumah-rumah mereka kendati masuk ke dalam zona merah bahaya bencana pergerakan tanah.


"Kita lakukan sosialisasi dan komunikasi dengan warga yang bertahan di rumah mereka. Kita minta meninggalkan rumah dan mengamankan diri di posko-posko pengungsian, 21 KK yang bertahan itu berada di RT 001 dan 009," lanjutnya.


Sementara itu informasi yang dihimpun, sejumlah pengungsi mulai terkena berbagai penyakit. Sopandi, petugas medis di posko kesehatan mengungkap warga mulai terkena gatal-gatal, hipertensi, sakit kepala dan pegal-pegal.

"Dari hari pertama pengungsian rata-rata ada sebanyak 40 orang setiap harinya yang mengeluh sakit dan mendapat penanganan medis dari tim kesehatan. Berbagai penyakit yang muncul di warga pengungsian diduga akibat kurangnya kebersihan pada air yang digunakan, dan juga kondisi pengungsian yang relatif berdebu," kata Sopandi kepada wartawan. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya