backgroud
logo

Ekspresi

 

Sultan Kasepuhan Cirebon Tabuh Bedug Penanda Masuk Ramadan

Sultan Kasepuhan Cirebon Tabuh Bedug Penanda Masuk Ramadan

 
Sultan Kasepuhan Cirebon Tabuh Bedug Penanda Masuk Ramadan
Sultan Sepuh Kasepuhan PRA Arif Natadiningrat menabuh bedug sebagai tanda masuk bulan suci Ramadhan. (sindonews)
WJtoday
Senin, 6 Mei 2019 | 23:38 WIB
WJtoday, Cirebon - Beragam cara dilakukan masyarakat untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Di Kota Cirebon, Keraton Kasepuhan menggelar tradisi drug dag atau tabuh bedug sebagai penanda masuknya bulan Ramadan 1440 Hijriah pada Minggu sore.

Selain ditabuh di awal Ramadhan, tradisi drug dag yang sudah ada sejak ratusan tahun silam ini juga ditabuh ketika dinihari menjelang sahur selama Ramadan sebagai tanda masuknya waktu shaum.

Didampingi sejumlah abdi keraton, Sultan Sepuh Pangeran Raja Adipati (PRA) Arif Natadiningrat memimpin tradisi tabuh bedug yang digelar selepas salat Asar di Langgar Agung Keraton Kasepuhan, Kota Cirebon.

Sultan Kasepuhan PRA Arif Natadiningrat memanjatkan doa di depan bedug Langgar Agung. Seusai doa, Arif menabuh bedug sebagai tanda masuknya bulan suci Ramadan. 


Selain Sultan, kerabat dan abdi dalem Keraton Kasepuhan juga terus menabuh bedug peninggalan Sunan Gunung Jati tersebut selama hampir satu jam.

Tradisi tabuh bedug ini sudah ada sejak zaman Walisongo menyebarkan agama Islam di tanah Jawa. Selain dilakukan di sore hari, tradisi bedug drug dag juga dilakukan menjelang malam di Masjid Agung Sang Cipta Rasa Keraton Kasepuhan sebagai tanda dimulainya tarawih dan masuknya saum bagi umat muslim.

"Tabuh bedug drug dag ini telah dilakukan sejak zaman para wali. Minimnya alat syiar pada waktu ini, menjadikan bedug dan kentongan sebagai alat yang potensial untuk memberikan peringatan atau tanda masuknya bulan suci Ramadhan maupun tanda ibadah lainnya," kata Sultan Keraton Kasepuhan PRA Arif Natadiningrat. 

Meski ditabuh kencang dan irama yang cukup keras, namun sayang suara dari bedug hanya bisa di dengar oleh masyarakat di sekitar Keraton Kasepuhan. 

Setelah bedug ditabuh di keraton kasepuhan, masing-masing masjid, musala, dan surau akan mengiringi tabuh bedug tersebut hingga memasuki waktu Magrib. Diharapkan tabuh bedug ini mampu membuat masyarakat lebih gembira dan khusyuk dalam melaksanakan rangkaian ibadah di bulan suci Ramadan. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya