backgroud
logo

Trensosial

 

Malware di WhatsApp, Bukti Tak Ada Pesan Instan Terjamin Aman

Malware di WhatsApp, Bukti Tak Ada Pesan Instan Terjamin Aman

 
Malware di WhatsApp, Bukti Tak Ada Pesan Instan Terjamin Aman
Malware di WhatsApp, Bukti Tak Ada Pesan Instan Terjamin Aman. (WJtoday/Yoga Enggar)
WJtoday
Sabtu, 18 Mei 2019 | 13:55 WIB
WJtoday, Bandung - Pengguna WhatsApp sempat dihebohkan dengan serangan malware yang menyerang fitur panggilan suara. Spyware dilaporkan bisa menembus ponsel melalui fitur panggilan suara, bahkan ketika pengguna tidak menjawab panggilan telepon (missed call).

Namun, tak banyak pengguna yang mengetahui tanda-tanda akun WhatsApp mereka terkena serangan malware.

Pengamat keamanan siber dari Communication Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Persadha menuturkan bahwa secara umum malware tidak terlihat karena masuk dengan cara 'sembunyi-sembunyi'.

"Sebenarnya kalau kita lihat secara general tidak kelihatan karena malware yang masuk ke dalam ponsel kita ini hidden [tersembunyi]," ujar Pratama seperti dilansir CNNIndonesia.com, Jumat.

Ia mengatakan secara aplikasi, malware yang menginfeksi tidak akan terlihat. Bahkan ketika dicek menggunakan system processing tetap tidak bisa lantaran kerap menyamar di dalam ponsel.

Pratama pun membeberkan beberapa ciri ketika akun WhatsApp terinfeksi serangan malware seperti ponsel akan terasa hangat hingga panas ketika sedang tidak digunakan. Artinya malware itu bekerja terus menerus.

Selain itu, ketika pengguna memasang paket data atau internet selama sebulan namun menjelang dua minggu pemakaian, paket data itu cepat habis walaupun penggunaan data internet tidak sering.


"Selain kuota, ponsel ini juga rasanya jadi lambat sekali jadi kalau kita mau gunakan untuk apa-apa itu lambat. Padahal tidak ada aplikasi yang bekerja di background, artinya memang malware sedang bekerja untuk mengumpulkan data-data kita," jelasnya.

Agar terhindar dari terinfeksi malware, Pratama mengimbau pengguna WhatsApp untuk rajin memperbarui aplkasi ke versi teranyar. Disamping itu, ia juga mengimbau pengguna untuk memasang anti-virus khusus ponsel.

"Belum tentu juga [aman], pasti pembuat malware akan terus berusaha cari celah keamanannya. Kalau kita tidak yakin bahwa ponsel tidak benar-benar aman, kita reset ponsel semua malware akan otomatis kehapus semua setelah itu kemudian kita install aplikasi yang paling terbaru," pungkas Pratama.

Sementara itu, Hasnil mengatakan pembuat malware bisa menyasar orang awam atau target tertentu sesuai permintaan. Untuk itu, ia mengimbau pengguna WhatsApp menyematkan sistem anti-virus demi mencegah serangan malware secara masif.

"Seringkali kita tidak melakukan tindakan keamanan di ponsel, tidak semua orang paham padahal yang sederhana ada fitur setting yang ada di Android. Kebanyakan orang Indonesia, pasti tidak melakukan," jelas Hasnil. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya