backgroud
logo

Bisnis

 

BIJB Kertajati Ditargetkan Ramai Mulai Bulan Juni 2019

BIJB Kertajati Ditargetkan Ramai Mulai Bulan Juni 2019

 
BIJB Kertajati Ditargetkan Ramai Mulai Bulan Juni 2019
BIJB Kertajati Ditargetkan Mulai Ramai Mulai Juni 2019. (WJtoday/Yoga Enggar)
WJtoday
Minggu, 19 Mei 2019 | 04:45 WIB

WJtoday, Bandung - Sejak diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) 24 Mei 2018, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) tak optimal akibat minimnya jumlah penumpang yang memanfaatkan bandara yang berlokasi di Kertajati, Kabupaten Majalengka itu. Kondisi tersebut dipastikan berubah menyusul sejumlah kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah pusat. 

BIJB dipastikan mulai ramai seiring adanya pelimpahan rute dari Bandara Husein Sastranegara hingga kebijakan penerbangan haji dan umrah di bandara kebanggaan warga Jabar itu.

Direktur PT BIJB Muhamad Singgih mengatakan, memasuki pertengahan Juni 2019, BIJB akan menerima pelimpahan rute dari Bandara Husein Sastranegara. Pelimpahan rute dari bandara di Kota Bandung itu dipastikan membuat aktivitas penerbangan di BIJB mulai menggeliat.

Pelimpahan rute dari Bandara Husein Sastranegara akan dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, sebanyak 12 rute penerbangan luar Pulau Jawa, kecuali Bandar Lampung, akan mulai dialihkan ke BIJB pada 15 Juni 2019. 



Ke-12 rute penerbangan yang akan dilayani BIJB adalah Balikpapan, Lombok, Pangkalpinang, Pontianak, Denpasar, Padang, Medan, Banjarmasin, Batam, Makasar, Pekanbaru, Palembang. 

Pengalihan rute penerbangan ini didukung multimoda transportasi yang akan menjangkau langsung BIJB. Saat ini, setidaknya 12 mitra BIJB siap melayani penumpang pesawat dari Bandung, Tasikmalaya, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Purwakarta, Cirebon, dan Kabupaten Bekasi. 

ak lama kemudian atau Juli 2019, lanjut Singgih, BIJB akan menjadi embarkasi haji untuk melayani penerbangan langsung (direct) menuju Mekkah. Sekitar 17 kelompok terbang (kloter) haji asal Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan kemungkinan besar Kabupaten Sumedang akan diberangkatkan dari BIJB.

"Aktivitas penerbangan akan kian ramai karena Bandara Kertajati akan melayani penerbangan jamaah umrah setelah musim haji 2019," kata Singgih di Bandung, Sabtu.

Tidak hanya itu, kata Singgih, di saat yang bersamaan, Pemprov Jabar juga akan menjadikan BIJB sebagai pusat kargo Indonesia. Bahkan, untuk merealisasikannya, Pemprov Jabar telah menggelar pertemuan dengan PT Jasa Angkasa Semesta (JAS) Tbk dan PT Pos Logistik, 10 Mei 2019.

"Kami menyambut baik langkah-langkah yang sudah ditetapkan pemerintah untuk mengoptimalkan bandara yang dibangun dari uang rakyat dan dibangun secara gotong royong ini," ungkapnya.

Lebih lanjut Singgih menyatakan, pihaknya juga telah melakukan berbagai persiapan untuk melayani jamaah haji dan umrah tahun ini, salah satunya kesiapan landasan pacu (runway) yang kini tengah disertifikasi Kementerian Perhubungan. Sertifikasi ditargetkan rampung Juni 2019.

"Landasan pacu BIJB kini sudah 3.000 meter x 60 meter, sehingga siap didarati pesawat Boeing 777-300 yang akan mengantarkan jamaah haji dan umrah direct dari BIJB ke Mekkah," katanya seraya mengatakan, fasilitas pendukung lainnya seperti Bea Cukai dan Imigrasi sudah tidak masalah.


Terkait keberadaan asrama haji, pihaknya telah mengusulkan penggunaan Hotel Radiant di Cirebon. Hotel dengan fasilitas aula yang cukup besar ini dinilai representatif untuk menampung satu kloter jamaah haji sebelum diterbangkan ke Tanah Suci.

"Ada beberapa opsi untuk asrama ini, tapi hotel di Cirebon ini yang dibidik karena dari segi jarak tidak terlalu jauh dan tempatnya representatif," jelas Singgih.

Singgih menambahkan, pihaknya pun terus mematangkan persiapan penerbangan umrah. Sedikitnya 60 biro perjalanan umrah dari berbagai daerah, kata Singgih, sudah bersedia memberangkatkan jamaah umrahnya melalui BIJB.

"Kita berharap, ketika penerbangan umrah berlangsung, lounge umrah yang akan dibangun sudah selesai. Lounge seluas 750 meter persegi berkapasitas 300 orang ini akan dibangun di area lantai tiga keberangkatan internasional," tandasnya. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya