backgroud
logo

Fokus

 

Hasto: Ada Pemodal di Balik Rencana Pembunuhan Tokoh Nasional

Hasto: Ada Pemodal di Balik Rencana Pembunuhan Tokoh Nasional

 
Hasto: Ada Pemodal di Balik Rencana Pembunuhan Tokoh Nasional
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto . (merdeka.com)
WJtoday
Selasa, 28 Mei 2019 | 02:24 WIB
WJtoday, Jakarta - PDIP meminta Kepolisian mengungkap aktor intelektual di balik rencana pembunuhan terhadap empat tokoh nasional dan seorang pemilik lembaga survei swasta. 

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menduga aktor intelektual di balik rencana tersebut memiliki modal yang besar.

"Pihak kepolisian perlu berkonsentrasi siapa yang berada di belakang itu. Yang tentu saja memiliki modal yang cukup besar," ujar Hasto di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Senin (27/5/2019).

Hasto menuturkan, jika menilik sejarah, ada pihak yang memiliki modal besar yang diduga pernah mendapatkan fasilitas dari rezim pemerintahan Presiden Soeharto. Akan tetapi, ia tak menyebut siapa yang dimaksud.

Ia hanya menyampaikan pihak yang disebut mendanai tindak pidana tersebut harus mendapat tindakan tegas karena telah membenturkan rakyat dengan aparat.

"Mari kita hentikan berbagai tindak kekerasan. Mereka yang menjadi sponsor dari gerakan yang pada dasarnya membenturkan antara rakyat dengan aparat keamanan harus ditindak tegas dan untuk itu kami percayakan sepenuhnya ke aparat kepolisian," ujarnya.

Di sisi lain, Hasto berkata ancaman dan tindak kekerasan bukan bagian dari politik. Menurutnya, politik merupakan alat untuk membangun peradaban dan mencintai kehidupan.

"Oleh karena itu, aparat keamanan bersama dengan seluruh lapisan masyarakat bersama-sama untuk menghadapi mereka-mereka yang mempromosikan tindakan kekerasan itu, ideologi kegelapan, apalagi terorisme tidak bisa hidup di negara yang cinta damai ini," ujarnya.

Lebih dari itu, ia mengingatkan semua pihak bahwa pemilu sudah selesai. Adapun soal penolakan hasilnya, Hasto meminta untuk diselesaikan melalui Mahkamah Konstitusi.

"MK itu punya marwah. Jangan kerdilkan MK dengan berbagai hinaan. Kita percayakan MK itu," pungkasnya.


Seorang Wanita Diduga Pasok Senpi untuk Bunuh Tokoh Nasional

Kepolisian menyatakan salah satu pemasok senjata api (senpi) yang rencananya akan digunakan untuk mengeksekusi empat tokoh nasional dan satu pemilik lembaga survei swasta merupakan perempuan berinisial AF alias Fifi.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Mohammad Iqbal mengatakan Fifi merupakan pemilik senpi ilegal jenis revolver taurus colt 8 yang dibeli oleh tersangka HK selaku salah satu eksekutor pada 13 Oktober 2018.

"Peran (Fifi) pemilik dan penjual senpi ilegal revolver taurus kepada tersangka HK. Ini seorang perempuan," ujar Iqbal di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (27/5/2019).

Iqbal menuturkan kepolisian belum dapat memastikan dari mana Fifi memiliki senpi tersebut. Ia hanya berkata Fifi menjual senpi yang dimilikinya kepada HK sebesar Rp50 juta.

Lebih lanjut, Iqbal menyampaikan Fifi tinggal di Kelurahan Rawa Jati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. 

Saat penindakan, Iqbal menyampaikan Fifi ditangkap di Bank BRI yang berada di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019). Sebelumnya, Mabes Polri mengaku telah menangkap dan menetapkan enam orang terkait kerusuhan 22 Mei. 

Enam orang itu telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan tindak pidana kepemilikan senjata api dan amunisi ilegal, serta dugaan rencana pembunuhan.

Hasil penyelidikan para pelaku berencana membunuh empat tokoh nasional dan seorang pemilik lembaga survei swasta. Tak hanya itu, mereka juga merencanakan penembakan saat aksi pada 21-22 Mei 2019. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya