backgroud
logo

Fokus

 

Hasil Autopsi Remaja Korban Kerusuhan 22 Mei, Ditemukan Luka Tembak

Hasil Autopsi Remaja Korban Kerusuhan 22 Mei, Ditemukan Luka Tembak

 
Hasil Autopsi Remaja Korban Kerusuhan 22 Mei, Ditemukan Luka Tembak
Hasil Autopsi Remaja Korban Kerusuhan 22 Mei, Ditemukan Luka Tembak, 30/5/2019. (tribun news)
WJtoday
Jumat, 31 Mei 2019 | 01:36 WIB
WJtoday, Jakarta - Hasil autopsi terhadap Harun Al Rasyid, remaja 15 tahun yang menjadi korban tewas kerusuhan 22 Mei 2019, telah rampung dan hasilnya ditemukan luka tembak di tubuhnya.

Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Brigadir Jenderal Polisi Musyafak mengatakan Harun mengalami luka tembak pada bagian lengan kiri atas hingga menembus dada.

"Sudah, hasil autopsinya luka tembak. Itu kita terima dari RS Dharmais dan ada juga yang belum tahu identitasnya alias Mr X. kalau tidak salah tanggal 23 Mei dini hari jam 01:00 WIB kita terima rujukan korban dari RS Dharmais. Sudah dalam kondisi meninggal dunia," ungkap Musyafak seperti dikutip Antara di Jakarta, Kamis (30/5/2019).

Meski demikian, Musyafak belum dapat memastikan apakah Harun tewas terkena peluru tajam atau karet. Penelusuran lebih dalam menurutnya menjadi wewenang pihak Puslabfor Mabes Polri.

"Itu yang menentukan bukan kami, tapi Puslabfor," tuturnya.

Harun (15) warga RT 09 RW 10, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat meninggal dunia setelah terlibat kerusuhan 22 Mei di Jembatan Slipi Jaya, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (22/5/2019) malam.

Harun meninggal setelah nyawanya tak tertolong ketika dibawa ke RS Dharmais, Jakarta Barat.

Kerusuhan sendiri terjadi berturut-turut selama dua hari pada tanggal 21 Mei 2019 dan 22 Mei 2019. Pengunjuk rasa menuntut pengusutan kecurangan pemilu 2019 di Bawaslu pada pagi hari di kedua tanggal tersebut. Situasi berubah ricuh pada malam harinya hingga pagi keesokan harinya.

Setidaknya ada lima titik ricuh pada tanggal 21-22 Mei 2019, yakni depan Gedung Bawaslu, Pasar Tanah Abang, Simpang Jalan Agus Salim (Sabang), Jembatan Slipi Jaya dan Petamburan (sekitar kompleks Asrama Brimob). 

Ayah Harun, Didin Wahyudin

Ayah Harun Sebut Anaknya Tewas di Gorong-gorong Kawasan Slipi

Ayah Harun, Didin Wahyudin mengatakan anaknya saat itu tengah bermain layang-layang. Ketika itu ibunya memberi uang Rp5 ribu untuk membeli layang-layang, lantas mereka tidak tahu-menahu lagi mengenai keberadaan anaknya.

Didin menduga kematian anak keduanya itu sebagai upaya pembunuhan. Hal itu, menurut dia, karena ada peluru pada tubuh anak laki satu-satunya itu.

"Bagaimana bukan pembunuhan? Peluru dari kiri tembus ke jantung. Dan baru tahu tadi saya, katanya bukan tergeletak di jalan, tapi di gorong-gorong. Ketemunya di daerah Slipi," kata Didin di Kebon Jeruk, Senin (27/5/2019).

Berbekal informasi dari tim relawan, Harun yang dibawa ke RS Polri langsung disusul oleh pihak keluarga. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya