backgroud
logo

Fokus

 

Gerindra Respons Demokrat: Seperti Merongrong Keutuhan Koalisi

Gerindra Respons Demokrat: Seperti Merongrong Keutuhan Koalisi

 
Gerindra Respons Demokrat: Seperti Merongrong Keutuhan Koalisi
Andre Rosiade. (tribun news)
WJtoday
Sabtu, 8 Juni 2019 | 14:12 WIB
WJtoday, Jakarta - Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, yang juga politikus Gerindra Andre Rosiade mengaku lelah menanggapi pernyataan yang dilontarkan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief. 

Andre menilai, Andi terlalu cari perhatian atau caper dengan berbagai pernyataan yang terus-menerus menyindir pasangan calon presiden nomor urut 02, terutama Sandi. 

"Saya terus terang sudah capek menghadapi pernyataan-pernyataan caper seperti ini dari bang Andi Arief," kata Andre melalui pesan singkat seperti dikutip CNNIndonesia.com, Jumat kemarin.

Andre menyindir Andi yang bahkan menyebut Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lebih menjual jika dibandingkan dengan Sandi. 

Menurut Andre, jika memang AHY lebih menjual, harusnya suara Partai Demokrat di Jawa Timur dan Jawa Tengah bisa meningkat. Namun, buktinya suara Demokrat di dua provinsi itu tak mengalami peningkatan signifikan. 

"Sederhana saja, kalau AHY lebih menjual dari Bang Sandi, tentu suara Demokrat akan meningkat di Jatim dan Jateng. Tapi faktanya enggak," kata Andre. 

Lebih lanjut Andre pun mengaku lelah dengan gaya politik partai Demokrat yang merongrong dan merusak keutuhan koalisi dari dalam dengan berbagai racauannya di media sosial. 

"Sudahlah kami capek gaya politik yang katanya berkoalisi tapi di medsos meracau seperti merongrong keutuhan koalisi," tambahnya. 

Sebelumnya, Andi mengungkapkan berdasarkan survei sebelum pilpres 2019, calon wakil presiden 02 Sandi teridentifikasi politik SARA, sehingga sulit menang di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang pemilihnya besar.

Namun, Andi menyayangkan karena hasil survei itu dimentahkan oleh calon presiden 02 Prabowo kala itu.

"Pak Prabowo keras kepala dan meninggalkan Demokrat. Kini terbukti," kata Andi lewat akun twitter @AndiArief_, Jumat (7/6).

Andi kemudian mengungkapkan bahwa peristiwa itu membuat partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak yakin pasangan Prabowo-Sandi akan mampu mengalahkan pasangan 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.


Gerindra Minta Andi Arief Tak Caper dan Terus Urusi 02

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade tak terima dengan ocehan politikus Partai Demokrat Andi Arief yang meragukan kemenangan pasangan 02 Prabwo Subianto-Sandiaga Uno di pilpres 2019.

Lewat akun twitter @andre_rosiade, ia meminta agar Andi tidak cari perhatian atau caper dan tak usah ikut campur soal koalisi 02.

"Udah lah bang @AndiArief__ enggak usah Caper ngurusin 02 melulu," kata Andre.

Ia menilai sikap caper yang ditunjukkan Andi Arief tak lepas dari upaya Demokrat yang mau bergabung mendukung Jokowi-Ma'ruf di periode pemerintahan 2019-2024.

"Kalau Demokrat mau gabung ke 01 atau pun AHY mau jadi menterinya pak Jokowi silahkan monggo. Kami enggak ada urusan mau mencampuri atau pun mau menyalahkan AHY. Please deh, jangan caper melulu," kata Andre, Jumat (7/6/2019).

Menanggapi kicauan Andre, Andi meminta agar perdebatan soal kritik yang ia sampaikan untuk pasangan Prabowo-Sandi dilakukan secara terbuka.

Andi kembali menyindir bahwa kicauannya yang kembali mengkritik Prabowo-Sandi diserang oleh buzzer pendukung pasangan 02 menggunakan akun anomin.

"Sampaikan juga buat Pak Sandi Uno," kata Andi.

Sebelumnya, Andi mengungkapkan berdasarkan survei sebelum pilpres 2019, calon wakil presiden 02 Sandiaga Uno teridentifikasi politik SARA, sehingga sulit menang di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang pemilihnya besar.

Namun, Andi menyayangkan karena hasil survei itu dimentahkan oleh calon presiden 02 Prabowo kala itu.

"Pak Prabowo keras kepala dan meninggalkan Demokrat. Kini terbukti," kata Andi lewat akun twitter @AndiArief_, Jumat.

Andi kemudian menungkapkan bahwa peristiwa itu membuat partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu tidak yakin pasangan Prabowo-Sandi akan mampu mengalahkan pasangan 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Meski tidak yakin akan kemenangan 02, namun Partai Demokrat, SBY dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tetap berupaya mencari jalan yang benar agar 02 menang," tambah Andi.

Menurut Andi, walau survei soal Sandi ditolak, namun Demokrat tetap berusaha untuk mengusulkan sesuatu yang positif di setiap pertemuan. Namun sayang, pasangan 02 masih tak menggubris. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya