backgroud
logo

Bisnis

 

LIPI Miliki Teknologi Untuk Bantu Atasi Masalah Sampah Sungai Citarum

LIPI Miliki Teknologi Untuk Bantu Atasi Masalah Sampah Sungai Citarum

 
LIPI Miliki Teknologi  Untuk Bantu Atasi Masalah Sampah Sungai Citarum
LIPI Miliki Teknologi Untuk Bantu Atasi Masalah Sampah Sungai Citarum. (WJtoday/Yoga Enggar)
WJtoday
Kamis, 13 Juni 2019 | 09:01 WIB
WJtoday, Bandung - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyatakan siap bekerja sama dengan Pemprov Jawa Barat dalam menyediakan teknologi bersih menangani sampah Sungai Citarum.

Kepala Loka Penelitian Teknologi Bersih LIPI, Sri Priatni di Bandung, Rabu, mengatakan pihaknya memiliki sejumlah teknologi demi meminimalisir sampah dan menjernihkan kembali air Sungai Citarum.

Ia mencontohkan di Sumedang, LIPI bekerja sama dengan pemerintah setempat mendaur ulang limbah pabrik tahu.

"Kita punya reaktor untuk limbah tahu diubah menjadi biogas, terus airnya bisa dipakai buat tanaman, karena setelah dikonversi menjadi biogas, airnya jadi aman," kata Sri di Kantor LIPI, Jalan Sangkuriang, Kota Bandung.

Menurut dia, saat ini kondisi air Citarum sudah sangat tercemar akibat limbah industri dan limbah domestik seperti sampah plastik dan kotoran manusia.

Mengenai limbah industri, kata dia, pihaknya juga telah melakukan penelitian untuk instalasi penanggulangan air limbah (IPAL) ke sejumlah industri.

"Kita sudah membuat IPAL ada contohnya di Cimahi. Bagaimana menurunkan limbahnya itu dengan sekumpulan mikroba pengurai, sehingga layak dibuang ke sungai," kata dia.

Anggaran penyediaan IPAL pada sebuah industri, kata dia, juga tidak memakan biaya yang cukup mahal. Dia mengatakan penyediaan IPAL yang merupakan pembaruan dari yang sudah ada itu hanya sebesar Rp50 juta.

Selain penyediaan teknologi, Peneliti LIPI Dawam Abdullah juga memandang bahwa masyarakat perlu diubah pola perilakunya dan karakternya dalam hal menjaga lingkungan.


Dawam yang juga membuat penelitian tentang bio plastik ramah lingkungan, menyampaikan perlu ada tindakan tegas dari pemerintah.

Berdasarkan penelitiannya 50 persen sampah di Sungai Citarum adalah plastik yang sulit untuk terurai dan akan berubah menjadi mikro plastik yang berbahaya bagi organisme apapun, termasuk manusia.

"Jadi sampah padat, 50 persennya itu sampah plastik, kalau sampah yang lain seperti daun, dahan pohon itu selama perjalanannya akan terurai, kalau plastik tidak," kata dia.

Menurutnya, Pemprov Jawa Barat perlu mencontoh kebijakan pemerintah di Bali. Di sana, kata dia, sudah tidak lagi menyediakan kantung plastik wadah belanja.

Seperti diketahui Bank Dunia memberikan dana sebesar Rp1,4 triliun kepada Pemprov Jawa Barat untuk penanganan sampah di Sungai Citarum dan dana itu bisa digunakan untuk mengembangkan teknologi terkini pengolahan sampah dan limbah pabrik. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya