backgroud
logo

Bisnis

 

Bupati Majalengka Kecewa Jamaah Haji Batal Terbang dari BIJB Kertajati

Bupati Majalengka Kecewa Jamaah Haji Batal Terbang dari BIJB Kertajati

 
Bupati Majalengka Kecewa Jamaah Haji Batal Terbang dari BIJB Kertajati
Bandara Udara Internasional Jawa Barat, Kertajati, Kabupaten Majalengka. (WJtoday/Yoga Enggar)
WJtoday
Kamis, 13 Juni 2019 | 22:37 WIB
WJtoday, Majalengka - Rencana memberangkatkan calon jamaah haji dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, Majalengka, dipastikan batal. Hal tersebut mengundang keprihatinan dari masyarakat sekitar BIJB, termasuk di dalamnya Bupati Majalengka Karna Sobahi.

Karna Sobahi mengaku cukup berharap BIJB bisa digunakan untuk memberangkatkan calon jamaah haji, khususnya dari Majalengka. 

"Kita ikut kecewa. Karena kita sangat berharap. Jamaah sudah tahu akan diberangkatkan dari Majalengka dan itu lebih efisien kan?" kata Karna seusai mengikuti Sidang Paripurna di DPRD Majalengka, Kamis (13/6/2019).

Disinggung terkait kemungkinan adanya upaya yang tidak maksimal dari pemerintah di atasnya atau Pemprov Jabar, Karna menegaskan, persoalan itu tidak hanya sebatas tanggung jawab Pemprov. Ada pihak-pihak lain serta hal lain yang menyebabkan gagalnya BIJB memberangkatkan calon jamaah haji.


"Ini sistem ya. Kita tidak bertumpu kepada Pemprov. Pemprov itu kan hanya pemilik BIJB, yang punya otoritas melegalkan penerbangan dari sana kan ada Angkasa Pura, Kemenhub. Tidak hanya itu, juga ada koneksitas dengan Pemerintah Arab Saudi," papar dia.

Menurutnya, ada persyaratan tertentu yang harus dipenuhi terkait pesawat yang akan mendarat di BIJB. 

"Pesawat yang akan mendarat di sana kan mungkin akan minta kualifikasi di sana. Umpamanya Saudi Airlines akan mendarat di BIJB, kan mungkin nanya 'mana sertifikat anunya, memenuhi syarat tidak.' Nah ini sebetulnya yang harus dipersiapkan dari awal," jelasnya.

Karna berharap, ke depan pemberangkatan calon jamaah haji dari BIJB tidak lagi sebatas wacana yang kerap jadi topik pembahasan saat rapat. 

"Jangan hanya statement 'nanti dari BIJB akan terbang jamaah haji,' gitu aja terus kan? Dalam rapat-rapat yang saya ikuti, terus aja gitu," katanya.

Terkait anggapan pembangunan BIJB kurang perencanaan, Karna mengaku tidak setuju. Saat ini, lanjut dia, yang terpenting adalah mencari solusi terbaik. 

"Kalau sudah jadi mah nggak boleh begitu ngomongnya. Sekarang mah bagaimana solusi terbaik, karena ini dana triliunan rupiah," tegasnya. ***

WJT / van

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya