backgroud
logo

Buletin

 

Polisi Masih Buru Dalang Pembakaran Mobil Brimob saat Rusuh 22 Mei

Polisi Masih Buru Dalang Pembakaran Mobil Brimob saat Rusuh 22 Mei

 
Polisi Masih Buru Dalang Pembakaran Mobil Brimob saat Rusuh 22 Mei
Polisi Masih Buru Dalang Pembakaran Mobil Brimob saat Rusuh 22 Mei. (antara)
WJtoday
Sabtu, 15 Juni 2019 | 14:58 WIB
WJtoday, Jakarta - Polres Metro Jakarta Barat masih memburu dalang yang menyuruh empat tersangka pembakaran mobil Brimob saat kerusuhan 22 Mei di kawasan Palmerah dan Slipi. Empat tersangka berinisial SI, DO, WN, dan DY saat ini sudah ditangkap.

"Kami masih kejar," kata Kapolres Metro Jakarta Barat Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi di Jakarta, Sabtu (15/6/2019) dikutip Antara.

Hengki mengatakan polisi telah mendapatkan identitas dan ciri pelaku yang diduga menyuruh para tersangka bertindak rusuh hingga membakar mobil Brimob.

Dari hasil pemeriksaan, Hengki mengungkapkan para tersangka tak hanya membakar mobil Brimob, tetapi turut juga mencuri senjata milik anggota Brimob. Mereka mendapatkan bayaran Rp300 ribu per orang untuk tindakan tersebut.

Keempat tersangka, lanjut Hengki, diperintahkan seseorang untuk bertindak rusuh saat aksi 22 Mei.

"Jadi, ke sana bukan untuk berdemo, melainkan untuk rusuh dan menjarah," kata Hengki.

Empat tersangka diduga melakukan perusakan dan pembakaran mobil operasional Brimob yang terparkir di Jalan Tali Kota Bambu, Palmerah dan di Jalan Brigjen Katamso dekat Flyover Slipi pada kerusuhan 22 Mei.

Hengki mengungkapkan penangkapan keempat tersangka tersebut berdasarkan hasil penyelidikan Tim Jatanras Polres Metro Jakarta Barat melalui analisis CCTV yang diperoleh dari temuan di lapangan.

Selain membakar, mereka juga menggondol pistol jenis Glock 17 lengkap dengan 13 butir peluru serta satu unit pelontar gas air mata dari dalam mobil sebelum dibakar. Bahkan mereka juga mengambil uang operasional personel Brimob sebesar Rp50 juta.

Menurut Hengki, keempat tersangka itu bukan kelompok pengunjuk rasa, melainkan orang yang berniat untuk melakukan tindakan rusuh dengan menyerang kepolisian serta menjarah barang milik personel polisi. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya