backgroud
logo

Buletin

 

Anggota PPK di Karawang Diduga Praktik Jual Beli Suara Pemilu 2019

Anggota PPK di Karawang Diduga Praktik Jual Beli Suara Pemilu 2019

 
Anggota PPK di Karawang Diduga Praktik Jual Beli Suara Pemilu 2019
Anggota PPK di Karawang Diduga Praktik Jual Beli Suara pada Pemilu 2019. (tribun news)
WJtoday
Senin, 17 Juni 2019 | 20:25 WIB
WJtoday, Karawang - KPU Karawang menelusuri skandal praktik jual beli suara dalam pemilu 2019. Praktik haram itu diduga melibatkan belasan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

"Sepuluh orang anggota PPK mengaku ada aliran dana dari seorang caleg kepada mereka," kata Ketua KPU Karawang Miftah Farid saat ditemui di kantornya, Senin (17/6/2019). 

Menurut Miftah sebenarnya yang dipanggil 12 anggota PPK, namun dua orang tidak hadir. Sementara 10 orang yang datang, semua sudah mengaku terlibat jual beli suara dengan Eka Budi Santoso alias Kusnaya, Caleg DPR RI Partai Perindo.

Transaksi terjadi di sebuah apartemen. "Pembayaran terjadi tanggal 15 April 2019 melalui transfer ke rekening masing - masing," ungkap Miftah. 


Praktik jual beli suara di Karawang juga diduga melibatkan beberapa caleg lainnya. Nace Permana misalnya, caleg DPR RI Partai Gerindra mengaku pernah ditawari seorang PPK bernama Saepudin untuk menggelembungkan perolehan suara dalam pileg 2019. 

"Dia mendatangi saya blak - blakan menawarkan suara. Saya lalu pancing nilainya berapa? dia bilang 20 ribu rupiah satu suara," kata Nace saat dikonfirmasi detikcom Senin (17/6/2019). 

"Tapi saya tidak penuhi tawaran dia, soalnya saya tidak punya duit," ujar Nace menambahkan. 

Ketua KPU Karawang Miftah Farid 

Menurut Nace, komplotan PPK di Karawang ini bergerilya menawarkan penggelembungan suara ke caleg - caleg lain. Nace mengaku beberapa caleg di Karawang curhat telah ditawari modus serupa oleh Saepudin dan kawan - kawannya. 

"Ada belasan caleg lain yang ditawari. Beberapa ada yang berani bayar. Saya sudah ngobrol dengan caleg - caleg ini. Mereka dari partai lain," kata Nace yang enggan menyebut identitas dan partai caleg - caleg itu. 

Sejumlah Anggota PPK sudah Kembalikan Uang ke Caleg Gagal

Skandal jual beli suara dalam pemilu 2019 di Karawang mencuat ke publik. Belasan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) mengembalikan duit ke caleg yang gagal terpilih.

"Sudah ada proses pengembalian dari oknum-oknum PPK kepada caleg yang bersangkutan," kata Ketua KPU Karawang Miftah Farid saat ditemui di Kantor KPU Karawang, Senin (17/6/2019). 

Miftah menuturkan ada 12 PPK yang diduga terlibat jual beli suara dengan Eka Budi Santoso alias Kusnaya, caleg DPR RI Partai Perindo. Sepuluh orang telah mengaku di hadapan komisioner KPU, namun dua orang lagi tidak hadir. Kini 12 orang itu tengah kalang kabut mengembalikan uang karena Eka gagal maju ke senayan.

Lalu berapa banyak duit yang diterima 12 anggota PPK tersebut? menurut Miftah, para oknum PPK ini mendapat duit total Rp Rp 600 juta. 

"Mereka diminta mengembalikan, lalu para oknun PPK ini mengembalikan, meski belum seratus persen," kata Miftah. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya