backgroud
logo

Buletin

 

Kemenkum HAM Sebut Setnov 22 Kali Berobat Keluar Lapas Sukamiskin

Kemenkum HAM Sebut Setnov 22 Kali Berobat Keluar Lapas Sukamiskin

 
Kemenkum HAM Sebut Setnov 22 Kali Berobat Keluar Lapas Sukamiskin
Setya Novanto. (detiknews)
WJtoday
Kamis, 20 Juni 2019 | 14:55 WIB
WJtoday, Bandung- Tim dokter Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Jawa Barat membeberkan riwayat penyakit terpidana kasus korupsi e-KTP Setya Novanto. Novanto pernah 22 kali berobat di luar selama mendekam di Lapas Sukamiskin Bandung. 

Mayrina, salah seorang anggota tim dokter Kanwil Kemenkum HAM Jabar menuturkan, Novanto masuk ke Lapas Sukamiskin pada 4 Mei 2018. Mantan Ketum Partai Golkar tersebut tercatat sudah puluhan kali keluar Lapas Sukamiskin dengan alasan berobat. 

"Sejak masuk ke Sukamiskin hingga saat ini beliau sudah dirujuk ke rumah sakit sebanyak 22 kali," ucap Mayrina saat ditemui di Kantor Kemenkum HAM Jabar, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Kamis (20/6/2019).

Mayrina mengatakan Novanto 'membawa' riwayat penyakit saat masuk ke Sukamiskin. Sejak menjadi tahanan KPK, Novanto didiagnosa mengidap sejumlah penyakit. 



"Selama beliau ditahan di KPK riwayat penyakitnya jantung koroner, vertigo, saraf terjepit dan diabetes melitus," kata dia. 

Menurut Mayrina, Novanto kerap bolak-balik ke rumah sakit baik di Jakarta maupun di Bandung. Di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) misalnya, Novanto sudah 4 kali dirujuk ke rumah sakit yang berada di Jalan Gatot Subroto, Jakarta itu. 

"Dirujuk ke Borromeus sebanyak tiga kali, ke Rumah Sakit Hasan Sadikin tiga kali dan selebihnya di Rumah Sakit Santosa," ucapnya.

Saat dirujuk terakhir kali ke Rumah Sakit Santosa itulah Novanto berulah. Novanto, yang dirawat sejak 12 Juni 2019 dan seharusnya pulang 14 Juni 2019, justru pelesiran ke toko bangunan di Padalarang. 

Novanto disebut mengibuli petugas pengawal dengan dalih membayar biaya rumah sakit. Novanto lalu pergi ke Padalarang bersama istrinya Deisti Astriani Tagor. 

Pelesiran Novanto pun terekam kamera dan fotonya tersebar. Akibat pelesiran itu, Novanto dipindahkan dari Lapas Sukamiskin ke Rutan Gunung Sindur Bogor yang bertipe super maximum security.


Huni Sel Gunung Sindur, Setnov Tak Boleh Dibesuk Selama Sebulan

Setya Novanto 'dihukum' dengan dipindahkan ke Rutan Gunung Sindur berkategori maximum security. Selain ketatnya pengamanan, Novanto juga tak boleh dibesuk selama satu bulan. 

"Kalau sudah ditempatkan di Gunung Sindur, selama satu bulan di sana tidak bisa menerima besukan. Sudah otomatis sesuai SOP (standar operasional prosedur) di sana," ucap Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM) Jawa Barat Liberti Sitinjak di kantor Kemenkum HAM Jabar, Jalan Jakarta, Kota Bandung, Rabu.


Liberti mengatakan Novanto akan menghuni sel seorang diri layaknya tahanan lain seperti napi teroris yang memang menghuni rutan tersebut. Selain itu, Novanto mendapat pengawalan ketat kala harus berobat ke luar rutan. 

Pihak Kemenkum HAM Jabar tak melarang Novanto berobat di luar rutan. Hal itu tergantung pertimbangan dari dokter yang memeriksa mantan Ketum Partai Golkar tersebut. 

"Segala sesuatu tentang kebutuhan dia, berobat misalkan yang mengawal empat orang," kata Liberti.

Buntut pelesiran Novanto ke toko bangunan di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (14/6), Kemenkum HAM Jabar memindahkan koruptor kasus e-KTP tersebut ke Rutan Gunung Sindur, Bogor. Novanto tak akan menghabiskan masa pidananya di rutan itu. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya