backgroud
logo

Fokus

 

Hakim Sebut Vonis Habib Bahar Diringankan Karena Sopan dan Kooperatif

Hakim Sebut Vonis Habib Bahar Diringankan Karena Sopan dan Kooperatif

 
Hakim Sebut Vonis Habib Bahar Diringankan Karena Sopan dan Kooperatif
Hakim Sebut Vonis Habib Bahar Diringankan Karena Sopan dan Kooperatif, 9/7/2019. (okezone.com)
WJtoday
Selasa, 9 Juli 2019 | 16:51 WIB
WJtoday, Bandung - Hakim menyebut terdakwa kasus penganiayaan terhadap dua remaja, Bahar bin Smith, sopan dan kooperatif selama persidangan. Hal itu menjadi pertimbangan hakim untuk menjatuhkan vonis separuh dari tuntutan jaksa. 

Bahar sebelumnya divonis 3 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 1 bulan kurungan dalam sidang di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bandung, Selasa (9/7). 

Dalam amar putusannya, ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Bandung Muhammad Edison menyebut sejumlah hal yang meringankan vonis terdakwa. Yakni, sopan dan kooperatif selama persidangan, serta status Bahar yang merupakan tulang punggung keluarga. 

"Terdakwa berlaku sopan, mengakui perbuatan, berjanji tidak mengulangi perbuatan dan menyesali perbuatan," kata hakim. 

Sedangkan hal yang dianggap memberatkan hukuman terdakwa yaitu Bahar pernah dihukum, perbuatannya membuat dua korban mengalami kerugian, mencemarkan nama baik ulama dan santri di lingkungan pesantren. 



"Pidana bukan bermaksud membalas dendam atas apa yang dilakukan terdakwa tetapi semata-mata merupakan pembinaan dan sekaligus pembelajaran bagi terdakwa agar tidak mengulngi perbuatannya di kemudian hari," kata hakim. 

Vonis yang diberikan hakim diketahui lebih rendah ketimbang tuntutan jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Bogor. 

Dalam sidang tuntutan sebelumnya, Bahar dituntut hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan.  

Pada agenda sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Bahar bin Smith hukuman 6 tahun penjara. Jaksa meyakini Bahar terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap CAJ (18) dan MKU (17). 

Jaksa Belum Putuskan Banding

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Cibinong menyatakan bakal mempertimbangkan banding setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung menjatuhkan vonis 3 tahun penjara terhadap Bahar bin Smith, Selasa (9/7/2019). Mereka menunggu salinan putusan sebelum menentukan sikap ke pimpinan.

"Kita pikir-pikir. Belum mengambil sikap, akan kita laporkan ke pimpinan," kata JPU Suharja ditemui usai persidangan di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung.

Vonis hakim diketahui lebih rendah ketimbang tuntutan jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Bogor. Dalam sidang tuntutan sebelumnya, Bahar dituntut hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsidier 3 bulan kurungan.

Menanggapi amar putusan hakim, jaksa belum mau memberikan tanggapan.

"Ya kita tidak memberi tanggapan, cuma kita pikir-pikir dan terhadap putusan ini akan kita laporkan ke atasan," ujarnya.


Menurutnya, vonis terhadap Bahar sudah memenuhi rasa keadilan.

"Bukan kecewa atau tidak kecewa, akan kita laporkan. Intinya sudah memenuhi dakwaan primer kesatu, kedua dan ketiga dan putusannya setengah dari tuntutan," katanya.

Sementara itu, tim kuasa hukum Bahar, Ichwan Tuankotta menyambut baik putusan hakim. Dalam pleidoi sebelumnya, pihak pengacara telah meminta hukuman seringan-ringannya terhadap terdakwa.

"Yang jelas disampaikan hari ini tadi oleh majelis hakim itu kita apresiasi luar biasa. Hakim berani memutuskan ini, mudah-mudahan ke depannya, bisa kita lakukan upaya hukum atau tidak. Keputusannya seminggu ke depan setelah hari ini," kata Ichwan. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya