backgroud
logo

Fokus

 

Jaksa Nyatakan Pikir-pikir Dulu Soal Vonis 3 Tahun Habib Bahar

Jaksa Nyatakan Pikir-pikir Dulu Soal Vonis 3 Tahun Habib Bahar

 
Jaksa Nyatakan Pikir-pikir Dulu Soal Vonis 3 Tahun Habib Bahar
Habib Bahar Bin Smith . (detik.com)
WJtoday
Rabu, 10 Juli 2019 | 12:36 WIB
WJtoday, Bandung - Majelis hakim menjatuhkan vonis 3 tahun terhadap habib Bahar bin Smith. Vonis itu lebih rendah dari pada tuntutan jaksa selama 6 tahun. 

"Vonisnya tiga tahun, kita tuntut enam tahun ya. Jadi kan kita jaksa lagi pikir-pikir dulu," ucap Kajati Jabar Raja Nafrizal saat ditemui di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (10/7/2019). 

Raja menyatakan pihaknya masih menimbang-nimbang putusan hakim terkait vonis 3 tahun kepada Bahar. Pertimbangan ini dilakukan guna mengambil langkah hukum selanjutnya yakni menerima atau mengajukan banding. 

"Kita sedang mempelajari dahulu putusan pengadilan apakah nantinya menerima atau banding," kata dia. 

Menurut Raja, putusan hakim ini bukan semata-mata puas atau tidak puas. Menurutnya, hal ini perlu dipelajari lebih lanjut terkait vonis yang diberikan. 

"Kalau hukuman ini bukan tentang puas nggak puas. Tapi kita lihat pertimbangan hakimnya, apa lengkapnya," ujarnya. 

Sebelumnya, Majelis hakim menjatuhkan vonis 3 tahun bui kepada habib Bahar bin Smith. Hakim menyatakan Bahar terbukti melakukan penganiayaan terhadap dua remaja. 


"Mengadili, menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara denda Rp 50 juta dengan ketentuan bila tidak dibayar diganti kurungan satu bulan," ucap majelis hakim yang diketuai Edison Muhammad.

Vonis hakim lebih rendah ketimbang tuntutan jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Bogor. Dalam sidang tuntutan sebelumnya, Bahar dituntut hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan. 

Selain Bahar, hakim juga memvonis dua murid Bahar yaitu Agil Yahya alias habib Agil dan Basit Iskandar alias habib Basit. Agil divonis 2 tahun penjara lebih rendah dari tuntutan jaksa selama 4 tahun. Sementara Basit divonis 1,5 tahun lebih rendah dari tuntutan jaksa selama 3 tahun.


Hakim Tolak Semua Pembelaan
Majelis hakim menjatuhkan vonis 3 tahun penjara kepada habib Bahar bin Smith. Dalam pembacaan vonis, hakim menolak semua pembelaan yang disampaikan Bahar.

Dalam persidangan yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Bandung di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (9/7/2019), Ketua Majelis Hakim Edison Muhammad sempat membacakan poin-poin pleidoi pribadi Bahar yang sudah disampaikan saat sidang beberapa waktu lalu. Pada sidang pleidoi, Bahar sempat membacakan sebuah hadis.

"Mengenai pembelaan terdakwa pada pokoknya dalam Alquran menyebutkan patut menyerukan kebaikan dan mencegah kemungkaran. Dalam hadis disebutkan jika melihat kemungkaran maka cegahlah dengan tangan, jika tidak mampu dengan tangan maka dengan mulut. Jika mulut tidak mampu maka cegahlah dengan nasihat. Jika nasihat tidak mampu maka dengan doa," ucap Edison saat membacakan poin pembelaan Bahar. 

"Terdakwa juga menyebut pendapat ulama jika ada yang ngaku nabi maka pukul lah, viralkan dan penjarakan," kata Edison menambahkan. 

Atas pembelaan tersebut, majelis hakim mengambil pertimbangan-pertimbangan. Menurut dia, pembelaan Bahar tidak sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. 

"Tentunya tidak boleh dan bertentangan dengan hukum di Indonesia. Sedangkan penjarakan merupakan pilihan terbaik dalam menyelesaikan permasalahan. Namun dengan melakukan saluran hukum yang berlaku di Indonesia," katanya. 

Bahar juga sempat menyebut tak berniat melakukan pemukulan terhadap dua remaja itu. Namun karena keduanya tak mengaku saat dibawa ke pondok pesantren Tajul Alawiyyin milik Bahar, sehingga aksi pemukulan itu dilakukan. 

"Majelis hakim menilai alasan terdakwa melakukan perbuatan karena korban menyangkal tidak dapat dibenarkan. Maka seharusnya terdakwa melaporkan ke pihak berwajib," katanya. 

"Menimbang karena uraian di atas, maka pembelaan terdakwa beralasan untuk ditolak," ucap Edison menambahkan. 

Selanjutnya majelis hakim menjatuhkan vonis 3 tahun bui kepada Bahar. Hakim menyatakan Bahar terbukti melakukan penganiayaan terhadap dua remaja. 

"Mengadili, menjatuhkan hukuman tiga tahun penjara denda Rp 50 juta dengan ketentuan bila tidak dibayar diganti kurungan satu bulan," ucap majelis hakim.

Vonis hakim lebih rendah ketimbang tuntutan jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Bogor. Dalam sidang tuntutan sebelumnya, Bahar dituntut hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan.  


Pengacara: Hakim Luar Biasa dan Berani
Tim kuasa hukum Bahar mengapresiasi putusan hakim soal vonis 3 tahun bagi Habib Bahar.

"Dalam pleidoi kita sampaikan kita minta seringan-ringannya putusan, dan ini cerminan dari majelis hakim dan kita apresiasi sekali terhadap majelis hakim yang memutuskan perkara hari ini," ucap Ichwan Tuankotta, pengacara Bahar, seusai persidangan yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Bandung di Gedung Arsip dan Perpustakaan, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (9/7/2019). 

"Kita apresiasi luar biasa, hakim berani memutuskan ini," kata Ichwan menambahkan.

Meski mengapresiasi putusan hakim, Ichwan belum mengambil sikap hukum lanjutan atas putusan itu. Pihaknya mengambil sikap pikir-pikir selama sepekan terkait putusan tersebut. 

"Kita masih menunggu, pikir-pikir, jadi satu minggu ke depan lah Insyaallah kita ambil sikap," ujar Ichwan. 

Apresiasi serupa diungkapkan pengacara Bahar yang lain, Azis Anwar. Dia menyatakan putusan hakim sudah sesuai dengan harapan tim kuasa hukum.

"Hakim sudah objektif, proporsional dan sesuai sama harapan. Kita memperhatikan fakta-fakta persidangan dan ya kita bersyukur alhamdulillah," katanya.

Azis menyatakan pihaknya sudah mendengar sikap Bahar usai divonis. Menurut Azis, Bahar mengaku tak akan gentar serta tetap menyuarakan keadilan dan kebenaran. 

"Beliau tidak akan gentar dan tetap menyuarakan kebenaran, menyuarakan keadilan terhadap penguasa sebagaimana yang diyakini oleh beliau ini terdapat unsur-unsur selain unsur hukum," kata Azis. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya