backgroud
logo

Trensosial

 

Kembali Diviralkan 'Rohingya Kecil' di Cianjur, Polisi Tegaskan Hoaks

Kembali Diviralkan 'Rohingya Kecil' di Cianjur, Polisi Tegaskan Hoaks

 
Kembali Diviralkan 'Rohingya Kecil' di Cianjur, Polisi Tegaskan Hoaks
Kembali Diviralkan 'Rohingya Kecil' di Cianjur, Polisi Tegaskan Hoaks, 11/7/2019. (WJtoday/Yoga Enggar)
WJtoday
Kamis, 11 Juli 2019 | 11:54 WIB
WJtoday, Cianjur - Tulisan bernada rasis beredar di media sosial. Unggahan bertajuk 'Rohingya Kecil' yang berkaitan kasus penganiayaan bocah di Cianjur itu ramai menghiasi beranda Facebook. 

Polisi menyebut informasi yang viral itu narasinya dipelintir sedemikian rupa sehingga memprovokasi pembaca.

Berikut tulisan lengkap yang disebut polisi bernada provokasi tersebut:

"Ramaikan... dan viralkan....!
Rohingya kecil.
Terjadi di Cianjur 
Rahmat (14) yatim putra alm yayat dan ibu aminah
Dituduh maling bawang dari kebun cina
Dipaksa ngaku, terus disiksa oleh preman Harun (38) Dibacok pake pacul dikepalanya sampai berlumuran darah
Disumpel mulut Rahmat oleh bos cina pake gagang pacul. Korban pun pulang kerumah merangkak karena kepala berdarah. 
Nenek dan kakek korban diancam agar tidak berobat Ketua RT dan warga pun ikut diancam
Setelah 28 hari korban merasakan sakit dg luka yg menginfeksi dan bau busuk. 
Akhirnya dibawa ke RSUD oleh warga, lalu dua hari kemudian wafat. 
Tidak lama kemudian kakeknya ikut wafat
Tinggalah ibunya dan nenek nya dirumah gubuk reyot. 
Mari peduli
Mari tangkap pelakunya" tulis postingan yang kemudian dibagikan ulang oleh warganet.

Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Budi Nuryanto menjelaskan kasus penganiayaan terhadap anak di bawah umur tersebut sudah selesai dan ditetapkan putusan oleh pengadilan pada Januari 2018. Bahkan pelakunya divonis tahun 12 penjara.

"Kronologi kejadian tidak seperti itu, jadi bisa dipastikan itu informasi bohong, apalagi katanya pelakunya tetap dibiarkan. Sudah langsung diamankan dan diproses hukum," kata Budi. 

Pelaku disebut Budi bernama Harun Al Rasyid, seorang penjaga kebun dan peternakan. Dia menganiaya korban seorang bocah berusia 14 tahun. Menurut Budi, latar belakang kasus itu karena aksi main hakim sendiri pelaku terhadap korban.

"Informasi yang diberikan pelaku, korban sering melakukan pencurian di area tempat kerja pelaku. Si pelaku ini mungkin tidak enak mendapat teguran dari bosnya, akhirnya terjadi aksi main hakim sendiri dia tidak melapor ke polisi," ujar Budi.

Menurut Budi, postingan yang saat ini kembali diviralkan dipastikan bohong ataupun hoaks. Unggahan itu sudah tersebar mulai dari Sumatra, dan berbagai daerah lainnya, termasuk Bandung dan Cianjur. 

"Kami tengah melakukan penyelidikan para penyebaran informasi bohong tersebut," kata Budi. 

Pihaknya tengah menelusuri pelaku penyebaran informasi bohong tersebut. "Kami akan segera mengecek alur yang memposting dan turut menyebarkan, dan kami akan proses hukum," ujarnya. 

Budi mengimbau agar pengguna media sosial tetap bijak menyampaikan informasi. "Agar masyarakat juga tidak mudah terprovokasi terhadap berita yang belum tentu benar. Serahkan perkara tersebut kepada penegak hukum," kata Budi. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya