backgroud
logo

Buletin

 

Debit Air Susut, Kampung Terendam Waduk Jatigede Kembali Terlihat

Debit Air Susut, Kampung Terendam Waduk Jatigede Kembali Terlihat

 
Debit Air Susut, Kampung Terendam Waduk Jatigede Kembali Terlihat
Debit Air Surut, Kampung Terendam Waduk Jatigede Kembali Terlihat, 11/7/2019. (Liputan6.com)
WJtoday
Kamis, 11 Juli 2019 | 12:29 WIB
WJtoday, Sumedang - Debit air pada musim kemarau di Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat menyusut. Puing-puing bangunan rumah warga, kembali muncul ke permukaan.

Seperti dilansir detikcom, Kamis (11/7/2019) di Desa Sukaratu, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, puing-puing bangunan rumah warga yang sebelumnya tenggelam oleh genangan Waduk Jatigede di musim kemarau seperti saat ini kembali muncul.

Meski sudah beberpa tahun tergenang, rangka-rangka rumah warga masih terluhat utuh. Meski demikian, ada juga rangka bangunan yang sudah hancur karena tergenang oleh air.

Tidak hanya itu, pada musim kemarau jalan desa pun kembali muncul. Kondisinya masih bagus dengan aspal yang masih menempel. Jalan itu digunakan warga yang hendak beraktivitas di sekitar Waduk Jatigede seperti memancing, menjala ikan dan lainnya.

Salah satu warga Jajang Koswara (51) mengatakan, debit ir di Waduk Jatigede menyusut sejak tiga pekan ke belakang. "Sudah terjadi sejak tiga minggu lalu," katanya.

Koswara  tak dapat menyebutkan, berapa meter debit air Waduk Jatigede menyusut. Namun menurutnya, bila diukur dari batas normal, hampir 500 meter genangan air menyusut.

"Dari sana (batas) ke sini ada sekitar 500 meter. Lumayan jauh menyusutnya. Kemarin jalan ini masih terendam, sekarang sudah menyusut lagi," ungkap Koswara.

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir ditemui di tempat berbeda menuturkan, debit air Waduk Jatigede sudah menyusut.

"Sudah ada penurunan debit air. Kita berupaya, bagaimana kekeringan ini tidak berdampak luas," katanya di Alun-alun Sukaraja.

Pihaknya sudah menginstruksikan Sekda Kabupaten Sumedang untuk mengundang seluruh SKPD terkait untuk mengantisipasi kekeringan ini.

Selian itu, pihaknya belum dapat menyebutkan, berapa kecamatan di Kabupaten Sumedang yang rawan terjadi kekeringan. Pihaknya akan menyebutkan, setelah melakukan rapat koordinasi dengan seluruh SKPD.

"Upayanya kita rakor dulu, setelah rakor kita akan sebutkan beberapa upaya yang akan dilakukan. Pompa air untuk menyedot air dari sungai ke sawah dan mobil tangki air bersih kita siapkan untuk warga," pungkasnya. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya