backgroud
logo

Buletin

 

Wujudkan Buruh Juara, Pemprov Jabar Siapkan Pergub Layanan Kaum Buruh

Wujudkan Buruh Juara, Pemprov Jabar Siapkan Pergub Layanan Kaum Buruh

 
Wujudkan Buruh Juara, Pemprov Jabar Siapkan Pergub Layanan Kaum Buruh
Uu Ruzhanul Ulum menghadiri Konferda ke-5 DPD SPN Jabar. (istimewa/humas pemprov jabar)
WJtoday
Kamis, 11 Juli 2019 | 15:37 WIB
WJtoday, Bandung - Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mengungkapkan, Pemprov Jabar tengah menginisiasi perancangan Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengakomodasi layanan bagi kaum buruh. 

Dalam Pergub tentang Program Buruh Juara tersebut, kata Uu, nantinya industri diwajibkan membangun rumah susun di wilayah industri.

Selain urusan tempat tinggal, di kawasan industri akan dibangun berbagai fasilitas lainnya seperti tempat ibadah, sarana pendidikan, dan kesehatan. Fasilitas pendukung lainnya seperti layanan transportasi bagi buruh juga harus mendapatkan atensi. 

Dengan adanya sejumlah fasilitas tersebut, menurut Uu, pengeluaran sehari-hari buruh, khususnya akomodasi, dapat ditekan. 

“Kemudian sekolah juga di pusat industri. Pusat industri nanti kita wajibkan membuat sekolah, mau SD, SMP, SMK, apalagi kalau misalkan SMK-nya berhubungan langsung kurikulumnya dengan industri," ujar Uu saat menghadiri pembukaan Konferensi Daerah (Konferda) ke-5 Dewan Pimpinan Daerah Serikat Pekerja Nasional (DPD SPN) Jabar di Hotel Alam Permai, Kota Bandung, Rabu (10/7/2019).

Menurut Uu, rencana kebijakan itu berkaca pada banyaknya lulusan SMK yang menganggur karena teknologi yang dipelajari sudah tak relevan dengan tuntutan industri saat ini. Kondisi itu diperparah dengan kurikulum yang tidak link-and-match dengan kenyataan yang terjadi di industri.

“Kemudian sembako, mungkin, juga bisa diberikan agar buruh bisa lebih sejahtera,” tandasnya.

Uu pun menyatakan bahwa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Segitiga Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati), yang tengah dirancang Pemdaprov Jawa Barat, akan jadi angin segar untuk para pelaku industri maupun buruh. Sebab, lapangan pekerjaan akan terhampar luas. Menurutnya, masyarakat Jawa Barat akan diprioritaskan bekerja dalam berbagai lini di kawasan tersebut.

Sementaran itu soal pelaksanaan Konferda yang berlangsung hingga Jumat (12/7/2019) besok, Uu menegaskan, Pemprov Jabar siap mendukung apa yang dirumuskan DPD SPN dalam Konferda selama untuk kemaslahatan semua pihak. Uu berharap ada kebijakan terbaik yang lahir sekaligus mengakselerasi tujuan organisasi. 

"Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, siap mendukung pemenuhan hak-hak pekerja, sekaligus mendorong perusahaan agar lebih berdaya saing, dan berkemampuan, sehingga bisa memenuhi harapan semua," kata Uu.

Pada kesempatan sama, Ketua DPD SPN Jabar Iyan Sofyan menyebut Koferda yang dihadiri 173 delegasi dari 15 kota/kabupaten di Jabaritu sebagai salah satu ruang demokrasi SPN. Selain evaluasi organisasi, Konferda akan menetapkan program kerja dan pemilihan ketua untuk 5 tahun ke depan. 

"Seluruh jajaran SPN Jawa Barat, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, atas kerja sama selama lima tahun. Semoga kita bisa tetap bermitra," ucap Iyan. 

Karena itu, kata Iyan, SPN dan pemerintah harus terus mengupayakan berbagai perubahan ke arah yang baik terkait ketenagakerjaan di Jabar. Sebab, Jabar adalah pusat industri terbesar di Indonesia. "Seluruh tantangan tidaklah mudah, dengan bersama kita bisa," tandasnya.

Iyan tidak menampik bahwa industri 4.0 menjadi tantangan yang serius. Jika buruh tidak bisa relevan dengan tuntutan zaman, maka akan bagaimana nasib mereka di dunia kerja. Dia pun mengaku siap menyukseskan program Pemdaprov Jawa Barat, yakni 'Buruh Juara' dengan harapan program tersebut bisa pro terhadap kehidupan pekerja. ***

WJT / dms

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya