backgroud
logo

Bisnis

 

Ridwan Kamil: Maksimalkan Potensi Anggaran di Luar APBD

Ridwan Kamil: Maksimalkan Potensi Anggaran di Luar APBD

 
Ridwan Kamil: Maksimalkan Potensi Anggaran di Luar APBD
Ridwan Kamil: Maksimalkan Potensi Anggaran di Luar APBD, 11/7/2019. (humas.jabarprov.go.id)
WJtoday
Kamis, 11 Juli 2019 | 15:45 WIB
WJtoday, Kuningan - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama 27 bupati/wali kota se-Provinsi Jabar kumpul bareng di ajang Koordinasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Kopdar) di Prima Sangkanhurip Resort, Kabupaten Kuningan, Kamis (11/7/2019).

Dalam ajang Kopdar Gubernur dan bupati/wali kota se-Jabar triwulan ketiga tersebut, Ridwan Kamil mendorong seluruh bupati/wali kota untuk memaksimalkan potensi anggaran di luar APBD kabupaten/kota, baik dari APBD provinsi, APBN, corporate social reaponsibility (CSR), hingga pinjaman bank. 

"Kalau bapak ibu hanya mengandalkan APBD tingkat II, ya segitu-gitu aja," ujar Ridwan Kamil.

Oleh karenanya, Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil meminta para bupati/wali kota jeli dan proaktif dalam melihat peluang sumber-sumber anggaran yang tersedia, sehingga roda pembangunan di seluruh kabupaten/kota dapat terakselerasi.

Bahkan, Emil memastikan, Pemprov Jabar pun siap memberikan bantuan anggaran untuk mendukung pembangunan di kabupaten/kota, termasuk membantu mengakses sumber-sumber dana APBN dan CSR dengan syarat pemerintah kabupaten/kota menyiapkan program pembangunan yang terperinci. 

"Bahkan, bila perlu bantuan dana APBN juga bisa dikondisikan," katanya.


Emil juga menyebutkan, Bank Jabar Banten (bank bjb) sebagai bank pembangunan daerah kini sudah mulai membuka layanan pendanaan untuk pembangunan infrastruktur. Oleh karenanya, Emil pun mendorong agar bupati/wali kota segera mengakses layanan tersebut untuk mendukung pembangunan infrastruktur di daerahnya.

"Tahun ini, bjb juga memberikan pinjaman, silakan diakses. Namanya Kredit Indah, Infrastruktur Daerah," ujar Emil seraya mencontohkan Pemerintah Kota Cimahi yang telah mengakses layanan tersebut untuk membiayai pembangunan pasar.

Emil melanjutkan, ajang Kopdar penting untuk menyinergikan program-program pembangunan di seluruh kabupaten/kota di Jabar. Melalui sinkronisasi ini, Emil pun berharap seluruh bupati/wali kota mendapatkan solusi atas berbagai kendala yang dihadapinya.

"Kami punya dapur, bapak ibu juga punya dapur. Jangan sibuk dapur masing-masing. Kopdar ini bentuk menyinkronkan cara-cara membangun. Ingin janji politik bapak ibu terwujud, kita ingin beri dukungan maksimal," katanya.

Dalam kesempatan itu, Emil pun memaparkan sembilan program pembangunan prioritas yang merupakan implementasi dari janji politiknya. Dia berharap, gagasan pembangunan di level provinsi turut mengangkat perkembangan pembangunan di seluruh kabupaten/kota di Jabar.

Kesembilan program pembangunan yang menjadi prioritas tersebut, yakni pembebasan biaya pendidikan untuk siswa SMA dan SMK yang saat ini sudah menjadi tanggungjawab Pemprov Jabar.

Prioritas kedua, desentralisasi layanan kesehatan dengan mengoptimalkan program Layad Rawat. Program ini, kata Emil, diprioritaskan untuk layanan kesehatan secara cuma-cuma kepada masyarakat tidak mampu dengan cara jemput bola.

Prioritas ketiga, yakni meningkatkan pertumbuhan ekonomi umat berbasis pesantren. Pihaknya akan mendorong agar 10.000  pesentren yang ada di Jabar bisa mandiri secara ekonomi dengan memiliki produk bisnis.

Prioritas keempat, yakni pengembangan destinasi dan infrastruktur pariwisata. Pihaknya ingin industri pariwisata ke depan menjadi andalan pertumbuhan ekonomi di Jabar, selain sektor manufaktur.

Prioritas kelima, pihaknya tengah mereformasi kantor perwakilan Jabar di Jakarta untuk memudahkan komunikasi dengan pemerintah pusat sebagai solusi atas masih terkendalanya infrastruktur konektivitas.


Prioritas keenam, yakni gerakan membangun desa melalui desa digital. Pihaknya mengargetkan, dalam lima tahun, seluruh desa di Jabar bisa mengakses internet dengan infrastruktur wifi.

Prioritas ketujuh, yakni memberikan subsidi bagi masyarakat ekonomi lemah di 27 kabupatan/kota, terutama dari segi kesehatan dan pendidikan.

Prioritas kedelapan, yakni inovasi pelayanan publik dan penataan daerah. Emil berharap, pelayanan publik ke depan memaksimalkan digitalisasi seperti e-budgeting.

Prioritas terakhir, yakni pendidikan agama dan tempat ibadah juara. Emil meminta, seluruh bupati/wali kota mendukung realisasi kesembilan program tersebut.

Dalam Kopdar, juga dibahas soal penanganan Sungai Citarum, Emil menyebutkan, dana bantuan penanganan Sungai Citarum sebesar total Rp1,4 triliun akan mulai cair semester pertama 2020 mendatang.

"Maka saya minta, kabupaten/kota yang terkait Citarum segera membuat program-program penanganan Citarum," tandasnya. ***

WJT / van

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya