backgroud
logo

Fokus

 

Secepatnya akan Diumumkan, Jokowi Akui Sudah Susun Kabinet Kerja II

Secepatnya akan Diumumkan, Jokowi Akui Sudah Susun Kabinet Kerja II

 
Secepatnya akan Diumumkan, Jokowi Akui Sudah Susun Kabinet Kerja II
Secepatnya akan Diumumkan, Jokowi Akui Sudah Susun Kabinet, 12/7/2019. (WJtoday/Yoga Enggar)
WJtoday
Jumat, 12 Juli 2019 | 13:02 WIB
WJtoday, Jakarta - Presiden Joko Widodo mengakui sudah menyusun komposisi menteri untuk kabinet periode 2019-2024. Jokowi menyebut akan secepatnya mengumumkan formasi Kabinet Indonesia Kerja jilid II tersebut.

"Sudah, sudah (menyusun kabinet), secepatnya (diumumkan)," kata Jokowi di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (12/7/20119).

Jokowi belum mau bicara terbuka soal komposisi para menterinya. Ia hanya menyatakan formasi kabinetnya diisi dari kalangan partai dan profesional.

"Kira-kira 60 (partai):40 (profesional) atau 50:50. Kira-kira itu," ujarnya.

Presiden terpilih itu tak mempermasalahkan sejumlah partai pendukungnya sudah meminta kursi menteri. Partai politik yang sudah terbuka menyampaikan harapan mendapatkan kursi menteri antara lain PKB, NasDem, serta PPP.

"Ya enggak apa-apa mau minta 10, mau minta 11, mau minta 9. Kan enggak apa-apa, wong minta aja," tuturnya.

Sebelumnya Jokowi sudah menerima Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartato, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum NasDem Surya Paloh, dan Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa.

Usai pertemuan, Selasa (9/7), Suharso mengungkapkan bahwa pihaknya turut membahas kabinet bersama Jokowi. Menurut Suharso, Jokowi mempersilakan PPP mengajukan jatah kursi menteri untuk periode 2019-2024.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan saat ini Jokowi tengah melakukan konsolidasi internal dengan para partai pendukung.

"Penguatan koalisi pasti selalu terjadi kepada siapapun, karena sekali lagi Pak Jokowi selalu memikirkan bagaimana negara ini dibangun secara bersama-sama," ujar Moeldoko beberapa waktu lalu.

Jokowi terpilih kembali sebagai presiden bersama Ma'ruf Amin. Jokowi-Ma'ruf unggul dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Jokowi-Ma'ruf didukung oleh PDIP, Golkar, NasDem, PKB, PPP, Hanura, PSI, Perindo, PKPI, serta menyusul kemudian PBB.

Kabiner Kerja I

Cari Sosok Muda Jadi Menteri
Jokowi menambahkan bakal ada sosok anak muda dalam kabinet periode kedua 2019-2024. Ia mengaku sudah meminta partai politik pendukung menyetorkan kader mudanya masing-masing untuk menjadi menteri.

"Saya minta dari partai juga ada (kader) yang muda. Ada dari profesional juga (yang tergolong muda untuk menjadi menteri)," kata Jokowi.

Namun, Jokowi mengatakan bila partai tak bisa menyediakan kader usia muda, dirinya akan merekrut kalangan profesional yang tergolong muda untuk duduk di kabinet. Menurutnya, profesional yang berusia muda saat ini banyak.

"Kalau enggak ada dari partai ya kita cari sendiri. Profesional muda kan sekarang banyak banget," ujarnya.

Mantan Wali Kota Solo itu mengungkapkan sejumlah menteri dalam Kabinet Kerja juga banyak yang dirinya pertahankan. Namun, ia tak menyebut siapa saja menteri yang akan melanjutkan tugas dalam periode kedua pemerintahannya.

"Banyak (yang dipertahankan). Ya nanti dilihat. Kalau keluar dilihat," tuturnya.

Ketum PDIP Perjuangan, Megawati Soekarnoputri

Megawati Serahkan Urusan Pemilihan Kandidat Menteri Ke Jokowi
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyerahkan sepenuhnya kepada presiden Joko Widodo soal pemilihan menteri di kabinet dan koalisi parpol.

Mega, begitu sapaan akrabnya, menyatakan dirinya sebagai ketum parpol hanya bertugas untuk mencari kembali pasangan capres-cawapres untuk dipilih rakyat.

"Sama sekali saya menyerahkannya ke presiden," kata Megawati dalam keterangan tertulisnya, Rabu (10/7/2019).

Mantan Presiden RI ke-5 itu mengatakan kemungkinan yang bisa dilakukan para parpol pendukungnya, tak terkecuali PDI Perjuangan hanya sekadar menyarankan nama. Ia menegaskan hanya Jokowi yang nanti memutuskan siapa saja yang akan dipilihnya menjadi menteri, dengan pertimbangannya sendiri.

"Tetapi tidak ada sebuah bentuk perhitungan yang proporsional bahwa seharusnya begini begitu," ujar Megawati.

Tak hanya itu, Megawati juga menyerahkan semua keputusan terkait perubahan komposisi koalisi ke Jokowi. Meski begitu, tak menutup kemungkinan Megawati turut akan memberikan masukan langsung kepada Jokowi.

Belakangan ini santer wacana kemungkinan Partai Gerindra, Demokrat dan PAN bergabung ke koalisi pemerintah.

"Kalau untuk urusan itu, saya nanti akan ngomong, tapi tidak di sini," ujar Megawati. 

Wapres Jusuf Kalla

JK: Partai Pendukung Jokowi Berhak Dapat Jatah Menteri
Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebut partai pendukung presiden-wakil presiden terpilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin berhak mengusulkan dan mendapat jatah menteri.

"Ya partai pendukung presiden yang mendukung di DPR berhak mendapat jatah menteri, itu berhak," ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta, beberapa waktu lalu.

JK tak menampik bahwa pemerintah tetap membutuhkan dukungan dari wakil partai di parlemen. Sebab, dalam penunjukan menteri presiden mesti mempertimbangkan jumlah perolehan kursi di DPR dan kapasitas yang dibutuhkan.  Namun menurutnya, pembagian jatah menteri itu tetap menjadi kewenangan presiden.

"Selama mengusulkan silakan saja. Tapi yang menentukan siapa [menteri]-nya, berapa [jatah]-nya, itu presiden. Itu kan tergantung perolehan kursi di DPR dan kapasitas yang dibutuhkan," katanya. 

Beberapa partai sebelumnya telah menyodorkan sejumlah nama menteri kepada Jokowi. Salah satunya adalah PKB yang menyodorkan 20 nama menteri. Sementara Golkar juga pernah menyampaikan soal lima jatah menteri bagu partai berlambang pohon beringin itu. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya