backgroud
logo

Fokus

 

TKN: Kalau Mau Pulang ya Pulang, Jokowi tak Pernah Usir Rizieq Shihab

TKN: Kalau Mau Pulang ya Pulang, Jokowi tak Pernah Usir Rizieq Shihab

 
TKN: Kalau Mau Pulang ya Pulang, Jokowi tak Pernah Usir Rizieq Shihab
TKN: Kalau Mau Pulang ya Pulang, Jokowi tak Pernah Usir Rizieq Shihab. 12/7/2019. (suara merdeka)
WJtoday
Jumat, 12 Juli 2019 | 14:22 WIB
WJtoday, Jakarta - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Arya Sinulingga berkomentar terkait permintaan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk memulangkan pentolan Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke tanah air sebagai satu syarat rekonsiliasi pasca Pilpers 2019.

Menurutnya, syarat itu tak perlu diminta karena pemerintahan Jokowi tak pernah mengusir Habib Rizieq ke luar negeri.

"Kalau beliau (Habib Rizieq) mah pulang ya pulang saja, enggak pernah ada yang ngusir," kata Arya saat ditemui di kawasan SCBD, Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Dia juga mengatakan, kepergian Rizieq ke Arab Saudi itu juga terjadi sebelum pelaksanaan Pilpres. Jadi menurutnya, permintaan ke pemerintah untuk memulangkan Habib Rizieq tak bisa menjadi syarat kubu Prabowo untuk melaksanakan rekonsiliasi.

Lebih lanjut, Arya mengatakan, pemerintah juga tidak pernah menghalang-halangi Rizieq untuk bisa kembali ke Indonesia.

"Enggak ada kaitan sama Pilpres kok, dulu kan dia pergi enggak ada urusan sama pilpres, pilpres belum mulai loh, Habib Rizieq sudah pergi ke Arab Saudi, kalau mau pulang ya pulang saja," kata dia.


Sebelumnya, Sekjen DPP Partai Gerindra, Ahmad Muzani tidak menyangkal bahwa salah satu syarat rekonsiliasi antara kubu Prabowo dan Jokowi adalah pemulangan Habib Rizieq dan pembebasan para tokoh yang ditahan kepolisian.

"Ya keseluruhan bukan hanya itu (pemulangan Rizieq) kan beberapa waktu lalu banyak ditahan ratusan orang," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (9/7/2019).

Dia menilai, dengan langkah pemulangan Habib Rizieq dan pembebasan para tokoh, diharapkan ketegangan di tengah masyarakat menjadi mengendor sehingga gesekan tidak ada lagi.

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, Arya Sinulingga

Muzani mengatakan tidak ada syarat lain yang diajukan pihaknya kepada Jokowi, selain pemulangan Rizieq dan pembebasan sejumlah orang yang ditahan karena perbedaan pandangan politik di Pemilu 2019.

Dahnil Sebut Rizieq Tak Bisa Pulang, Abu Janda: Kunci Portal ada di Firza
Mantan Koordinator BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan penyebab Rizieq Shihab tak bisa pulang ke tanah air. Menurutnya, kepulangannya ke tanah air bukan karena terhalang denda yang harus dibayar usai overstay di Arab Saudi.

Melainkan, ada portal yang menghalangi kepulangan Rizieq dan hanya pemerintah yang dapat membuka untuk kemudian memulangkan Rizieq kembali ke Indonesia.

"Kunci Portal Habib Rizieq bisa pulang ke Indonesia ada di tangan Pemerintah kita bukan di Pemerintah Saudi seperti narasi overstay, bayar denda seperti disampaikan Dubes. Bila masalah teknis itu sebabnya, tentu sudah diselesaikan cepat. Mari kita kubur dendam politik salah satunya dengan membuka portal," tulis Dahnil di akun Twitter miliknya @Dahnilanzar, Jumat (12/7/2019).

Cuitan Dahnil mengenai kunci portal kepulangan Rizieq ada di pemerintah Indonesia, mendapat tanggapan dari warganet. Satu di antaranya dari akun Twitter @permadiaktivis milik Permadi Arya atau Abu Janda.

Abu Janda menyebut kunci kepulangan Rizieq bukan di pemerintah melainkan ada di tangan Firza Husein, wanita yang sempat terjerat kasus chat mesum bersama Rizieq.

"Kunci portal Rizieq ada di @Firzahusain," tulis Abu Janda.

Firza Husein

Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel menyatakan bahwa halangan Rizieq pulang ke tanah air adalah karena harus membayar denda karena izin tinggalnya sudah habis. Maftuh menjelaskan Rizieq terbebani denda sebesar Rp 110 juta karena telah tinggal melebihi izin di Arab Saudi.

"Ya bayar denda overstay. Satu orang Rp 110 juta," terang Maftuh.

Sebagaimana diketahui, setelah sekian lama menjadi perbincangan 'panas', polisi akhirnya resmi menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) atas kasus chat mesum via WhatsApp yang menjerat imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dengan seorang wanita bernama Firza Husein.

Terbitnya SP3 diumumkan langsung oleh Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal. Menurutnya, penghentian kasus tersebut berawal dari permintaan Rizieq melalui pengacaranya.

Dari hasil gelar perkara penyidik polisi, tidak ditemukan cukup bukti karena sang pengunggah konten pornografi itu belum ditemukan.

"(SP3) itu kewenangan penyidik. Tapi terhadap kasus ini dapat dibuka kembali bila ditemukan bukti baru," ucap Iqbal beberapa waktu lalu.

Beberapa hari sebelum SP3 resmi diumumkan kepolisian, pihak Rizieq sudah terlebih dahulu mengeluarkan pernyataan apabila kasus tersebut sudah dihentikan. Bahkan, Rizieq mengumumkan sendiri SP3 tersebut melalui saluran Youtube. SP3 itu juga diterbitkan bagi tersangka lain yakni Firza Husein. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya