backgroud
logo

Fokus

 

Alumni 212: Kami Tidak Lagi Bersama Prabowo

Alumni 212: Kami Tidak Lagi Bersama Prabowo

 
Alumni 212: Kami Tidak Lagi Bersama Prabowo
Alumni 212: Kami Tidak Lagi Bersama Prabowo, 13/7/2019. (detik.com)
WJtoday
Sabtu, 13 Juli 2019 | 17:27 WIB
WJtoday, Jakarta - Persaudaraan Alumni (PA) 212 telah menentukan sikap setelah Prabowo Subianto dan Presiden Joko Widodo bertemu serta sepakat mengakhiri istilah 'cebong' dan 'kampret'. PA 212 menegaskan sudah tak lagi bersama Prabowo dan akan terus meneruskan perjuangan mereka.

"Secara pribadi, istilah 'sepakat akhiri cebong dan kampret' itu istilah buat Prabowo sendiri, kami bukan bagian dari apa yang Prabowo atau Jokowi sebut, karena buat kami, perjalanan perjuangan ini harus berlanjut," kata juru bicara PA 212 Novel Bamukmin kepada wartawan, Sabtu (13/7/2019).

"PA 212 sudah kembali kepada khitoh semula, yaitu sudah tidak lagi bersama partai mana pun, juga Prabowo atau BPN (Badan Pemenangan Nasional)," imbuhnya.

Novel mengatakan PA 212 masih akan terus berjuang untuk melawan kecurangan. Dia juga mengungkit kematian petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).


"Sudah tidak lagi bersama Prabowo-Sandi, juga BPN-nya, karena kami tidak bisa toleransi terhadap kecurangan, bahkan sampai korban nyawa, baik tragedi berdarah 21-22 Mei 2019 atau petugas KPPS kurang-lebih 500-an lebih yang wafat tidak wajar," ucapnya.

Juru bicara PA 212 Novel Bamukmin

Meski begitu, Novel mengatakan PA 212 akan tetap berada di barisan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab. Dia menyebut akan tetap menunggu arahan dari Habib Rizieq dan ulama.

Seperti diketahui, hari ini Prabowo dan Jokowi bertemu di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Mereka juga sempat memberikan keterangan pers terkait pertemuan itu.

Prabowo dan Jokowi juga telah sepakat mengakhiri istilah 'cebong' dan 'kampret'. Mereka sepakat mengedepankan persatuan untuk Indonesia.

"Sudahlah, tak ada 'cebong-cebong', 'kampret-kampret', semuanya Merah Putih," tegas Prabowo saat konferensi pers di Stasiun MRT, Senayan, Jakarta Pusat.

Pernyataan Lengkap Jokowi-Prabowo Serukan Tak Ada Lagi Cebong-Kampret
Jokowi dan Prabowo naik MRT bareng dari Stasiun Lebak Bulus menuju Stasiun Senayan. Selama di perjalanan, kedua tokoh itu tampak berbincang akrab. 

Seusai turun dari MRT, Jokowi dan Prabowo bersama-sama menyampaikan pernyataan pers. Kedua kontestan di Pilpres 2019 itu sepakat untuk bersatu. 


"Setelah kontestasi, kompetisi di pilpres, kita tahu kompetisi di pilpres adalah kompetisi yang harus ngomong apa adanya, kompetisi yang sangat keras baik di antara kami atau pendukung. Oleh sebab itu setelah Pilpres usai, silaturahim antara saya dan Prabowo bisa kita lakukan pada pagi hari ini. Alhamdulilah sekali lagi sebagai sahabat, kawan, saudara. Saya sangat berterimakasih atas pengaturan sehingga kami bisa bertemu dengan Pak Prabowo," ujar Jokowi di Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Sabtu (13/7/2019).


Pernyataan Jokowi
Seluruh rakyat Indonesia yang saya cintai pertemuan saya dengan Bapak Prabowo Subianto pada pagi hari ini adalah pertemuan seorang sahabat, pertemuan seorang kawan, pertemuan seorang saudara. Yang sebetulnya ini sudah kita rencanakan lama tetapi Pak Prabowo juga sibuk, sering mondar mandir ke luar negeri. Saya juga begitu. Perga-pergi dari Jakarta ke daerah dan ada juga yang ke luar. Sehingga pertemuan yang telah lama kita rencanakan belum bisa terlaksana dan alhamdulilah pada pagi hari ini kita bisa bertemu dan mencoba MRT karena saya tahu Pak Prabowo belum pernah coba MRT. 

Yang kedua setelah kontestasi kompetisi di pilpres, kita tahu kompetisi di pilpres adalah kompetisi yang harus ngomong apa adanya kompetisi yang sangat keras baik di antara kami atau pendukung. Oleh sebab itu, setelah pilpres usai, silaturahim antara saya dan Pak Prabowo bisa kita lakukan pada pagi hari ini. Alhamdulilah sekali lagi sebagai sahabat kawan saudara. Saya sangat berterimakasih atas pengaturan sehingga kami bisa bertemu dengan Pak Prabowo. 

Dan kita juga berharap agar para pendukung juga melakukan hal yang sama karena kita adalah negara sebangsa dan setanah air. Tidak ada lagi yang namanya 01 tidak ada lagi yang namanya 02. 

Tidak ada lagi yang namanya cebong. Tidak ada lagi yang namanya kampret. Yang ada adalah garuda. Garuda pancasila. 

Marilah kita rajut, kita gerakkan kembali persatuan kita sebagai sebagai sebuah bangsa. Karena kompetisi global dan antar negara sekarang ini semakin ketat sehingga memerlukan sebuah kebersamaan dalam membangun negara yang kita cintai. 


Pernyataan Prabowo
Yang saya hormati Bapak Jokowi Presiden RI, saudara-saudara sekalian sebangsa dan setanah air. Hari ini sebagaimana saudara saksikan saya dan Pak Jokowi bertemu di atas MRT. Ini juga gagasan beliau. Beliau tahu bahwa saya belum pernah naik MRT, jadi saya terima kasih. Saya naik MRT luar biasa. Kita bangga bahwa Indonesia akhirnya punya MRT yang bisa membantu kepentingan rakyat. Walaupun pertemuan ini seolah-olah tidak formal tetapi saya kira memiliki suatu dimensi dan arti yang sangat penting. Ada yang bertanya kenapa Pak Prabowo belum ucapkan selamat atas ditetapkannya Pak Jokowi sebagai presiden 2019-2024. Saya katakan saya ini bagaimanapun ada ewuh pekewuh ada toto kromo. Jadi kalau ucapan selamat maunya langsung tatap muka. 

Saudara-saudara. Dikatakan beliau bahwa kita bersahabat dan kita berkawan. Memang kenyataan seperti itu. Jadi kalau kita kadang-kadang bersaing, kadang-kadang saling mengkritik, itu tuntutan politik dan demokrasi. Tetapi sesudah berkompetisi dan bertarung dengan keras, kadang-kadang. Tetapi kita tetap dalam kerangka keluarga besar RI. Kita sama-sama anak bangsa. Kita sama-sama patriot dan sama-sama ingin berbuat terbaik untuk bangsa. 

Saya mengerti banyak yang mungkin masih emosional. Kita mengerti banyak hal yang kita harus perbaiki. Intinya saya berpendapat bahwa antara pemimpin kalau hubungannya baik kita bisa saling ingatkan. Kalau beliau mau ketemu saya ya saya akan manfaatkan untuk menyampaikan hal-hal demi kebaikan bersama. Jadi saya ucapkan selamat bekerja. 

Menjadi presiden itu mengabdi. Masalah yang dipikul besar. Kami siap membantu kalau diperlukan. Mohon maaf kalau kita mengkritisi bapak sekali-sekali. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


   

Terkini

 

Berita Lainnya