backgroud
logo

Trensosial

 

Pasang Foto Cantik Editan di Kertas Suara, Caleg DPD NTB Digugat

Pasang Foto Cantik Editan di Kertas Suara, Caleg DPD NTB Digugat

 
Pasang Foto Cantik Editan di Kertas Suara, Caleg DPD NTB Digugat
Wajah Evi Apita Maya hasil editan (kiri) yang dipasang di kertas suara, dan tanpa editan (kanan)..
WJtoday
Sabtu, 13 Juli 2019 | 17:21 WIB
WJtoday, Jakarta - Calon Legislatif (Caleg) terpilih Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Daerah Pemilihan (Dapil) Nusa Tenggara Barat (NTB) Evi Apita Maya digugat ke Makhamah Konstitusi (MK) oleh caleg lainnya, Farouk Muhammad.

Kemenangan Evi yang menempati urutan pertama dalam perolehan suara Pemilu Legislatif (Pileg) 2019, April lalu dipermasalahkan Farouk. Pasalnya, Caleg DPD NTB nomor urut 26 ini memasang pas foto hasil editan yang batas kewajaran hingga tampak sangat cantik jauh dibanding foto aslinya. Perbuatan Evi memasang foto editan tersebut dinilai perbuatan tidak jujur.

Farouk lewat kuasa hukumnya, Heppy, mendalilkan pelanggaran administrasi dan pelanggaran proses Pemilu kepada Evi. Untuk memperkuat gugatannya, Heppy bakal menghadirkan ahli ke muka persidangan pada agenda mendengar keterangan saksi dalam sidang gugatannya di MK.

"Calon anggota DPD RI nomor urut 26 atas nama Evi Apita Maya diduga telah melakukan manipulasi atau melakukan pengeditan terhadap pas foto di luar batas kewajaran," papar Heppy dalam persidangan Majelis Konstitusi  di Ruang Sidang MK, Jakarta Pusat, Jumat (12/7/2019).

Selain memasang foto editan di kertas suara, jelas Happy, Evi juga memajang foto nya tersebut pada alat peraga kampanye berupa spanduk, dan membubuhi logo DPR RI di dalamnya. Padahal yang bersangkutan sebelumnya tidak pernah tercatat sebagai anggota DPR RI. Perbuatannya ini diklaim berdampak pada perolehan suara Evi pada Pileg 9 April lalu yang mencapai 283.932 suara.

Hasil gambar untuk evi apita maya
Evia Apita Maya di sela-sela kegiatannya.

Happy menegaskan, banyak masyarakat NTB yang memilih Evu hanya karena mempertimbangkan kecantikan parasnya pada foto yang ada di spanduk dan kertas suara

"Perbuat calon nomor urut 26 atas nama Evi Apita Maya telah nyata mengelabui dan menjual lambang negara untuk simpati rakyat NTB," ungkap Heppy.

"Paling tidak dapat dilacak dari pemilih yang memilihnya dengan alasan foto calon nomor urut 26, cantik dan menarik," sambungnya.

Calon anggota DPD RI lainnya untuk Provinsi NTB juga disebut merugi atas perbuatannya itu. Ia dituduh melanggar asas Pemilu soal kejujuran.

"Pemilih, Pemohon beserta calon anggota DPD RI lainnya merasa tertipu dan dibohongi. Dengan demikian telah melanggar asas Pemilu karena tidak jujur," pungkas Heppy.

Evi Apita Maya nomor urut 26 memasang foto cantik hasil editan di kertas suara pada Pemilu 2019 lalu.

Evi Membantah
Evi sendiri membantah telah melakukan manipulasi terhadap foto pencalonannya. Dia mengatakan, tudingan itu hanya pekerjaan lawan politik yang tidak berbobot.

“Sebenarnya mereka mengira foto yang digunakan oleh saya itu foto lama, tidak menggunakan foto baru,” kata Evi di temui di BTN Kekalek Mataram, Selasa (14/5/2019), dikutip kompas.com.

Evi menyebutkan, pihak KPU sudah mengklarifikasi persoalan tudingan atas foto dirinya dan tidak ada persoalan.

Foto Evi Apita Maya, peraih suara terbanyak calon DPD RI wilayah NTB.
Foto cantik Apita Maya dipasang di spanduk pada masa kampanye Pemilu 2019 lalu.

Bukan Ranah Rekapitulasi
Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB sendiri telah menuntaskan pleno rekaputulasi dan penetapan hasil Pemilu 2019 pada Selasa (14/5/2019) lalu. Hasilnya, 4 orang caleg lolos menjadi anggota DPD RI.

Masing-masing yakni Evi Apita Maya, nomor urut 26 yang meraih suara terbanyak yaitu 283.932 suara. Disusul H Achmad Sukisman Azmy nomor urut 21 yang juga mantan Ketua PWI NTB dengan 268.905 suara. TGH Ibnu Halil nomor urut 29 meraih 245.570 suara, dan H Lalu Suhaimi Azmi nomor urut 35 dengan 207.352 suara.

Dalam pleno KPU NTB tersebut, Farouk pun telah melaporkan adanya kecurangan, di antaranya soal pemalsuan dokumen foto yang dilakukan Evi.

Menangapi laporan pengunaan foto tersebut, Ketua KPU NTB Suhardi Soud mengatakan hal itu bukan ranah rekapitulasi, serta foto itu sudah sesuai dengan mekanisme pendaftaran calon.

"Kenapa kita tetapkan dengan foto itu? Ya, memang fotonya dia dan sudah diparaf juga kan. Kalau dia (Evi Apita) menyatakan itu foto dia dan ada paraf, itu sah," kata Suhardi.

"Aduan soal foto Ibu Evi Apita Maya itu masuk dalam DC2 atau pengaduan dan sudah kita bacakan dan menjadi lampiran hasil pleno rekapitulasi kita," sambungnya. ***

WJT / dms

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya