backgroud
logo

Trensosial

 

Warganet Kecewa Prabowo, Twitter Gerindra 'Diserang'

Warganet Kecewa Prabowo, Twitter Gerindra 'Diserang'

 
Warganet Kecewa Prabowo, Twitter Gerindra 'Diserang'
Warganet Kecewa, Prabowo dan Twitter Gerindra 'Diserang', 13/7/2019. (WJtoday/Yoga Enggar)
WJtoday
Minggu, 14 Juli 2019 | 11:25 WIB
WJtoday, Bandung - Rekonsiliasi antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto nyatanya tak membuat semua pihak senang. Di antaranya adalah warganet yang 'menyerang' akun Twitter resmi Partai Gerindra @Gerindra.

Mulanya sebuah akun warganet @andrebirumuda mempertanyakan sikap Prabowo yang melakukan rekonsiliasi. Dia mengaku tak menduga Prabowo bakal bertemu Jokowi.

"Keadaan memaksa itu maksudnya apa ya min, apa Pak Prabowo sedang tersandera kasus hukum yang berat, sehingga bisa bener-benar mengabaikan suara pendukungnya? Tak Kusangka!!," tulis Andre dalam akunnya, Sabtu (13/7/2019).

Akun Gerindra pun menjawab pertanyaan Andre dengan mencoba menjelaskan maksud Prabowo rekonsiliasi. Gerindra menyatakan bahwa Prabowo memutuskan rekonsiliasi karena tak ingin ada korban dari rezim yang sedang berjalan.

Akun Gerindra juga memastikan meski rekonsiliasi berlanjut, Prabowo tetap memperjuangkan hak rakyat Indonesia.

"Selamat siang Bung Andi. Pak @prabowo diundang untuk mencoba MRT oleh jokowi. Sebagai warga negara yang baik Pak @prabowo ketika mendapat undangan dari kepala negara sebisa mungkin tentu akan hadir, apalagi jika menyangkut kepentingan rakyat, bangsa, dan negara."

"Bung harus berapa korban lagi yang jatuh di rezim ini? Pak @prabowo sangat tidak bisa melihat itu. Jangan sampai rakyat yang menjadi korban. Jika dimata sahabat apa yang Pak @prabowo lakukan hari ini salah, jangan pernah menilai beliau berhenti memperjuangkan hak rakyat Indonesia," jelasnta.


Balasan itu banyak mendapat respons, yang mengungkap akan meninggalkan Prabowo.

Salah satunya akun Melidya Sari @Orangberiman6. Dia mengucapkan selamat tinggal kepada Prabowo.

"Kalau jatuh korban jangan nanggung, sekalian semua turun revolusi, rebut kekuasaan, depan mata anda di tipu, digebukin, jatuh korban, lalu anda diam dan malah melakukan undertable politik dibalik layar. Maaf, selamat tinggal @prabowo," tulis dia.

Senada, akun Twitter Pakde Harry @pakde_herry menyampaikan kekecewaannya terhadap Prabowo. Bahkan ia menyebut Prabowo penghianat dengan rekonsiliasi tersebut

"Tindakan yang sungguh mengecewakan kami Pak @prabowo. Apa anda sadar jika ada kemungkinan anda diperalat oknum yang ada disekitarmu yang ngincer jabatan ? Jangan terlalu lugu pak. Kami sangat kecewa dengan tindakanmu dan dihati saya pribadi kau adalah PENGHIANAT !," tegas dia. Lalu dia menulis lagi:

"Prabowo diperalat oleh oknum yg ada disekitarnya yg ngincer jabatan...yg nganjurkan bertemu, tanpa perduli jutaan hati rakyat pendukungnya yg kecewa.."


Prabowo Jadi Bahan Pembicaraan di Twitter, 79 Persen Milenial
Direktur Komunikasi Indonesia Indicator, Rustika Herlambang, menyatakan Prabowo Subianto menjadi bahan pembicaraan para netizen di media sosial Twitter yang 79 persen adalah milenial.

Hal ini juga dinyatakan Rustika dalam cuitannya di akun Twitter pada Sabtu (13/7/2019). Pernyataan itu dibuat Rustika setelah Prabowo bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini pada sekitar pukul 10.00 WIB.

"Sejak pukul 11.30 hingga 17.35 Wib, terdapat sebanyak 56 ribu percakapan yang ditujukan pada Jokowi. Sementara percakapan yang menyebut nama Prabowo terdapat sebesar 101.027 percakapan," kata Rustika saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (13/7) . 

Pertemuan tersebut menuai banyak reaksi masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung seperti para netizen yang bercuit di media sosial Twitter.

Percakapan terkait rekonsiliasi kedua tokoh itu pun menurut Rustika juga kerap menjadi trending topic di Twitter sejak Pilpres 2019 dilaksanakan.

"Percakapan tentang Jokowi Prabowo dan pasca pilpres hampir tiap hari bergaung di lini masa twitter. Ada trending topik yangg senantiasa dimunculkan oleh para netizen tentang harapan mereka terhadap capres cawapresnya," jelas dia. 

Lebih lanjut, Rustika juga memaparkan apa maksud dari tangkapan layar data yang dihimpun oleh Twitter yang ia bagikan di akunnya itu.

Data itu menunjukan jumlah kata berdasarkan sejumlah kategori dalam cuitan netizen pada hari ini sejak pukul 11.30 hingga 16.42 Wib. Waktu yang diambil merupakan waktu yang tepat untuk menangkap reaksi dan sikap netizen pada saat pertemuan itu terjadi. 

Dinyatakan dari 49.627 cuitan netizen yang menyebut nama Jokowi-Maruf Amin, terdapat 90 hingga mendekati 100 kata yang dikategorikan sebagai 'disgust' atau umpatan per 11 menitnya dari pukul 11.30 hingga 16.42 WIB. 


Rustika menjelaskan kata 'cebong' dan 'kampret' tergolong dalam kategori umpatan yang disimbolkan degan warna ungu itu.

"Pernyataan Jokowi soal "cebong" dan "Kampret" paling banyak dikutip oleh netizen, dan lagi, direspons dengan berbagai emosi," terangnya. 

Namun, kata-kata yang tergolong 'joy' dan 'trust' juga terhitung cukup banyak dalam kurun waktu tersebut, yakni sekitar 40 kata per 11 menit untuk trust dan sekitar 70 kata untuk Joy. 

"Yang dominan menyebut nama Jokowi, pada awalnya terlihat bahwa emosi trust, dukungan, kesepakatan pada keputusan Jokowi merupakan emosi terbesar, selain juga emosi joy yang mengutarakan kesenangan, dan juga emosi anticipation yang berisi harapan terhadap pertemuan itu," tutur Rustika. 

Selain itu, dari 88.266 cuitan netizen yang menyebut Prabowo-Sandi, polanya hampir sama. Cuitan tergolong umpatan itu juga dihitung sebanyak 80-100 kata per 11 menit. 

Kata-kata untuk kategori Joy dan Trust juga tergolong sama dengan penyebut nama Jokowi. 

"Netizen terlihat ada kesan kecewa, kaget, dan sedih pada saat pertemuan itu terjadi. Secara garis besar, emosi yang ditujukan pada Prabowo lebih bervariasi," ujar dia. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya