backgroud
logo

Fokus

 

Sandiaga Uno: Jika ada Kesempatan, Saya Terhormat Jadi Oposisi

Sandiaga Uno: Jika ada Kesempatan, Saya Terhormat Jadi Oposisi

 
Sandiaga Uno: Jika ada Kesempatan, Saya Terhormat Jadi Oposisi
Sandiaga Uno: Jika ada Kesempatan, Saya Terhormat Jadi Oposisi. (tribun news)
WJtoday
Minggu, 14 Juli 2019 | 21:16 WIB
WJtoday, Bandung - Mantan calon wakil presiden Sandiaga Uno menyatakan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin membutuhkan pengawasan. Dalam konteks itu dia menyebut merasa terhormat jika ada kesempatan menjadi oposisi.

"Saya terhormat jika ada kesempatan untuk menjadi oposisi. Mengawasi kinerja pemerintahan," kata Sandiaga kepada wartawan saat bertemu Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir, di Kemang, Jakarta, Sabtu.

Sandiaga bertemu Erick Thohir hanya beberapa jam setelah Prabowo Subianto bertemu Jokowi di Stasiun MRT Lebak Bulus. 

Pertemuan Jokowi dan Prabowo ini diapresiasi banyak pihak dan diharapkan jadi titik awal rekonsiliasi pendukung Prabowo-Sandi dan Jokowi-Ma'ruf. 

Jokowi dalam pertemuan itu bahkan menyatakan sudah tak ada lagi perseteruan antara kecebong, kata yang menggambarkan pendukung Jokowi, dengan kampret alias pendukung Prabowo.

Di sisi lain, Sandi menegaskan ada prinsip ketika tak menjadi pilihan masyarakat, perlu untuk tetap setiap menjadi oposisi. 


Hal itu disebutnya demi kebaikan sistem demokrasi yang diterapkan di Indonesia.

"Sebagai orang yang komit terhadap demokrasi, kita harus berani menelan pil pahit. Kita harus yakin prinsip mereka meskipun belum dipilih masyarakat kita setia mengawal pembangunan ini sebagai oposisi," ujar Sandi.

Sandi dalam kesempatan itu juga menekankan pentingnya peran generasi milenial di masa depan. Dia bilang generasi milenial bakal menentukan kemajuan ekonomi Indonesia. 

Salah satu tantangan besar menurut Sandi, adalah mewujudkan visi Indonesia sebagai salah satu negara dengan perekonomian yang kuat pada 2045, dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,4 persen.

"Di situlah generasi muda kita harus mulai saat ini membangun di kariernya masing-masing," kata Sandi.

Gerindra: Pesta Demokrasi Tutup Buku, 'Everybody Happy'
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengatakan pertemuan antara dua calon presiden pasca Pilpres 2019, Joko Widodo dan Prabowo Subianto menutup semua cerita tentang Pilpres.

"Pertemuan ini sekaligus menutup buku cerita pesta demokrasi Indonesia kita yang diakhiri dengan everybody happy, yang nantinya bisa menjadi bahan bacaan bagi generasi berikutnya," kata Arief dalam keterangan tertulisnya, Sabtu.

Jokowi dan Prabowo menggelar pertemuan di Jakarta. Pertemuan diawali keduanya di stasiun MRT Lebak Bulu, dan kemudian keduanya melanjutkan perjalanan menggunakan MRT ke sebuah restoran di Senayan.

Dalam pertemuan itu, Prabowo mengucapkan selamat kepada Jokowi yang memenangkan Pilpres 2019.

Menurut Arief, silaturahmi antara Jokowi dengan Prabowo jugamenjadi simbol agar para pendukung mengikuti, dan saling bersilahturahmi.

"Ini kan namanya silahturahmi antar sahabat yang kemarin saling bertanding. Kita semua satu bangsa satu tanah air dan punya tujuan yang sama yaitu bekerja untuk Indonesia agar masyarakat adil makmur," kata Arief.


Sementara itu, Anggota Dewan Pembina Gerindra Mulyadi mengatakan pertemuan hari ini merupakan bukti bahwa Prabowo memiliki pandangan yang luas tentang masa depan bangsa.

"Pak Prabowo tinggal di daerah pegunungan, sudut Pandang beliau lebih luas melihat di atas ketinggian, termasuk melihat kondisi bangsa hari ini dan masa depan," kata Mulyadi, seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Pertemuan Jokowi-Prabowo dinanti publik dan baru terlaksana hari ini. Desakan agar kedua kubu yang bertarung di Pilpres melakukan rekonsiliasi menguat setelah Pilpres 2019.

Usai KPU mengumumkan pemenang Pilpres 2019, kubu Prabowo sempat melakukan protes dan berunjuk rasa di depan KPU. Mereka menolak hasil Pilpres 2019 karena menduga ada kecurangan dalam Pilpres.

Kubu Prabowo kemudian menggugat hasil penetapan KPU itu ke Mahkamah Konstitusi. Namun, sembilan hakim MK menolak gugatan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya