backgroud
logo

Fokus

 

GNPF Pastikan Gelar Ijtimak Ulama-Tokoh IV dalam Waktu Dekat

GNPF Pastikan Gelar Ijtimak Ulama-Tokoh IV dalam Waktu Dekat

 
GNPF Pastikan Gelar Ijtimak Ulama-Tokoh IV dalam Waktu Dekat
GNPF Pastikan Gelar Ijtimak Ulama-Tokoh IV dalam Waktu Dekat, 15/7/2019. (CNNIndonesia)
WJtoday
Senin, 15 Juli 2019 | 21:53 WIB
WJtoday, Jakarta - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama akan menggelar Ijtimak Ulama dan Tokoh Nasional ke-4 dalam waktu dekat. Ketua Umum GNPF-Ulama Yusuf Muhammad Martak membantah gelaran Ijtimak Ulama sebagai respons pertemuan Joko Widodo dan Prabowo Subianto, akhir pekan silam.

"Kami merencanakan akan mengadakan rapat untuk kepanitiaan guna pelaksanaan Ijtimak Ulama yang ke-4," ujar Yusuf di Hotel Alia Cikini, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Yusuf membeberkan secara garis besar ijtimak akan membahas sikap umat yang bergabung dalam GNPF-Ulama atas kondisi bangsa saat ini. Dalam ijtimak, kata dia, pada intinya akan menampung aspirasi peserta. GNPF menepis bereaksi keras soal pertemuan Jokowi-Prabowo.

"Jadi sampai hari ini kami santai-santai, tenang-tenang, tidak terpengaruh dengan isu maupun apapun yang terjadi atau sesuatu peristiwa atau pertemuan," ujarnya.

Juru bicara FPI, Munarman menegaskan ijtimak kali ini untuk konsolidasi dan mengevaluasi seluruh keputusan yang lahir dalam ijtimak sebelumnya. 

"Ijtimak ke IV ini untuk kita melakukan konsolidasi antara ulama dan umat," ujar Munarman.

Munarman mengklaim ijtimak yang digelar GNPF Ulama bukan hanya membahas soal politik. Ia menyebut ijtimak juga membahas soal dakwah, ekonomi, hingga kemanusiaan. Namun, ia tidak mengelak bidang politik yang dihasilkan ijtimak menjadi perhatian lantaran bertepatan dengan pemilu. 


Terkait dengan politik, Munarman menyampaikan ijtimak digelar untuk memperjuangkan tata nilai. Ia membantah ijtimak hanya untuk kepentingan politik praktis memperebutkan kekuasaan.

"Kita para ulama sejak awal ingin memperjuangkan keadilan, memperjuangkan kesamaan. Jadi kepada yang lemah kita bantu, kepada yang sudah kuat artinya dia kami persilakan berusaha sendiri di bidang ekonomi, politik, dan hukum," ujarnya.

Selain keadilan, Munarman menegaskan ijtimak digelar untuk melawan diskriminasi, kecurangan, dan kezaliman. Oleh karena itu, ia menyampaikan keikutsertaan GNPF-Ulama dalam pemilu kemarin dengan mendukung Prabowo merupakan cara untuk mewujudkan hal-hal tersebut.

"Jadi bukan kepada soal blocking, tapi kepada perjuangan tata nilainya," ujar Munarman.

Munarman meminta semua pihak tidak menilai ijtimak yang digelar GNPF-Ulama bermuatan politis. Adapun alasan ulama yang memperjuangkan keadilan, kata dia, lantaran umat Islam yang menderita akibat ketidakadilan yang terjadi selama ini. 

"Jadi kami tidak ada urusan-urusan teknis, peristiwa-peristiwa," ujarnya.

GNPF Tarik Diri dari Barisan Pendukung Prabowo-Sandi
Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Muhammad Martak menyatakan bahwa pihaknya sudah tidak berada dalam barisan pendukung Prabowo Subianto. Sikap itu seirama dengan Pilpres 2019 yang telah usai digelar.

"(Pilpres 2019) Selesai, ya sudah," tutur Yusuf, sepeti dikutip CNNIndonesia.com, Sabtu (13/7/2019).

Diketahui, Yusuf merupakan salah satu orang yang kerap mendatangi kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta selama Pilpres 2019 berjalan. Dia pun termasuk orang yang mendampingi Prabowo saat mengklaim kemenangan Pilpres 2019 tak lama setelah pemungutan suara dilakukan pada 17 April lalu.

Ketua Umum GNPF-Ulama Yusuf Muhammad Martak

Selain itu, Ijtima Ulama yang mendukung Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 pun diinisiasi oleh Yusuf. Tidak ketinggalan, dalam Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Yusuf juga terdaftar sebagai anggota Dewan Pengarah.

Meski begitu, Yusuf mengklaim pihaknya tidak pernah berada dalam satu kongsi dengan Prabowo-Sandi. Dia mengatakan GNPF Ulama hanya berada dalam jalur perjuangan yang sama pada Pilpres 2019 lalu.

"Tidak pernah kongsi. Satu alur perjuangan, iya," kata Yusuf.

Diketahui, Joko Widodo dan Prabowo Subianto baru saja mengadakan pertemuan Stasiun MRT, Jakarta, Sabtu siang (13/7/2019). Mereka lalu menyantap makan siang bersama di bilangan Senayan, Jakarta.

Jokowi dan Prabowo sudah tidak tampak seperti rival. Mereka bersalaman, berpelukan, dan berbincang seraya diselingi gelak tawa.

Mengenai hal itu, Yusuf belum mau berkomentar banyak. GNPF Ulama juga menarik diri dari barisan pendukung Prabowo-Sandi bukan karena kecewa dengan sikap Prabowo yang mau berjumpa dengan Jokowi.

"Itu adalah hak dia. Kami belum menentukan sikap karena belum membahasnya. Santai-santai saja," kata Yusuf. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Lainnya