backgroud
logo

Bisnis

 

BLK PMI Gandeng BJB, Biayai Pekerja Migran ke Luar Negeri

BLK PMI Gandeng BJB, Biayai Pekerja Migran ke Luar Negeri

 
BLK PMI Gandeng BJB, Biayai Pekerja Migran ke Luar Negeri
BLK PMI menggelar rapat koordinasi stakeholders. BLK PMI menggandeng BJN untuk memberikan KUR.. (istimewa/disnakertrans jabar)
WJtoday
Jumat, 19 Juli 2019 | 16:10 WIB
WJtoday, Bandung -  Balai Latihan Kerja Pekerja Migran Indonesia (BLK PMI) Disnakertrans Jabar menggandeng Bank BJB untuk pembiayaan tenaka kerja ke luar negeri. 

Setelah dilatih dan dipastikan bekerja ke luar negeri, calon tenaga migran bisa mendapat bantuan pembiayaan dari Bank BJB, melalui program KUR (Kredit Usaha Rakyat) PMI. 

“Setelah dilatih dan siap bekerja ke luar negeri, para calon pekerja migran akan mendapatkan bantuan pembiayaan untuk keberangkatan,” kata Kepala BLK PMI Teguh Kasbudi seusai rapat koordinasi stakeholders di Bandung, Kamis (18/7/2019). 

Ia mengatakan, setiap tahunnya lebih dari 50.000 tenaga kerja migran dari Jawa Barat diberangkatkan ke luar negeri. Terakhir, katanya, BLK PMI memberangkatkan 55.763 pekerja migran ke berbagai negara, di antaranya Jepang, Korea, dan Singapura. 

Peserta pelatihan, katanya, wajib memiliki rekening BJB untuk kepentingan bantuan pembiayaan tersebut. Tak hanya itu, lanjut Teguh, setiap pembayaran honor ataupun yang lainnya dilakukan secara noncash melalui rekening bank milik Pemprov Jabar tersebut.

Sementara itu, Grup Head Remitance Bank BJB Shinta Mustika Rina kepada wartawan mengatakan, pihaknya siap menyalurkan KUR PMI, namun secara teknis masih menunggu surat edaran Menteri Koordinator Perekonomian. “Kemungkinan kita akan melayani KUR PMI ini dalam tiga bulan ke depan,” kata Shinta. 

Bank BJB kini sedang menyiapkan sistemnya, yang teritegrasi dengan data pekerja migran dan yang lainnya. Layanan pinjaman ini, katanya, diberikan sekali kepada pekerja migran dengan bunga 7 %. 

“Syaratnya yang bersangkutan harus memiliki job order. Sedangkan besaran platform-nya tergantung negara mana yang dituju,” kata Shinta. 

Dia mencontohkan, untuk bekerja di Jepang diperkirakan memberikan pinjaman antara Rp 30-40 juta. Dana ini akan dikembalikan melalui potong gaji,  bekerja sama Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3PMI). 

Program ini sendiri digagas oleh Kadisnakertrans Jabar M Ade Afriandi, melalui berbagai pertemuan dengan BJB. Layanan pinjaman ini dilatarbelakangi situasi kesulitan mayoritas calon pekerja migran Jabar yang tidak memiliki dana untuk proses persiapan administrasi melakukan migrasi. Inilah yg menyebabkan rendahnya animo masyarakat Jabar berangkat ke luar negeri utk bekerja.
Ade menambahkan, 
"Kami berupaya utk mengurangi hambatan2 migrasi, sambil membangun sistem perlindungan yang baik. Ini menjadi bagian dari hasil studi Disnakertrans Jabar ke Filipina beberapa waktu lalu," ujar Ade. ***

WJT / dms

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya