backgroud
logo

Buletin

 

Solihin GP: Ridwan Kamil itu Susah untuk Dihubungi

Solihin GP: Ridwan Kamil itu Susah untuk Dihubungi

 
Solihin GP: Ridwan Kamil itu Susah untuk Dihubungi
Solihin GP: Ridwan Kamil itu Susah untuk Dihubungi. (WJtoday/Yoga Enggar)
bambang mulyono
Sabtu, 20 Juli 2019 | 11:20 WIB
WJtoday, Bandung - Mantan Gubernur Jabar yang juga sekaligus tokoh sesepuh masyarakat Pasundan, Solihin GP, ikut angkat bicara terkait gaya komunikasi Gubernur Ridwan Kamil (RK) yang cenderung susah untuk dihubungi.

"Ridwan Kamil itu susah untuk dihubungi." kata Mang Ihin, demikian panggilan akrab Solihin GP, dalam video yang viral beredar di medos.

"Apalagi orang lain. Saya aja yang dukung dia (RK) dari awal sampai jadi, Alhamdulillah sekarang demikian susah untuk menghubunginya." keluhnya.

Mang Ihin juga mempertanyakan komunikasi RK dengan ajudannya. Dia pernah menghubungi ajudan RK untuk menyampaikan suatu hal tetapi tidak mendapat tanggapan.

"Hubungan Ridwan Kamil dengan ajudan saya tidak mengerti. Saya tidak mengerti caranya. Ajudannya menjamin 'ok, saya sampaikan'. Tapi saya tunggu dari pagi tidak juga ada komentar dari gubernur." paparnya.

Seperti diberitakan, salah satu unsur relawan pendukung Ridwan Kamil pada Pilgub Jawa Barat 2018, yakni Gurka (Gerakan untuk Ridwan Kamil), menarik dukungan untuk Gubernur Jawa Barat periode 2018-2032 karena sosok yang akrab disapa Kang Emil ini dinilainya sudah tidak sejalan, sulit untuk diajak komunikasi dan terlalu banyak pencitraan di media.

"Banyak program Kang Emil yang pencitraan dan di lapangan masih banyak yang tidak dirasakan masyarakat. Seperti ada benteng yang menghalangi. Ini berat buat relawan. Karena masyarakat terus menagih aspirasi," kata  Ketua Dewan Penasihat Gurka, Iwan Suhermawan, di Kota Bandung, Rabu (17/7/2019).

Selain menarik dukungan untuk Ridwan Kamil, pada kesempatan tersebut seluruh pengurus relawan Gurka di Jawa Barat juga resmi membubarkan Gurka.

Dia menuturkan Gurka Jabar mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan Ridwan Kamil ketika mantan wali kota Bandung itu resmi menjabat Gubernur Jawa Barat. 

Kondisi tersebut, kata Iwan, cukup menyulitkan bagi Relawan Gurka Jabar karena mereka terus ditagih warga terkait program-program pembangunan yang dijanjikan saat kampanye.


 Kalangan wakil rakyat di DPRD Jabar juga menyayangkan sikap Gubernur Jabar Ridwan Kamil jika benar memutus komunikasi dengan para relawan pendukungnya pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar 2018 lalu.

Sebab, bagaimana pun kedekatan antara pemimpin dengan masyarakat harus tetap terjaga sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam melayani masyarakat.

Menurut anggota DPRD Jabar Daddy Rohanadi, seorang pemimpin yang baik harus memiliki kedekatan dengan rakyatnya agar memahami setiap aspirasi yang diharapkan. 

"Sekarang kalau sama pendukungnya saja tidak ada komunikasi, bagaimana dengan warga lain yang dulu tidak mendukung," kata Daddy di Bandung, Kamis (18/7/2019).

Menurut Daddy, memang tidak semua masyarakat bisa ditemui dan berkomunikasi dengan pemimpin. Terlebih, seorang Gubernur Jabar memiliki wilayah yang luas dan jumlah penduduk yang sangat banyak. 

Namun, menurut dia, hal tersebut seharusnya disiasati dengan menyiapkan saluran-saluran yang bisa diciptakan. 

"Ada ajudan-ajudan yang bisa dipakai, ada dari OPD-OPD," tandas Daddy.

Karena itu, Daddy meminta Emil memperbaiki pola komunikasi dengan masyarakat baik relawan maupun warga biasa. "Harusnya ruang tetap dibuka," katanya.

Pernyataan Daddy tersebut terkait dengan mundurnya organisasi relawan Gerakan Untuk Ridwan Kamil (Gurka) yang disebabkan sulitnya berkomunikasi dengan Emil. Dengan sulit terjali komunikasi, Gurka kesulitan untuk menyampaikan aspirasi masyarakat secara langsung kepada Gubernur Jabar periode 2018-2023 tersebut. ***

pam / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya