backgroud
logo

Buletin

 

Berkas Kasus Korupsi BPJS RSUD Lembang Dilimpahkan ke Kejati Jabar

Berkas Kasus Korupsi BPJS RSUD Lembang Dilimpahkan ke Kejati Jabar

 
Berkas Kasus Korupsi BPJS RSUD Lembang Dilimpahkan ke Kejati Jabar
Dua tersangka kasus korupsi BPJS RSUD Lembang saat ekspose perkada di Polda Jabar,. (net)
WJtoday
Kamis, 8 Agustus 2019 | 16:35 WIB
WJtoday, Bandung - Penyidik Polda Jabar telah melimpahkan berkas dan tersangka kasus penyalahgunaan dana Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) RSUD Lembang, ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, Kamis (8/8/2019).

Kasipenkum Kejati Jabar Abdul Muis Ali membenarkan, bahwa pihaknya sudah menerima pelimpahan kasus tersebut dari Polda Jabar. "Perihal waktunya, belum diketahui," kata Abdul Muis Ali, Kamis (08/8/2019).

Sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Jabar mengungkap kasus korupsi dana klaim BPJS Kesehatan sebesar Rp7,7 miliar yang dilakukan mantan Kepala RSUD Lembang dr Onnie Habie dan Bendaharanya yakni Meta Susanti

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, kedua tersangka sebagai pengelola RSUD Lembang pada periode 2017 hingga 2018 telah mengklaim dana BPJS sebesar Rp11,4 miliar. Sementara yang disetorkan ke Kas Daerah Kabupaten Bandung Barat (KBB) hanya Rp3,7 miliar. Dengan demikian, kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp7,7 miliar.

"Sejak 2018 sudah dilakukan proses penyelidikan oleh Ditreskrimsus, dan pada Maret tahun 2019 terbitlah laporan polis, kemudian dimulainya proses penyidikan," kata Trunoyudo di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Selasa (6/8/2019).

Dalam penanganan kasus korupsi tersebut, polisi menyita 2 tanah dan bangunan di Provinsi Jambi dan beberapa barang mebel termasuk juga barang mewah milik tersangka. Keduanya telah ditahn di Ruang Tahanan Mapolda Jabar untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, kedua tersangka itu dijerat dengan pasal 2, pasal 3 dan pasal 8 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yaitu Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 dan 64 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara. ***

WJT / dms

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya