backgroud
logo

Fokus

 

Sindir Megawati, Demokrat: tak Ada yang Minta Jatah Menteri di Era SBY

Sindir Megawati, Demokrat: tak Ada yang Minta Jatah Menteri di Era SBY

 
Sindir Megawati, Demokrat: tak Ada yang Minta Jatah Menteri di Era SBY
Sindir Pidato Mega, Demokrat: tak Ada yang Minta Jatah Menteri di Era SBY. (tribun news)
WJtoday
Sabtu, 10 Agustus 2019 | 20:14 WIB
WJtoday, Jakarta - Partai Demokrat menyindir Megawati Soekarnoputri yang di dalam pidatonya di di Kongres ke-V PDI Perjuangan meminta jatah menteri terbanyak kepada Joko Widodo, presiden RI terpilih periode 2019-2014. 

Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Demokrat, Imelda Sari, membandingkan permintaan Megawati itu dengan dua periode ketika Soesilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden pada 2004-214. Imelda menyebut tak satupun koalisi pendukung SBY-Jusuf Kalla atau SBY-Boediono berani meminta jatah menteri secara terbuka.

"Pidato Bu Mega silahkan aja. Tapi (saat) Pak SBY (memerintah) tidak ada satu partai pun meminta-minta secara terbuka kepada presiden," kata Imelda saat berdiskusi di Gado-Gado Boplo, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8/2019). 

Imelda menyatakan penentuan menteri kabinet sepenuhnya hak prerogatif presiden dan hal itu yang berlaku saat SBY memerintah dulu. 

Dia juga menyatakan SBY tetap mengambil keputusan akhir soal penentuan menteri, meski saat itu dibentuk Sekretariat Gabungan (Setgab).

"Waktu 2009 ada Setgab, tapi tetap diserahkan kepada presiden terpilih. Dibahas tertutup, tapi terbuka saat Fit And Proper test," kata Imelda. 

"Dalam sepuluh tahun itu tidak ada partai koalisi minta langsung secara terbuka kepada seorang presiden terpilih. Bagi kami hak prerogatif biar jadi kewenangan presiden terpilih," katanya. 

Megawati sebelumnya secara terang-terangan meminta jatah menteri terbanyak untuk partainya kepada Jokowi. 

Permintaan itu disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan itu secara langsung di hadapan Jokowi saat berpidato. Megawati menolak jika Jokowi hanya memberikan jatah menteri sedikit.

"Ini di dalam kongres partai, Bapak Presiden. Saya meminta dengan hormat bahwa PDI Perjuangan akan masuk ke dalam kabinet dengan jumlah menteri yang harus terbanyak. sip," ujar Megawati sambil tersenyum dan mengacungkan kedua jempolnya, Kamis (8/8/2019).

Jokowi dalam pidatonya kemudian merespons pernyataan Megawati dan menjanjikan PDIP mendapatkan jatah terbanyak, meski enggan menyebutkan jumlah secara pasti.

"Tapi yang jelas PDI Perjuangan pasti yang terbanyak. Itu jaminannya saya," tegas Jokowi.


Tak Respons Pidato Mega, SBY Disebut Fokus Tulis Memoar Ani
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, disebut enggan berkomentar soal pidato Ketua Umum PDIP Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Kongres V PDIP di Bali. 

Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat, Imelda Sari menyebut SBY saat ini sedang fokus menemani ibundanya yang tengah dirawat di rumah sakit sejak dua hari lalu.  Apalagi, kata Imelda, SBY juga masih dalam suasana berkabung setelah istrinya Ani Yudhoyono meninggal dunia pada awal Juli lalu. 

"Bukan beliau menjauhkan diri, tapi memang karena kebetulan sejak dua hari lalu ibu beliau sakit, jadi beliau sedang fokus, karena kan beliau anak satu-satunya. Ibunya kebetulan sakit," kata Imelda di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8). 

SBY pun kata Imelda saat ini sedang menulis memoar Ani Yudhoyono yang rencananya akan diterbitkan tepat 100 hari meninggalnya Ani. 

"Bapak juga masih berkabung. Dengan keluarga kan kita belum 100 hari, dan bapak masih menulis memoar untuk ibu yang rencana akan kita luncurkan pada nanti saat 100 hari itu," kata Imelda. 

Imelda menegaskan Partai Demokrat tak pernah putus berkomunikasi dengan pihak manapun, baik dengan petinggi partai lain dan atau dengan Presiden Terpilih Joko Widodo. 

"Komunikasi terus dijalin dengan seluruh parpol juga dengan Presiden Terpilih setahu saya. Itu adalah komunikasi namun karena bapak juga masih dalam kondisi berduka saya kira komunikasi dibangun oleh pimpinan parpol," kata Imelda. 

"Saya kira Mas Agus (Harimurti Yudhoyono) juga membangun komunikasi," katanya 

Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri sempat bercerita masa-masa PDI Perjuangan menjadi oposisi di dua periode SBY memimpin sebagai presiden RI. Megawati menyebut pernah ada tawaran kursi menteri dari SBY kepada PDI Perjuangan.

"Waktu presidennya Pak SBY, saya bilang sama beliau, 'Pak, saya nggak masuk kabinet.' Eh ditawari 8 atau piro (berapa). Menteri loh," kata Megawati di Hotel Grand Inna Bali Beach, Bali, Kamis (8/8/2019). *** 

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya