backgroud
logo

Bisnis

 

Pemkot Bandung Bantu Percepat Pembersihan Kawasan PKL Cicadas

Pemkot Bandung Bantu Percepat Pembersihan Kawasan PKL Cicadas

 
Pemkot Bandung Bantu Percepat Pembersihan Kawasan PKL Cicadas
Pemkot Bandung Bantu Percepat Pembersihan Kawasan PKL Cicadas. (humas.bandung.go.id)
WJtoday
Selasa, 13 Agustus 2019 | 16:54 WIB
WJtoday, Bandung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung ikut membantu pembersihan kios Pedagang Kaki Lima (PKL) di Cicadas pada Senin (12/8/2019) malam. Langkah pemkot ini untuk mempercepat penataan Jalan Ahmad Yani agar para pedagang bisa segera kembali berjualan.

Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mempimpin langsung pembersihan tersebut.  “Kami dari pemerintah kota hanya memfasilitasi membersihkan area ini. Insyaallah tanggal 14 atau 15 Agustus, tenda yang disiapkan melalui dana CSR selesai. Setelah selesai akan langsung dipasang,” ungkap Plh. Wali Kota di tengah-tengah proses pembersihan di Jalan Ahmad Yani, Bandung, Senin (12/8/2019).

Ia menuturkan, pengadaan tenda sekaligus penataan kawasan Cicadas ini merupakan hasil kolaborasi Pemkot Bandung bersama Telkomsel melalui program Coorporate Social Responsibility (CSR). Nantinya lapak dagang dipercantik dengan ukuran yang disesuaikan dengan keberadaan lahan karena bukan diberikan tenda permanen.

Selain mengubah tampilan, penataan ini juga menjadi langkah awal untuk mengembalikan fungsi pedestrian di trotoar Cicadas. Secara bertahap Pemkot Bandung akan terus meningkatkan tampilan kawasan Cicadas agar tidak kumuh. Targetnya rampung pada September 2019.

“Pejalan kaki harus kita hargai dan hormati. Makanya kita juga akan kasih kursi, bunga dan jalan masuk akses orang yang mau datang sehingga nyaman dan mudah. Solusi jangka panjang itu relokasi. Tapi untuk reloksi perlu proses dan biaya. Tahapannya pun tidak sesederhana itu,” bebernya.

Guna mempercepat proses pembersihan, barang dari sisa hasil pembongkaran kios pun langsung diangkut menggunakan truk PD Kebersihan. Warga bersama petugas PD. Kebersihan dan aparatur kewilayahan bahu membahu mengangkut barang ke dalam bak truk.

Sementara itu, Direktur Teknik Operasional PD Kebersihan, Iwan Setiawan mengungkapkan, barang sisa pembongkaran tersebut akan dibawa ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sekelimus. Sesuai dengan program Kurangi Pisahkan Manfaatkan (Kang Pisman), sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti barang tersebut akan dipilah terlebih dahulu.

“Kita ini siapkan lima truk untuk pengangkutan. Kita bawa ke Sekelimus dulu untuk dilakukan pemilahan. Jadi kayu dan besinya bisa kita manfaatkan. Pastinya langsung kita angkut biar tidak mengganggu,” ujar Iwan.

Setelah semua barang sisa pembongkaran selesai diangkut, giliran petugas dari Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) turun tangan membersihkan trotoar. Untuk membuat trotoar cemerlang, Diskar PB menerjunkan dua unit mobil pancar


PKL Mulai Bongkar Lapaknya Sendiri
Para Pedagang Kaki Lima (PKL) Cicadas mulai membongkar lapaknya sendiri, Senin (12/8/2019) malam. Pembongkaran ini merupakan bagian dari penataan PKL di kawasan tersebut.

Pembongkaran kios PKL di sepanjang kalan Ahmad Yani ini dimulai dari ujung sebelah timur di dekat belokan Jalan Cikutra. Sebelumnya, para pedagang telah lebih dulu mengamankan barang dagangannya.

Salah seorang pedagang di Cicadas, Kokoy, sangat menyambut antusias pembongkaran ini. Bersama pedagang lainnya, ia ikut membongkar lapak-lapak PKL. Pria yang kesehariannya berjualan pakaian ini mengaku penataan di kawasan Cicadas sudah dinantikan oleh para pedagang.

"Karena ini sudah kesepakatan para pedagang dengan pemerintah kota. Kami menyambut baik, ini kan renovasi istilahnya," ucap Kokoy di sela-sela pembongkaran kios PKL Cicadas di Jalan Ahmad Yani, Bandung, Senin malam.

Kokoy yang sudah berjualan sejak 1998 silam ini paham bahwa penataan ini merupakan solusi jangka pendek Pemkot Bandung. Karena pada akhirnya para PKL harus mengikuti aturan jika terpaksa direlokasi.

Setidaknya, Kokoy  merasa tenang karena pendekatan persuasif Pemkot Bandung membuat para pedagang merasa terakomodir.

"Tadinya mau dipindahkan, barangkali lahannya belum tersedia. Sekarang direnov dulu biar rapih. Kalau pun dipindahkan, pedagang minta yang di sekitar Cibeunying kidul. Banyak pedagang, warga di sekitar sini juga," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban PKL Cicadas, Suherman ikut merasa lega lantaran rencana penataan kios akhirnya bisa terealisasi. Perbincangan intensif sejak akhir 2018 ini akhirnya membuahkan hasil.

"Proses ini sudah berjalan lama, karena dengan kedatangan awal Kang Yana (Yana Mulyana). Bagi kami adalah satu anugrah. Sekarang akhirnya bisa terlaksana makanya kami sambut baik," kata Suherman.

Dengan pengerjaan secara bertahap, Suherman menyatakan para pedagang akan menyesuaikan waktu dengan Pemkot Bandung untuk membongkar lapaknya. Sehingga kegiatan berjualan bisa tetap berlangsung.

"Pokoknya sejak 2002 itu setelah zaman Pak Aa Tarmana (Wali Kota Bandung 1998-2003) ini pakai tenda. Dan sampai sekarang baru ditangani lagi oleh Pemkot. Sekarang kami hanya mengikuti, kalau dari Pemkot siap, ya kami bongkar," jelasnya. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya