backgroud
logo

Buletin

 

Gubernur Ajak Anggota DPRD Terpilih Berkolaborasi Bangun Jawa Barat

Gubernur Ajak Anggota DPRD Terpilih Berkolaborasi Bangun Jawa Barat

 
Gubernur Ajak Anggota DPRD Terpilih Berkolaborasi Bangun Jawa Barat
Gubernur Ajak Anggota DPRD Terpilih Berkolaborasi Bangun Jawa Barat. (humas.jabarprov.go.id)
WJtoday
Rabu, 14 Agustus 2019 | 16:25 WIB
WJtoday, Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil mengajak 120 anggota DPRD Provinsi Jabar periode 2019-2024 terpilih untuk bersama-sama membangun Tanah Pasundan, diawali lewat dua pantun yang diucapkan dalam sambutan.

"Jalan-jalan naik Fiat dengan kekasih, Membeli mas kawin 24 karat,
Selamat untuk wakil rakyat terpilih,
Mari majukan bersama Jawa Barat,"

"Kalau sudah bertemu jodohnya,
jangan bingung segera ajak kawin
Walau berbeda-beda asal partainya,
Mari dukung Jabar juara lahir dan batin."

Itulah pantun dari Ridwan Kamil dalam acara Penyerahan Surat Keputusan Calon Terpilih Anggota DPRD Provinsi Jabar Periode 2019-2024 di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar, Kota Bandung, Rabu (14/8/2019).

"Jadi, bapak/ibu perhelatan kompetisi sudah lewat. Mari kita berjabatan tangan, mari kita fokus menyatukan kebersamaan membangun Jawa Barat," tambah Emil --sapaan akrab Ridwan Kamil.

Lebih lanjut, Emil mengatakan bahwa Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar ingin menjadikan provinsi sebagai daerah percontohan pembangunan yang berkelanjutan.

"Jadi, yang baik-baik, yang prestatif dari Pak Aher (Ahmad Heryawan) gubernur terdahulu, kami lanjutkan. Bahkan dalam penerimaan piala-piala (penghargaan) untuk Jawa Barat, saya selalu Insyaallah adil, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur terdahulu yang memang bekerja keras," kata Emil.

"Jawa Barat harus jadi contoh keberlanjutan, kesinambungan dari pembangunan," tegasnya.

Emil pun menyampaikan belasungkawa kepada 173 petugas penyelenggaran pemilu di Jabar yang meninggal dunia. Menurut Emil, hal itu menandakan mahalnya demokrasi di Indonesia.

"Saya pribadi mendukung kalau Pileg dan Pilpres kalau bisa jangan digabung (pelaksanaannya). Mudah-mudahan dan saya dengar wacananya sudah ke arah sana. Saya kira akan lebih menguntungkan khususnya dari kaca mata pileg," ucap Emil.

Menurut Ketua KPU Jabar Rifqi Alimubarok, pihaknya sudah menetapkan partai politik (parpol) yang memperoleh kursi di DPRD Jabar Periode 2019-2024 pada Selasa (13/8). Dari 16 parpol peserta pemilu di Jabar, ada 10 parpol yang memperoleh kursi.

"Sekarang ada penambahan (kursi di DPRD Jabar). Ada 120 kursi, dari (sebelumnya) 100 jadi 120," tutur Rifqi.

Adapun, parpol yang memperoleh kursi DPRD Jabar yakni Partai Gerindra (25 kursi), PKS (21), PDI Perjuangan (20), Partai Golkar (16), PKB (12), Partai Demokrat (11), PAN (7), Partai Nasdem (4), PPP (3), dan Partai Perindo (1).


"Dari 120 yang terpilih ada 45 orang petahana atau muka lama atau sekitar 37 persen anggota lama. Dan ada 75 anggota DPRD yang baru atau sekitar 63 persen anggota baru," ujar Rifqi.

"Jadi, sekarang mayoritas anggota DPRD Jawa Barat adalah wajah baru, dan sekitar 19 persen anggota DPRD Jabar adalah perempuan," tambahnya.

Rifqi pun berharap bersama para anggota DPRD Jabar Terpilih 2019-2024 bisa membangun demokrasi di Jawa Barat yang lebih baik.

"Selamat kepada calon terpilih untuk mengemban amanah dan menjalankan tugasnya untuk lima tahun yang akan datang," kata Rifqi.

"Saya berharap kita semua dapat membangun Pemilu Jawa Barat yang lebih baik lagi," tambahnya.

Untuk itu, Rifqi memastikan bahwa tahapan Pemilu di Jawa Barat berjalan dengan baik dan lancar. Tingkat akurasi data juga diharapkan bisa meningkat di masa yang akan datang.

"Akurasi data pemilih di Jawa Barat sudah meningkat. Kita (Provinsi Jawa Barat) tidak termasuk sepuluh provinsi yang data pemilunya kurang valid," ucap Rifqi.

Sementara terkait tingkat partisipasi Pemilu di Jawa Barat, kata Rifqi, ada di atas angka target nasional. Tingkat partisipasi baik Pilpres atau Pileg ada di angka 82 persen.

"Tingkat partisipasi kurang lebih 82 persen baik pilpres atau pileg dari target nasional 75 persen," ucap Rifqi.

"Jadi, sekitar 27 juta dari 33 juta yang terdata sebagai pemilih yang tidak hadir ke TPS sekitar 7 juta. Dari 33 juta yang hadir 27 juta sangat luar biasa itu, (jumlah penduduk) satu negara kalau di benua Afrika atau Amerika itu," lanjutnya.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jabar Wasikin Marzuki menilai, pelaksanaan Pemilu di Jawa Barat memiliki kekhasan tersendiri. Seperti dari data pemilih, Jabar sebagai provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak.

Pada Pemilu 2019, pemilih Jawa Barat dengan jumlah kurang lebih 33 juta orang telah memilih secara sekaligus presiden dan wakil presiden, 91 anggota DPR RI, 120 anggota DPRD provinsi, 1.285 anggota DPRD kab./kota, dan 4 anggota DPD RI. Jumlah peserta pemilu sebanyak 16 partai dan anggaran Pemilu secara nasional sekitar Rp24,8 triliun.

"Oleh karena itu, dalam proses mengawal Pemilu 2019 di Jawa Barat, kami melakukan beberapa hal dalam mengawal Pemilu yang berkualitas, berintegritas, dan demokratis," ujar Wasikin.

Seperti dalam fungsi pencegahan, Bawaslu menghadapi masalah pemilu yang serius, yakni Pemilu transaksional atau money politic dan unfair kontestasi yang. Untuk itu, Bawaslu melakukan upaya sinergi antar-berbagai pihak, baik dengan masyarakat dan peserta pemilu itu sendiri.

"Lalu dengan jajaran pemerintah kita bagaimana membangun netralitas Pemilu yang jujur, adil, dan fair," ungkap Wasikin.

Sementara terkait dengan validasi pemilih, Bawaslu mengaku bahwa pihaknya melakukan rapat pleno hingga tiga kali. Menurut Wasikin, ini menandakan ada keseriusan pihak Bawaslu dalam mematangkan data pemilih, sehinga diharapkan tidak ada lagi data ganda atau data yang tidak memenuhi syarat.

"Kami bersama KPU mengawal, memverifikasi, memvalidasi seluruh aspek data pemilih yang ada di Jawa Barat. Walaupun proses panjang, tapi bagian dari upaya untuk menghadirkan kualitas data pemilih yang akurat dan valid," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari mengapresiasi penyelenggaraan Pemilu di Jabar yang lancar, damai, dan kondusif.

"Kami mengapresiasi pelaksaan Pemilu yang lancar, damai, kondusif walapaun tidak sedikit sahabat kita penyelenggara Pemilu yang gugur dalam tugasnya," ucap Ineu.

Ineu pun mengaku bahawa pihaknya kini sedang mempersiapkan acara pelantikan anggota DPRD Jabar Terpilih 2019-2024. Rencananya acara pelantikan akan digelar 2 September 2019 di Gedung Merdeka Kota Bandung.

"Kami saat ini sedang tahapan persiapan dalam rangka pelantikan (anggota DPRD Jabar Terpilih 2019-2024). Insya Allah akan diselenggarakan di Gedung Merdeka Bandung," tutupnya. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya