backgroud
logo

Fokus

 

Fadli Zon Curiga Ikrar NKRI Wiranto Siasat untuk Amankan Kursi Menteri

Fadli Zon Curiga Ikrar NKRI Wiranto Siasat untuk Amankan Kursi Menteri

 
Fadli Zon Curiga Ikrar NKRI Wiranto Siasat untuk Amankan Kursi Menteri
Fadli Zon Curiga Ikrar NKRI Wiranto Siasat untuk Amankan Kursi Menteri. (CNNIndonesia)
WJtoday
Rabu, 14 Agustus 2019 | 17:18 WIB
WJtoday, Bandung - Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon mengkritik langkah Menteri Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto yang menggelar acara ikrar dan sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bagi sejumlah kelompok Islam, Selasa (13/8/2019) kemarin.

Dalam acara itu Keluarga Besar Harokah Islam, eks anggota Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) bersama mantan pengikut Negara Islam Indonesia (NII) berikrar setia kepada NKRI. 

Namun Fadli curiga bahwa acara tersebut sudah didesain oleh Wiranto sebagai proposal agar terpilih kembali menjabat sebagai menteri Jokowi di periode berikutnya. 

"Saya sebagai orang sejarah enggak melihat ada yang baru. Jangan-jangan ini jadi proposal [Wiranto] untuk jadi menteri lagi," kata Fadli di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Fadli mengklaim bahwa para anggota DI/TII, Harokah Islam dan NII sudah lama telah mengucapkan ikrar setia pada NKRI. Atas dasar itu Fadli memandang acara tersebut hanya 'diada-adakan' oleh Wiranto karena sama sekali tak ada yang baru dalam perjalanan sejarah Indonesia.

"Setahu saya sudah lama sumpah setia kepada NKRI. Kok ada yang baru lagi. Menurut saya enggak perlu lagi diada-adakan. Itu dari tahun 70-an sudah beres itu," kata dia.

Politikus Partai Gerindra ini menambahkan bahwa kelompok-kelompok tersebut sudah bukan ancaman lagi bagi kedaulatan NKRI saat ini.

Fadli menekankan kelompok-kelompok tersebut sekitar tahun 1960-an sudah mendapat pengampunan dari negara dan menjalani hidup normal dalam kehidupan bermasyarakat.

Anggota kelompok tersebut bahkan tak sedikit yang masuk jadi aparat pemerintahan seperti lurah dan camat. Langkah Wiranto kembali mengungkit kelompok tersebut dikhawatirkan Fadli hanya memicu perdebatan baru.

"Masa mereka harus cium bendera merah putih. Jadi itu inisiatif Pak Wiranto menurut saya enggak perlu," pungkasnya. 

Fadli Zon

Dipimpin Anak Kartosuwiryo, Eks DI/TII Ucap Sumpah Setia NKRI
Seperti diberitakan, Keluarga Besar Harokah Islam beserta eks anggota Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII) bersama mantan pengikut Negara Islam Indonesia (NII), menyampaikan ikrar dan sumpah setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Sumpah dibacakan oleh 14 orang di depan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto di Gedung Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (13/8/2019) kemarin.

Ikrar dan sumpah setia kepada Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika dipimpin oleh Sarjono Kartosuwiryo. Sarjono merupakan anak Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, pemimpin Darul Islam/Tentara Islam Indonesia. Sumpah Sarjono juga diikuti oleh ketiga belas eks Harokah Islam, eks DI/TII, dan eks Negara Islam Indonesia. 

"Kami berikrar, satu: Berpegang teguh kepada pancasila dan UUD 1945," kata Sarjono yang langsung diikuti oleh seluruh eks Harokah Islam, Eks NII, dan DI/TII.

"Dua, setia kepada negara kesatuan republik indonesia (NKRI) dengan semboyan bhineka tunggal ika," lanjut Sarjono

"Tiga Menjaga persatuan dalam masyarakat majemuk agar tercipta keharmonisan, toleransi, kerukunan dan perdamaian untuk mencapai tujuan nasional," kata dia. 

"Empat Menolak organisasi dan aktivitas yang bertentangan dengan pancasila," katanya. 

"Lima Meningkatkan kesadaran bela negara dengan mengajak komponen masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa," kata dia.

Ke-14 eks anggota DI/TII, Harokah Islam, dan NII tersebut yakni Sarjono Karyosuwiryo, Dadang Fathurrahman, Aceng Mi'rah Mujahidin, Yudi Muhammad Auliya, Yana Suryana, Deden Hasbullah, Ahmad Icang Rohiman, Mamat Rohimat, Dadang Darmawan, Eko Hery Sudibyo, Cepi Ardiyansyah, Nandang Syuhada, Deris Andrian, dan Ali Abdul Adhim. 

Usai mengucapkan janji setia dan ikrar kepada NKRI, Pancasila, dab UUD 1945 mereka pun melakukan aksi cium bendera merah putih. Rangkaian pembacaan sumpah setia NKRI turut diiringi oleh lagu Indonesia Raya. Usai itu, Wiranto pun langsung menandatangani surat ikrar para eks penentang NKRI ini. 

"Hari ini adalah hari yang telah kita tunggu-tunggu," kata Wiranto. 

Seperti diketahui, ketiga organisasi tersebut sebelumnya dinilai sebagai kelompok penentang keberadaan pancasila sebagai dasar negara. NII, misalnya, merupakan gerakan keislaman dengan tujuan mendirikan Negara Islam Indonesia. Pertama kali diproklamirkan dengan nama NKA-NII (Negara Karunia Allah Negara Islam Indonesia) pada 7 Agustus 1949. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya