backgroud
logo

OPINI

 

Proklamasi,Refleksi Soekarno Seorang Muslim Taat dan Nasionalis Sejati

Proklamasi,Refleksi Soekarno Seorang Muslim Taat dan Nasionalis Sejati

 
Proklamasi,Refleksi Soekarno Seorang Muslim Taat dan Nasionalis Sejati
Proklamasi, Refleksi Soekarno Seorang Muslim Taat dan Nasionalis Sejati. (istimewa)
WJtoday
Sabtu, 17 Agustus 2019 | 22:22 WIB
WJtoday, Bandung - Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 merupakan hasil dari perjuangan bersama seluruh rakyat Indonesia, termasuk masyarakat Jawa Barat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari bangsa Indonesia.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar, Ono Surono, menyampaikan dalam pidato Peringatan HUT RI ke-74 di Bandung bahwa momen Proklamasi Kemerdekan RI 74 taun yang lalu merupakan refleksi dari kepemimpinan Soekarno. 

"17 Agustus 1945 jatuh pada  hari  Jumat, hari khusus umat Islam. Bung Karno sebagai manusia unggul yang dilahirkan di republik  ini dengan keyakinan keagamaan beliau sebagai seorang muslim yang taat  memilih memerdekakan RI di hari jumat karena menurut keyakinan islam hari Jumat adalah hari yang suci, dan hari yang baik." ujar Ono di awal sambutannya.

Inilah yang membuat Soekarno sebagai muslim yang taat dan seorang nasionalis sejati yang cinta budaya bangsanya melebihi apapun. Perjuangan bersama tersebut merupakan bukti bahwa gotong royong merupakan budaya yang sudah menyatu dengan jiwa, pikiran, ucapan, dan tindakan dari bangsa Indonesia. 

"Bagi Jawa Barat, apa yang disebut sebagai gotong royong merupakan pelaksanaan dari pandangan hidup yang sejak masa pra Hindu telah hidup subur di Jawa Barat, yaitu Silih Wawangi atau Siliwangi." lanjutnya.

PDI Perjuangan sebagai partai pelopor yang identik dengan semangat gotong royong sangat sejalan dengan pandangan hidup masyarakat Sunda yang memiliki nilai silih asah – silih asih – silih asuh  

"Pancasila yang Bung Karno rumuskan tidak lepas dari proses interaksi beliau yang cukup lama semenjak kuliah di Bandung dan banyak berinteraksi dengan tokoh–tokoh pergerakan ditanah Pasundan, dan beliau ambil saripati luhur ajaran–ajaran dari para tokoh–tokoh di tanah pasundan khususnya .silih asah – silih asih - silih asuh sebagai konsep dan nilai kesundaan." tambah Ono.


Dewan Pimpinan Daerah PDI Perjuangan Jawa Barat memandang bahwa butir ajaran Silihwangi berupa Silih asah – asih - asuh merupakan nilai yang dapat menjadi dasar bagi upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagai tujuan dari kemerdekaan bangsa Indonesia. 

"Dengan ketiga butir tersebut, upaya dan proses mencerdaskan kehidupan bangsa akan menjadi sebuah proses yang terdiri dari banyak dimensi. Kecerdasan bangsa yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa Indonesia adalah kecerdasan yang menumbuhkan kesadaran dalam dimensi nasional, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan bahkan kemanusiaan." tegasnya. 

Ono juga mengutarakan, Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke 74 ini mempunyai slogan SDM Unggul Indonesia maju, mempunyai makna visi pemerintah dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia Indonesia dan merupakan strategi pembangunan bangsa Indonesia ke depan. 

"Hal ini tidak terlepas dari, Kecerdasan dan kesadaran nasional, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan kemanusiaan ini akan dapat menjawab berbagai tantangan bangsa ke depan seperti isu lingkungan hidup, pemerataan pembangunan dan kesejahteraan, sistem ketatanegaraan dan politik yang mapan, dan lain sebagainya. Kecerdasan dan kesadaran multi dimensi ini pun akan dapat menangkal munculnya isu dan gerakan yang berpotensi memecah belah persatuan bangsa." ujarnya. 

Dengan menyadari  arti penting ajaran Siliwangi sebagai dasar sekaligus capaian dari proses mencapai tujuan kemerdekaan bangsa serta slogan SDM Unggul Indonesia Maju  sebagai visi maupun strategi pembangunan bangsa Indonesia   maka DPD PDI Perjuangan Jawa Barat akan berusaha agar proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan di Jawa Barat dapat sesuai dengan ajaran tersebut. 

"Tentu saja, PDI Perjuangan di Jawa Barat tidak akan dapat berjalan sendiri. Gotong royong antara PDI Perjuangan dengan seluruh masyarakat Jawa barat dalam melaksanakan ajaran Siliwangi sebagai dasar dan capaian proses mencerdasakan dan menumbuhkan kesadaran bangsa merupakan syarat utama bagai tercapainya hal tersebut." pungkas Ono. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya