backgroud
logo

Fokus

 

MUI Minta Polisi Usut Penyebar Video Ceramah UAS soal Salib

MUI Minta Polisi Usut Penyebar Video Ceramah UAS soal Salib

 
MUI Minta Polisi Usut Penyebar Video Ceramah UAS soal Salib
MUI Minta Polisi Usut Penyebar Video Ceramah UAS soal Salib. (tribun news)
WJtoday
Selasa, 20 Agustus 2019 | 15:03 WIB
WJtoday, Bandung - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Zainut Tauhid Sa'adi meminta aparat kepolisian mengusut penyebar pertama video dakwah Ustaz Abdul Somad atau UAS tentang Salib dan patung. Video ceramah UAS tersebut beredar di jagat maya.

"MUI meminta kepada aparat kepolisian untuk mengusut pengunggah pertama video yang diduga mengandung konten SARA tersebut untuk mengetahui motif, maksud dan tujuan dari pelakunya," ujar Zainut dalam keterangan tertulisnya.

Zainut menyayangkan beredarnya video tersebut karena dapat berpotensi menimbulkan polemik yang dapat mengganggu harmoni kehidupan umat beragama di Indonesia.

Untuk itu, MUI mengimbau kepada semua pihak untuk dapat menahan diri, tidak terpancing dan terprovokasi pihak-pihak yang sengaja ingin menciptakan keresahan di masyarakat dengan cara mengadu domba antarumat beragama. 

"Semua pihak harus bersikap tenang, hati-hati dan dewasa dalam menyikapi masalah tersebut agar tidak menimbulkan kegaduhan dan membuat masalahnya menjadi semakin besar dan melebar kemana-mana," ujarnya.

Lebih jauh Zainut juga mengimbau kepada semua tokoh agama, khususnya umat Islam untuk bersikap arif dan bijaksana dalam menyampaikan pesan-pesan agama, menghindarkan diri dari ucapan yang bernada menghina, melecehkan dan merendahkan simbol-simbol agama lain.

Menurut Zainut penyampaian pesan-pesan agama yang melecehkan atau menghina agama lain, selain dapat melukai perasaan hati umat beragama, juga tidak dibenarkan baik menurut hukum maupun ajaran agama.

"MUI memahami masalah keyakinan terhadap ajaran agama adalah sesuatu yang bersifat sakral, suci dan sensitif bagi pemeluknya, sehingga hendaknya semua pihak menghormati dan menghargai keyakinan agama tersebut sebagai bentuk penghormatan dan toleransi dalam kehidupan beragama," kata Zainut.

Terhadap masalah yang menimpa UAS, lanjut dia, MUI menyarankan agar para pihak menempuh jalur musyawarah dengan mengedepankan semangat kekeluargaan dan persaudaraan. Jika jalur musyawarah tidak dapat dicapai kata mufakat, maka jalur hukum adalah pilihan yang paling terhormat.

"Untuk hal tersebut MUI meminta kepada semua pihak untuk tetap tenang dan menghormati proses hukum yang berlaku, sehingga suasana kehidupan dalam masyarakat tetap kondusif, rukun, aman, dan damai," ujar Zainut.


Polda Metro Selidiki Laporan terhadap Ustaz Abdul Somad
Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya menindaklanjuti laporan terhadap penceramah Ustaz Abdul Somad. Sebelumnya, Somad dilaporkan melakukan penistaan agama oleh kelompok yang menamakan diri Horas Bangso Batak (HBB), Senin (19/8). 

"Laporan sudah kita terima. Kita pelajari dulu, kita lakukan penyelidikan ya," kata Argo saat dikonfirmasi, seperti dikutip CNNIndonesia,  Selasa (20/9/2019). 

Argo menyebut dalam penyelidikan kasus tersebut penyidik bakal memanggil pihak pelapor maupun terlapor. Terkait waktu pemanggilam, lanjut Argo, menjadi kewenangan dari penyidik. 

"Tergantung penyelidik yang memutuskan," tuturnya. 

Sebelumnya, organisasi masyarakat Horas Bangso Batak melaporkan Ustaz Abdul Somad ke Polda Metro Jaya. Abdul Somad dilaporkan ke polisi terkait pernyataannya dalam sesi tanya jawab ceramah tentang salib yang viral di media sosial. 

Kuasa Hukum HBB Erwin Situmorang mengatakan laporan itu dibuat lantaran kliennya yakni Netty Farida Silalahi yang juga sebagai anggota HBB merasa dirugikan atas pernyataan tersebut. 

"Seperti kita ketahui ceramah beliau di Pekanbaru itu yang menyatakan bahwa salib itu di dalamnya ada iblis dan kafir, ada jin dan menyatakan juga di ambulans bahwa itu ada lambang kafir itu pernyataan yang tidak benar," tutur Erwin di Mapolda Metro Jaya, Senin.

Laporan itu diterima oleh pihak kepolisian dengan nomor laporan LP/5087/VIII/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 19 Agustus 2019. Dalam laporan itu, Netty sebagai pihak pelapor dan pihak terlapornya adalah Ustaz Abdul Somad. Abdul somad dilaporkan ke polisi dengan dugaan pelanggaran Pasal 156 KUHP. 

Namun diketahui, pelaporan terhadap Ustaz Abdul Somad juga dilakukan di Bareskrim Polri. Pada hari yang sama, Somad juga dilaporkan oleh Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dengan dugaan yang sama. 

GMKI menilai video dakwah Abdul Somad dianggap telah membuat gaduh masyarakat. "Kami Gerakan Mahasiswa Kristus Indonesia kedatangan kami ke Bareskrim dalam rangka untuk melaporkan video yang beredar terkait dengan statement Ustad Abdul Somad menyangkut dengan menyebut simbol agama tertentu," ujarnya di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (19/8.2019) kemarin. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya