backgroud
logo

Fokus

 

Rektor UIII: Ada Pihak yang Senang Jika Papua Lepas dari NKRI

Rektor UIII: Ada Pihak yang Senang Jika Papua Lepas dari NKRI

 
Rektor UIII: Ada Pihak yang Senang Jika Papua Lepas dari NKRI
Rektor UIII: Ada Pihak yang Senang Jika Papua Lepas dari NKRI. (tribun news)
WJtoday
Sabtu, 24 Agustus 2019 | 19:40 WIB
WJtoday, Bandung -  Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Komarudin Hidayat menyebut ada pihak-pihak yang merasa senang apabila melihat Papua dan Papua Barat terlepas dan memisahkan diri dari Indonesia.

Hal itu ia katakan untuk merespon menyusul terjadinya kerusuhan akibat pernyataan rasis yang terjadi di provinsi Papua dan Papua Barat belakangan ini.
 
"Ada pihak-pihak yang memang senang bila Papua lepas dari Indonesia," kata Komarudin di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Melihat hal itu, Komarudin meminta agar masyarakat Papua dan khususnya masyarakat Indonesia untuk tak terjebak pada iming-iming kemerdekaan tersebut. 

Ia menegaskan semua masyarakat Indonesia akan mengalami kerugian bila Papua terlepas dan memisahkan diri dari NKRI.

"Kalau kita ribut dan lepas, rugi semua. Semua bangsa ini akan repot semua bila ini terjadi. Mari kita bangun kembali dan kedepankan prinsip keadilan bagi semuanya," kata Komarudin.

Lebih lanjut, Komarudin menjelaskan bahwa orang-orang Papua saat ini tergolong dalam kategori Ras Melanesia. Ia menjelaskan bahwa ras Melanesia dalam ilmu Antropologi merupakan ras yang tertua di muka bumi ini.

Melihat genealogi itu, Komarudin menegaskan seharusnya tak pantas bila ada pihak melukai orang Papua dengan ujaran bernada rasialisme.

"Mereka itu justru ras lebih tua dan bagian dari nenek moyang kita," kata Komarudin.

Selain itu, Komarudin menyebut masyarakat Papua sendiri memiliki karakter yang dikenal jujur dan apa adanya. 

"Ekspresinya jujur, Anda akan mengenal apa yang ada di matanya, hatinya sama. Justru kekayaan kejujuran dan kelugasan itu langka," pungkasnya. 


DPR Segera Panggil Kapolri-Panglima Bahas Rusuh Papua
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bambang Soesatyo mengatakan pihaknya bakal memanggil Panglima TNI Hadi Marsekal Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian guna membahas soal kisruh yang tengah terjadi di tanah Papua.

Pria yang akrab disapa Bamsoet itu mengatakan keduanya bakal dipanggil untuk membahas soal penyelesaian masalah yang terjadi di sana.

"Pasti saya mendapat laporan bahwa Komisi III dan Komisi I akan meminta penjelasan baik dari Panglima TNI maupun Kapolri intinya adalah yang ingin diketahui DPR bagaimana ujung penyelesaian daripada apa yang kita lihat kemarin," kata Bamsoet di Jakarta, Sabtu (24/8/2019).

Pembahasan dengan pihak-pihak tersebut juga terkait dengan isu rasialisme yang menjadi hulu dari kekisruhan di Papua dan Papua Barat. 

Bamsoet mendorong agar perkara penghinaan dan rasialisme harus diusut tuntas. Pihaknya juga mendorong kepolisian untuk memproses hukum bila ditemukan pelanggaran dalam kasus ini.

"Iya harus diproses hukum semuanya jadi terutama soal penghinaan kalau ditemukan ada pelanggaran hukum dan pidana saya minta dan mendorong pihak kepolisian menyelesaikan tanpa pandang bulu. Jadi betul-betul penegakan hukum dilakukan secara fair," ujarnya.

Belakangan, kondisi di sejumlah kota di Papua dan Papua Barat memanas imbas dari insiden pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya pekan lalu. Sejumlah fasilitas publik di Manokwari, Sorong, hingga Fakfak dibakar.

Khusus di Manokwari, Papua Barat, sejumlah bangunan dibakar pada Senin (18/8). Sejumlah kendaraan juga dirusak. Masyarakat setempat menggelar aksi protes. Mereka meminta agar oknum yang melontarkan pernyataan rasialis kepada mahasiswa Papua di Surabaya diusut tuntas.

Suasana di Papua belum sepenuhnya kondusif. Termutakhir, aparat keamanan terlibat baku tembak dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Wamena, Papua. Insiden tersebut terjadi pada Jumat sekitar pukul 10.00 WIT. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya