backgroud
logo

Buletin

 

Aliran Irigasi Mandek, Ribuan Hektare Sawah di Karawang Kekeringan

Aliran Irigasi Mandek, Ribuan Hektare Sawah di Karawang Kekeringan

 
Aliran Irigasi Mandek, Ribuan Hektare Sawah di Karawang Kekeringan
Aliran Irigasi Mandek, Ribuan Hektare Sawah di Karawang Kekeringan. (pelita karawang)
WJtoday
Senin, 26 Agustus 2019 | 01:31 WIB
WJtoday, Bandung - Sebanyak 1.644 hektare sawah kekeringan akibat saluran irigasi tersier mengalami pendangkalan. Pasokan air dari irigasi mandek tidak bisa mengalir ke sawah-sawah penduduk akibat pendangkalan ini. 

Pemkab Karawang mengantisipasi kekeringan tersebut dengan memberikan bantuan pompa air.

"Kita sudah mendapatkan laporan petani di kawasan pesisir, utamanya mengalami kesulitan air akibat saluran irigasi mengalami pendangkalan hingga air susah masuk ke sawah. Sementara ini, kami memberikan bantuan pompa untuk mengatasinya dan untuk seterusnya kita upayakan agar saluran irigasi yang dangkal ini bisa dikeruk. Kita sudal minta Dinas PUPR untuk melakukan pengerukan secepatnya karena mengandalkan pompa tidak akan maksimal," tutur kepala Dinas Pertanian, Hanafi Chaniago, Minggu (25/8/2019).

Hanafi mengatakan, berdasarkan laporan sementara, akibat pendangkalan saluran irigasi ini merugikan petani di wilayah pesisir yang sangat mengandalkan pasokan air dari saluran irigasi. Sedikitnya, sudah tiga kecamatan di wilayah pesisir Pantai Karawang yang mengalami krisis air, yaitu Tirtajaya, Pakisjaya dan Cilamaya. 

"Sudah tiga kecamatan itu yang meminta bantuan pemerintah karena mereka mengalami kekurangan air. Untuk sementara, kita membantu dengan pompa air dan mulai melakukan pengerukan di saluran yang mengalami pendangkalan," katanya.

Menurut Hanafi, kondisi saluran irigasi di wilayah pesisir memang membutuhkan revitalisasi dari pemerintah pusat. Pihaknya berharap, pemerintah pusat segera melakukan revitalisasi agar setiap tahun saluran irigasi tidak mengalami pendangkalan. 

"Memang harus direvitalisasi agar tidak terjadi pedangkalan terus menerus. Walaupun sudah kita keruk, itu cuma sementara karena tak lama kemudian tetap saja mengalami pedangkalan," jelasnyya. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya