backgroud
logo

Inspirasi

 

Rektor Asing Pertama di Indonesia Pimpin Kampus Siber

Rektor Asing Pertama di Indonesia Pimpin Kampus Siber

 
Rektor Asing Pertama di Indonesia Pimpin Kampus Siber
Rektor Asing Pertama di Indonesia Pimpin Kampus Siber . (CNNIndonesia)
WJtoday
Selasa, 27 Agustus 2019 | 14:19 WIB
WJtoday, Bandung - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meresmikan perguruan tinggi (PT) swasta baru yang dipimpin rektor asing di Indonesia. Kampus tersebut, yakni Indonesia Cyber Education (ICE) Institute.

Nasir menandatangani prasasti Gedung ICE Institute dan menyerahkan surat izin prinsip kampus tersebut kepada Ketua Pengurus Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) Ramlan Siregar.

"Pertama kali rektor asing yang masuk di Indonesia yaitu di Universitas Siber Indonesia yang diselenggarakan Universitas Nasional Jakarta," kata Nasir usai pembukaan kegiatan ilmiah sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Ke-24 di Denpasar, Provinsi Bali, Selasa  (27/8/2019) dikutip dari Antara.

Nasir mengatakan ICE Institute menjadi univeristas di Indonesia yang berbasis dalam jaringan dengan dipimpin rektor asing. Nasir mengatakan, rektor asing yang memimpin ICE Institute ini punya sejumlah pengalaman di Korea Selatan dan Amerika Serikat.

"Rektor tadi punya pengalaman memimpin perguruan tinggi, satu pernah memimpin perguruan tinggi di Hankuk University di Korea Selatan dan pernah jadi dosen dan profesor di Amerika dan sekarang dia menjadi rektor di universitas cyber ini," ujarnya.

Dia mengatakan keberadaan rektor asing tersebut harus mampu menjadikan universitas tersebut berkualitas dan berdaya saing di tingkat global.

"Targetnya adalah meningkatkan APK (Angka Partisipasi Kasar), mutu harus jadi baik dan daya saing nanti di tingkat internasional," ujarnya.

Dia berharap mahasiswanya tidak hanya dari Indonesia tapi juga dari negara-negara lain.

"Ini ada permintaan mahasiswanya bisa dari Asia Tenggara, Asia Barat maupun di Afrika, mudah-mudahan jalan," tuturnya.

Dia juga berharap ada perguruan tinggi negeri lain di Indonesia yang segera dipimpin oleh rektor dari luar negeri. Saat ini Kemenristekdikti sedang memperbaiki peraturan-peraturan terkait yang dapat menghambat perekrutan rektor asing.

"Untuk perguruan tinggi negeri kami lagi perbaiki peraturan-peraturan pemerintah atau peraturan yang terkait lah ini perlu kita lakukan perbaikan lah nanti baru jalan di tahun 2020," tuturnya.

Dia berharap kampus-kampus lain tidak risau dengan rencana perekrutan rektor asing dan dapat berkolaborasi dengan tenaga asing untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

"Jangan risau tentang rektor asing, di dunia pendidikan manapun tidak bisa maju kalau tidak mau kolaborasi," ujarnya. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya