backgroud
logo

Ekspresi

 

Pelihara Kebudayaan Lokal, Ratusan Wanita Menari Ketuk Tilu di Bandung

Pelihara Kebudayaan Lokal, Ratusan Wanita Menari Ketuk Tilu di Bandung

 
Pelihara Kebudayaan Lokal, Ratusan Wanita Menari Ketuk Tilu di Bandung
Pelihara Kebudayaan Lokal, Ratusan Wanita Menari Ketuk Tilu di Gedung Sate. (antara)
WJtoday
Minggu, 1 September 2019 | 12:38 WIB
WJtoday, Bandung - Sekitar 700 perempuan lintas usia melakukan tarian Ketuk Tilu di halaman Gedung Sate, Kota Bandung. Melalui tarian itu, mereka memberi pesan kepada semua pihak agar kembali mencintai budaya Indonesia.

Seperti dilansir detik.com, Minggu (1/9/2019) sekitar pukul 08.00 WIB, ratusan perempuan nampak telah bersiap untuk mengikuti acara yang digagas oleh Indonesia.ID dan Rumpun Indonesia. Mereka begitu antusias dan penuh semangat.

Para penari lintas generasi ini juga terlihat begitu anggun dengan balutan kebaya lengkap dengan selendang sebagai aksesorisnya. Suasana terasa begitu menyentuh kala ratusan penari mulai menampilkan gerakan tarian Ketuk Tilu. 

Pendiri Rumpun Indonesia Marintan Sirait menyatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menggalang kembali rasa cinta terhadap Budaya Indonesia, salah satunya melalui gerak tari. Pasalnya, selama ini dia menilai generasi muda Indonesia kurang tertarik terhadap tari-tarian tradisional. 

"Kita coba untuk memelihara rasa cinta budaya dan menanamkan kembali kecintaan itu kepada generasi muda," katanya. 


Dia mengungkapkan, Tari Ketuk Tilu dipilih dalam acara ini karena ingin kembali mengenalkan salah satu tarian tradisional kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda. Bahkan, tarian ini disebut-sebut menjadi cikal bakal dari Tarian Jaipong. 

"Kami mencoba kembali mengangkat tarian ini agar tidak terlupakan masyarakat di Bandung maupun Jawa Barat," ucapnya. 

Di lokasi yang sama, Ketua Indonesia.ID Eva Simanjuntak menyatakan, kegiatan ini akan menjadi agenda nasional. Rencananya pada tanggal 27 Oktober mendatang pihaknya akan menggelar tarian tradisional serentak di sejumlah daerah seperti Medan, Makassar, Ambon, Aceh dan Papua.

"Kita juga akan buat di luar negeri seperti di Kota Auckland dan Washington DC," pungkasnya. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya