backgroud
logo

OPINI

 

Buku Perempuan dan Politik - Konsep-konsep Dasar

Feminism sebagai Sebuah Konsep Awal Studi tentang Perempuan & Politik

Feminism sebagai Sebuah Konsep Awal Studi tentang Perempuan & Politik

 
Feminism sebagai Sebuah Konsep Awal Studi tentang Perempuan & Politik
Feminism sebagai Sebuah Konsep Awal Studi tentang Perempuan & Politik. (WJtoday/Yoga Enggar)
bambang mulyono
Sabtu, 7 September 2019 | 12:48 WIB
WJtoday, Bandung - Demokrasi mengamanatkan adanya persamaan akses dan peran serta penuh bagi laki-laki maupun perempuan, atas dasar prinsip persamaan derajat, dalam semua wilayah dan tataran kehidupan publik, terutama dalam posisi-posisi pengambilan keputusan. 

Platform Aksi Beijing dan Konvensi tentang Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasiterhadap Perempuan (Convention on the Elimination of All Forms of Discrimination Against Women atau CEDAW) merekomendasikan agar semua pemerintah di dunia agar memberlakukan kuota sebagai langkah khusus yang bersifat sementara untuk meningkatkan jumlah perempuan di dalam jabatan-jabatan appointif (berdasarkan penunjukan/pengangkatan) maupun elektif (berdasarkan hasil pemilihan) pada tingkat pemerintahan lokal dan nasional.

Diskriminasi berdasarkan gender masih terjadi pada seluruh aspek kehidupan, dan semua sector  pembangunan di seluruh negeri. Ini adalah fakta yang tidak dapat dipungkiri, meskipun ada  kemajuan yang cukup pesat dalam kesetaraan gender dewasa ini. 

Sifat dan tingkat diskriminasi sangat bervariasi di berbagai negara atau wilayah. Tidak ada satu wilayah pun di negara berkembang dimana perempuan telah menikmati kesetaraan dalam hak-hak hukum, sosial dan ekonomi. Kesenjangan gender dalam kesempatan dan kendali atas  sumber daya, ekonomi, kekuasaan, dan partisipasi politik dan pengambilan keputusan terjadi di mana-mana. 

Perempuan baru pada tataran sebagai objek pembangunan belum menyasar sebagai pelaku pembangunan. Salah satu factor yang menyebabkan lingkaran ketidakadilan gender ini berada pada tataran kebijakan yang masih bias gender.

Beberapa waktu terakhir, isu kesetaraan gender telah menjadi hal menonjol dalam platform pembangunan, tidak saja di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional. Kitatentu memahami bahwa selama ini perempuan secara sosial terpinggirkan. 

Budaya partriarkis yang tidak ramah pada perempuan. Ada konstruksi sosial budaya yang menempatkan perempuan seolah-olah hanya boleh mengurus soal-soal domestik saja. Tak ada hak untuk merambah area public yang lain. Kenyataan ini menunjukkan bahwa keyakinan itu masih tertanamkuat. 

Persoalan perwakilan perempuan menjadi penting manakala kita sadar bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita melihat perempuan tidak secara proporsional terlibat dalam kehidupan di ranah publik. Hal ini sangat menyedihkan apabila dilihat dari komposisi penduduk antara laki-laki dan perempuan yang hampir berimbang. 

Representasi perempuan dalam bidang politik boleh dikatakan masih jauh dari apa yang kita harapkan. Pendidikan politik merupakan salah satu aktivitas yang bertujuan untuk membentuk dan menumbuhkan orientasi-orientasi politik pada setiap individu maupun kelompok. Proses pendidikan politik dilakukan agar masyarakat luas dapat menjadi warga negara  yang sadar dan menjunjung tinggi akan hak dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa, dan bernegara, serta memperhatikan keadilan dan kesetaraan gender.


Membedah buku "Perempuan dan Politik - Konsep-konsep Dasar" yang ditulis Mudiyati Rahmatunnisa Ph.D, memberikan pengantar bagi para peminat studi tentang perempuan dan politik. Fokus utama yang didiskusikan adalah konsep-konsep dasar yang penting dalam ranah aktivitas perempuan dalam politik. Diskusi tersebut memberikan pengetahuan awal bagi para pembaca dengan berbagai latar belakang disiplin ilmu.

Uraian konsep-konsep yang didiskusikan bersumber dari literatur kontemporer, baik buku maupun artikel jurnal. Diskusi berbagai konsep menggunakann sudut pandang liberal sebagai tradisi awal lahirnya berbagai pandangan tentang feminisme dimana pada intinya berpusat pada upaya mewujudkan kesetaraan antara perempuan dan laki-laki sebagai reaksi terhadap “malestream” politics. 

Perempuan dan Politik disusun menjadi beberapa bab, dengan masing-masing Bab membahas dan mendiskusikan satu konsep. Adapun konsep pertama yang dibahas adalah feminisme (feminism) sebagai sebuah konsep awal studi tentang perempuan dan politik. Pokok bahasan menyangkut beragam pemaknaan dan faham feminisme yang berkembang sampai saat ini.

Selanjutnya, konsep gender sebagai salah satu konsep mendasar dalam studi tentang perempuan dan politik. Pembahasan dalam bab ini menyangkut pemaknaan konsep gender, dan konsep terkait lainnya yakni seks, femininitas dan maskulinitas.Konsep gender dan pembangunan yang menjadi  bahasan penting lainnya dalam buku ini, karena menyangkut perkembangan pendekatan pembangunan yang menyangkut kehadiran dan keterlibatan perempuan dan laki-laki. Ada tiga pendekatan utama yang dibahas, yakni Women In Development (WID), Women and Development (WAD), dan Gender and Development (GAD).

Konsep penting lainnya adalah keterwakilan perempuan, sebagai salah satu prinsip penting dalam sistem demokrasi. Secara khusus, didiskusikan tentang pemaknaan, tipe-tipe keterwakilan politik perempuan, keterwakilan politik perempuan yang efektif dan beragam kondisi yang mempengaruhinya. Konsep Ini juga terkait erat dengan konsep pemberdayaan politik perempuan. 

Beragam pemaknaan dan strategi pemberdayaan akan menjadi fokus pembahasan. Selanjutnya, konsep kuota gender sebagai salah satu strategi utama dalam pemberdayaan politik perempuan.  Pemaknaan dan beragam tipe kuota gender menjadi bahasan utama buku ini. Selain itu juga prakteknya yang efektif dan beragam faktor yang dapat mempengaruhi pelaksanaannya juga menjadi sorotan utama dalam bagian ini.

Bagian Penutup secara singkat mengulas tentang pentingnya pengetahuan dasar tentang beragam konsep yang dibahas dalam buku ini dalam konteks pembahasan perempuan dan politik.

Meskipun tidak ada pembahasan terkait praktek dari konsep-konsep tersebut,  sebagai sebuah pengantar, Perempuan dan Politik  memang hanya dimaksudkan untuk dijadikan sebagai sarana membuka cakrawala literatur yang lebih luas lagi melalui penelusuran sumber-sumber lainnya dengan berbagai sudut pandang yang beragam.


Penulis:
Mudiyati Rahmatunnisa
Menyelesaikan sarjananya pada Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Padjadjaran. Kemudian melanjutkan pendidikan magister pada program Master of Arts in Public Policy di Murdoch University, Australia. Pendidikan doktoral diselesaikan di The University of Western Australia. Mudiyati juga telah menulis artikel diberbagai jurnal ilmiah,  baik nasional maupun internasional, terkait topik-topik seperti gender politik,  kepemiluan, cicil society,  otonomi daerah,  dan pemerintahan lokal. Mudiyati juga aktif sebagai narasumber diberbagai even yang diselenggarakan baik oleh instansi pemerintah maupun swasta.

 ***

pam / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya