backgroud
logo

Trensosial

 

Ini Penjelasan Mengapa Bangkai Kucing Jarang Ditemukan

Ini Penjelasan Mengapa Bangkai Kucing Jarang Ditemukan

 
Ini Penjelasan Mengapa Bangkai Kucing Jarang Ditemukan
Ini Penjelasan Mengapa Bangkai Kucing Jarang Ditemukan. (istimewa)
WJtoday
Minggu, 8 September 2019 | 14:14 WIB
WJtoday, Bandung - Kucing merupakan salah satu binatang yang banyak dipelihara orang di seluruh belahan dunia manapun. Umat Islam mengenal bahwa kucing adalah hewan peliharaan kesayangan Nabi Muhammad.

Selain dipelihara, tak sedikit pula hewan berbulu ini tidak memiliki tuan atau mereka hidup liar, dan jumlahnya tidak sedikit. Mereka ada di sekitar kita.

Tapi meski jumlah mereka banyak, kita jarang menemukan bangkai kucing yang mati secara alamiah, jika bukan karena tertabrak, terlindas kendaraan.Jika kita mengamati  secara seksama, kucing menghilang secara tiba-tiba jika sudah tua dan akan mati.

M. Tarmizi Murdianto mengungkapkan tujuh penjelasan mengapa bangkai kucing jarang kita temukan:

1. Kucing Tidak Menyukai Tempat yang Ramai
Meskipun terkadang kucing terlihat aktif dan rusuh, nyatanya kucing akan mencari tempat yang tenang dan sepi, agar dapat menggunakan indra mereka secara lebih efisien dan meminimalisir pengeluaran energi berlebihan. Hal inilah yang juga memicu insting kucing untuk menjauhi keramaian dalam keadaan sekarat dan kemudian mati.

2. Kucing dapat Mengetahui Kapan Dirinya Mati
Ternyata, kucing memiliki insting untuk mengetahui bahwa usianya di dunia tidak lama lagi. Oleh karena itu, dirinya sudah mengetahui akan mati, ia akan mencari tempat yang sepi dan jauh dari jangkauan manusia.

3. Kucing Tidak Ingin Diganggu Saat Sekarat
Saat sedang dalam kondisi sakit atau sekarat, kucing membutuhkan istirahat dan ketenangan ekstra untuk memulihkan dirinya. Dengan begitu, kucing akan menjauhkan dirinya dari segala gangguan untuk dapat menghemat energinya dan mampu bertahan hidup lebih lama.


4. Untuk Kucing Liar, Ia Akan Berusaha Menghindari Musuh
Kucing liar yang tidak memiliki majikan biasanya akan langsung mencari tempat untuk melindungi dirinya dari sergapan musuh, ketika sedang dalam keadaan lemah. Kucing akan bersembunyi agar terhindar dari serangan tidak terduga, yang sulit untuk dilawan dalam kondisi tidak berdaya.

5. Kucing Tidak Ingin Memberikan Kesedihan Bagi Majikannya
Seringkali, kucing akan bertingkah arogan dan seenaknya. Akan tetapi, ternyata hewan imut yang satu ini dapat mengerti akan bagaimana perasaan majikannya saat tahu bahwa dirinya meninggal. Oleh karena itu, kucing akan memilih pergi meninggalkanmu untuk menjaga agar kamu tidak bersedih.

6. Kucing Termasuk Makhluk yang Mandiri
Meski kerap bersikap manja, ternyata hakikat kucing ialah menjadi makhluk yang mandiri dan independen. Kucing biasanya akan memendam perasaan dan selalu punya rahasia yang hanya diketahui oleh dirinya saja. Kemandirian inilah yang membuat kucing akan menyelesaikan urusannya sendiri termasuk dalam proses menjelang ajal.

7. Kucing Tergolong Hewan yang Soliter
Kucing merupakan hewan yang tergolong sebagai hewan soliter, karena menyukai kesendirian. Ia pun tidak terlalu menyukai kondisi di mana harus berkelompok dengan kucing lain. Hal inilah yang membuat terkadang kucing dianggap hewan yang mandiri sekaligus penyendiri. ***

WJT / Wan

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Lainnya