backgroud
logo

Kabar DPRD Jabar

 

Legislator Nilai Setahun Emil-Uu Antiklimaks

Legislator Nilai Setahun Emil-Uu Antiklimaks

 
Legislator Nilai Setahun Emil-Uu Antiklimaks
Legislator Nilai Setahun Emil-Uu Antiklimaks. (WJtoday/Yoga Enggar)
WJtoday
Minggu, 8 September 2019 | 15:10 WIB
WJtoday, Bandung - Satu tahun pemerintahan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Wagub Uu Ruzhanul Ulum dinilai antiklimaks. Program-program yang dibanggakan keduanya sejak awal, implementasinya di lapangan dianggap tak maksimal.

Anggota DPRD Jabar Asep Wahyu Wijaya mengatakan mengkritisi eksekusi program-program pembangunan yang digulirkan selama satu tahun ini. Karena, nyatanya situasi di lapangan tidak menunjukan progres apapun.

Ia merujuk program revitalisasi alun-alun di sejumlah daerah, pembenahan Kalimalang, Bekasi hingga penataan Pangandaran.

"Pangandaran yang katanya mau dibikin kayak Hawaii baru fondasi, Kalimalang tidak jelas. Kalau tahu itu bukan kewenangan provinsi di awal kenapa sudah digadang-gadang di sosial media, pakai gambar segala," kata Asep kepada wartawan, Sabtu.


Selain itu, Emil-Uu juga dinilai tak bisa memaksimalkan anggaran yang ada. Padahal, anggaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengakselerasi program pembangunan yang dicanangkan.

"Dua kesempatan mengelola APBD 2018 dan APBD 2019 tidak dimanfaatkan untuk membuat akselerasi," ucap kader Demokrat ini.

Ia memahami dalam APBD 2018 Emil hanya memiliki porsi 30 persen memasukan visi misinya. Mengingat pembahasan anggaran tersebut sudah berjalan di era Ahmad Heryawan.

"Tapi kalau 2019 kan full (kewenangannya), kalau jadinya Bandros (bus wisata), Kolecer (perpustakaan) itu tidak sebanding sebagai sebuah icon produk unggulan," jelas dia.

Asep juga menyoroti polemik terkait isu pemindahan pusat pemerintahan yang dilontarkan Emil. Selain itu, persoalan komunikasi dengan legislatif yang perlu diperbaiki.

"Urusan komunikasi dan koordinasi harusnya 6 bulan pertama sudah tuntas agar selanjutnya kita bisa melakukan akselerasi program secara bersama dengan maksimal. Ini sudah 1 tahun, dia menutupnya dengan polemik (pemindahan pusat pemerintahan)," pungkas Asep. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya