backgroud
logo

OPINI

 

STRATEGI PENGEMBANGAN UNPAD

Sinergi Unpad: Keberagaman dan Kebersamaan Kelas Dunia

Sinergi Unpad: Keberagaman dan Kebersamaan Kelas Dunia

 
Sinergi Unpad: Keberagaman dan Kebersamaan Kelas Dunia
Sinergi Unpad: Keberagaman dan Kebersamaan Kelas Dunia. (wjtoday/yoga enggar)
WJtoday
Senin, 9 September 2019 | 17:08 WIB
“No one can whistle a symphony. It takes a whole orchestra to play it.”
HE Luccock

DUNIA sudah memasuki era globalisasi. Persaingan antar negara di berbagai sektor kemudian tidak bisa dielakkan. Bisa dikatakan tidak ada lagi status negara berkembang dan negara maju di persaingan internasional. Semua negara harus mempersiapkan diri menghadapi kerasnya persaingan dengan melahirkan inovasi di berbagai sektor, di mana aset non material seperti pengetahuan ataupun modal sosial menjadi aspek yang penting. 

Dengan demikian peran pengetahuan, inovasi dan teknologi menjadi sangat penting dalam pembangunan suatu wilayah (Lengyel, 2000).

Adapun faktor yang mempengaruhi tingkat daya saing digambarkan pada “The pyramid model of regional competiveness” berikut  ini:

 Gambar 1. The pyramid model of regional competitiveness (Lengyel, 2000).

Berdasarkan model tersebut, "Penelitian dan Pengembangan Teknologi" (Research and Technological Development) adalah salah satu faktor pengembangan paling penting dalam meningkatkan daya saing daerah, sesuai dengan struktur pembangunan ekonomi regional. Universitas memiliki peran penting dalam menjawab tantangan tersebut karena kegiatan pendidikan dan penelitian mereka diperluas dengan mendorong perkembangan ekonomi dan sosial (Etzkowitz, 2002; Wright et al. 2008; Wissema, 2009).

Saat ini, telah terjadi transisi dari Universitas generasi ketiga hingga generasi keempat (Wissema, 2009). Dalam fase ini, universitas ditantang untuk tidak hanya menciptakan profesional (universitas generasi pertama), profesional dan ilmuwan (universitas generasi kedua), ataupun profesional, ilmuwan dan pengusaha (universitas generasi ketiga), universitas juga dituntut untuk menghasilkan professional, ilmuwan serta pengusaha yang memiliki andil dalam meningkatkan kompetensi regional. 

Universitas generasi keempat harus proaktif mempengaruhi pembangunan ekonomi lokal di daerah yang kurang berkembang (Imreh-Tóth dan Lukovics, 2014), sehingga universitas generasi keempat ini menjadi ujung tombal pengembangan wilayah. 

Universitas Padjadjaran sudah mengejawantahkan tantangan tersebut. Lewat Visi Universitas Padjadjaran tahun 2020-2024 yaitu “Menjadi Universitas Riset dan Berdaya Saing Internasional,” Universitas Padjadjaran mempunyai tujuan besar untuk memperkuat daya saing bangsa Indonesia di level internasional namun tetap menjunjung tinggi nilai. 

Untuk mencapai visi besar tersebut, diperlukan beberapa misi :
1. Menyelenggarakan tridharma perguruan tinggi yang mampu memenuhi tuntutan masyarakat pengguna (stakeholders) jasa pendidikan tinggi; 

2. Menyelengarakan pendidikan tinggi yang berdaya saing internasional dan relevan dengan tuntutan pengguna (stakeholders) jasa pendidikan tinggi dalam memajukan perkembangan intelektual dan kesejahteraan masyarakat; 

3. Menyelenggarakan pengelolaan pendidikan tinggi yang profesional dan akuntabel untuk meningkatkan reputasi akademik perguruan tinggi; 
4. Membentuk insan akademik yang menjungjung tinggi keluhuran budaya lokal, dan budaya nasional dalam keragaman budaya dunia.
 
Penguatan tentu diperlukan untuk terus mempertahankan dan juga mempertajam visi Universitas Padjadjaran tersebut. Apalagi di era globalisasi seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, inovasi menjadi penting untuk terus bertahan. Inovasi juga harus diikuti dengan sinergi seluruh stakeholder dari Universitas Padjadjaran untuk mendukung visi dan menuntaskan misi lembaga yang luhur tersebut. 

Sinergitas segenap komponen di Universitas Padjadjaran akan menjadi sebuah pijakan yang kokoh untuk melahirkan ragam inovasi sebagai penguat daya saing bangsa. Oleh karena itu, diperlukan strategi khusus yang dapat diterapkan dalam pengembangan Universitas Padjadjaran yaitu melalui visi kepemimpinan Rektor Unpad ke depan: “Sinergi Unpad Sebagai World Class University”.

Sinergi sendiri adalah paduan dari tujuh misi yang akan menjadi program utama dalam pengembangan inovasi di Universitas Padjadjaran. Ketujuh misi tersebut adalah: 
1. Socio-technopreneurial University
Melalui segenap potensi yang dimiliki, segenap sivitas akademika Universitas Padjadjaran mengerahkan energinya untuk mewujudkan Univeritas Padjadjaran sebagai socio-technopreneur university dengan memanfaatkan inovasi teknologi serta mengembangkan riset berkualitas yang bertujuan untuk memecahkan masalah yang terjadi di masyarakat dan memiliki dampak sosial terutama untuk kesejahteraan masyarakat.

2. Inclusivity
Tata kelola manajemen Universitas Padjadjaran diarahkan untuk mengedepankan kebersamaan dan keterbukaan dengan mengembangkan komunikasi organisasi yang sehat serta secara intensif membangun reputasi positif lembaga di mata stakeholder. Nilai-nilai inklusifitas juga memiliki semangat untuk memajukan kesejahteraan segenap komponen lembaga dan mendorong kemajuan capaian setiap individu dalam lingkungan Universitas Padjadjaran. Misi ini selaras dengan prinsip utama dari SDGs yaitu No One Left Behind. 

3. Nationalism
Sivitas akademika Universitas Padjadjaran didorong untuk mengambil peran dalam upaya memecahkan persoalan bangsa. Peran ini lebih lanjut harus mampu memperkokoh dan memperkuat posisi Universitas Padjadjaran sebagai referensi solusi di tengah dinamika yang dihadapi bangsa.

4. Education
Sebagai sebuah lembaga pendidikan, Universitas Padjadjaran harus mampu memberikan jaminan terkait dengan penyelenggaran layanan pendidikan yang berkualitas dan menjangkau segenap lapisan masyarakat. Nilai ini dikembangkan melalui segenap upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia serta peningkatan kualitas riset dan inovasi, baik mahasiswa sebagai peserta didik dan Dosen sebagai penyelenggara layanan pendidikan. 

5. Respect
Semangat menghormati segenap komponen yang terlibat dalam membesarkan Universitas Padjadjaran baik di masa lampau, kini dan masa yang akan datang, diwujudkan dengan membangun budaya komunikasi organisasi yang dinamis dan komunikatif. Selain itu juga harus dikembangkan serangkaian upaya untuk memberikan apresiasi untuk setiap prestasi yang ditorehkan oleh segenap Sivitas akademika Universitas Padjadjaran.

6. Go Global
Setiap gerak langkah pengembangan Universitas Padjadjaran ke depan harus senantiasa didorong untuk memperkuat posisi lembaga di tengah percaturan tingkat dunia. Karya dan inovasi segenap sivitas akademika Universitas Padjadjaran harus mampu menjadi solusi bagi persoalan-persoalan tingkat internasional. Semangat ini diwujudkan melalui peningkatan kuantitas serta kualitas publikasi-publikasi karya ilmiah dan intensifitas kerjasama dengan lembaga-lembaga dunia.

7. Impactful
Setiap karya dan layanan sivitas akademika Universitas Padjadjaran, melalui riset, inovasi dan kerjasama harus dipastikan memberikan dampak yang signifikan sebagai upaya memberikan solusi dan manfaat bagi masalah yang dihadapi lembaga, masyarakat dan bangsa.

Guna mencapai dan mewujudkan visi dan misi mulia tersebut, Pimpinan Universitas Padjadjaran perlu memprakarsai dan membangun sinergitas dengan para stakeholder terkait. Mulai dari pelaku ekonomi, lembaga pemerintah dan masyarakat setempat untuk melahirkan inovasi dan kreasi. Hubungan dengan media (media relations) juga tidak boleh diabaikan sebab media adalah partner untuk menyampaikan inovasi tersebut kepada seluruh stakeholder (Carayannis dan Campbell, 2012; Carayannis dan Campbell, 2014).

Sinergitas Universitas Padjadjaran dengan para primary stakeholder tersebut dapat dijabarkan dalam sebuah konsep pentahelix collaboration. Universitas Padjadjaran memegang peran vital dan menjadi “Centre of Collaboration” dalam model ini. Kolaborasi ini diharapkan dapat meningkatkan lahirnya ide baru serta inovasi untuk meningkatkan daya saing bangsa sesuai dengan visi Universitas Padjadjaran.


Gambar 2. Pentahelix Collaboration

Perwujudan model di atas tentu membutuhkan sinerigtas yang harmonis dan konsisten dari seluruh pihak yang ada. Terjalinnya sebuah sinergitas membutuhkan proses untuk saling memahami satu sama lain. Salah satu inti dalam membangun sinergitas adalah adanya kesadaran dan pemahaman akan lingkungan dimana rumah kita berada (Universitas Padjadjaran) dan para penghuni lingkungan tersebut. Menurut Daryl Corner (2011), ada empat aspek yang menjadi dasar terwujudnya sinergitas yang baik dan efektif. 

Aspek pertama adalah interacting. Seluruh sivitas akademika di Universitas Padjadjaran diharapkan mampu menciptakan iklim komunikasi yang harmonis dan interaktif dengan seluruh stakeholder yang ada. Keberadaan kepemimpinan yang terbuka dan partisipatif menjadi pendorong bagi seluruh sivitas akademika dari berbagai rumpun keilmuan untuk bisa saling bertukar pendapat dan perspektif sehingga mampu melahirkan inovasi baru yang efektif dan solutif untuk masyarakat.

Appreciative Understanding adalah aspek berikutnya yang mempengaruhi kualitas hubungan antar stakeholder. Selain iklim komunikasi yang harmonis dan efektif, sinergitas bisa terwujud ketika para stakeholder memiliki pemahaman yang apresiatif. Perbedaan pendapat dijadikan modal untuk memperkaya perspektif, bukan sebagai modal untuk saling menyalahkan.

Tahap berikutnya adalah integrating. Integrasi adalah menggabungkan banyak perspektif dari berbagai bidang keilmuan yang ada di Universitas Padjadjaran. Bukan perkara mudah untuk mengintegrasikan berbagai sudut pandang dari berbagai bidang keilmuan.

Budaya organisasi yang dimiliki Universitas Padjadjaran harus dipahami dengan baik oleh seluruh sivitas akademika yang terlibat. Hal penting yang juga harus dimiliki untuk mewujudkan integrasi adalah kepemimpinan yang terbuka dan menjunjung tinggi nilai sinergitas dalam menjalankan setiap program pengembangan di Universitas Padjadjaran.

Setelah menyatukan ragam perspektif dari ragam keilmuan yang menghasilkan sebuah inovasi, maka fase berikutnya adalah implementing. Inovasi yang lahir dari proses sinergitas antar sivitas akademika Universitas Padjadjaran harus diimplementasikan agar masyarakat bisa merasakan secara langsung dampak positif dari inovasi tersebut. Dibutuhkan perencanaan yang baik, menetapkan tujuan, kedisiplinan dan pelaksanaan yang konsisten dan juga dinamis menerima perubahan.

Proses implementasi membutuhkan road map yang jelas agar pelaksanaan dari inovasi-inovasi tersebut memiliki pola dan terfokus pada tujuan. Menselaraskan dengan situasi yang ada dan juga tantangan yang akan dihadapi, berikut ini disampaikan gagasan untuk pengembangan tata kelola strategi ekosistem inovasi UNPAD  4.0 untuk World Class University berikut ini:


Salah satu program unggulan yang menjadi langkah awal untuk mewujudkan Unpad menjadi world class university adalah Unpad Smart. Gagasan Unpad Smart dicetuskan untuk mendorong Universitas Padjadjaran untuk menjadi world class university dengan mengadopsi perkembangan sistem pembelajaran yang mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikas dalam program Digital Learning. 

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi juga diadopsi Unpad Smart untuk memprakarsai Program Sundanese Culture Digitalization Development. Program ini untuk menyinergikan kebudayaan lokal Tanah Sunda dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Tujuannya agar kebudayaan Sunda tidak lekang oleh perkembangan teknologi yang begitu pesat.

Unpad Smart juga menjunjung tinggi environmental ethics dengan memprakarsai program Green Campus. Program ini ada untuk menyelaraskan program di Universitas Padjadjaran dengan prinsip Sustainable Development Goals yaitu menjaga keberlangsungan Sumber Daya Alam dan lingkungan hidup. 

Unpad Smart juga hadir untuk mengakomodir sivitas akademika Universitas Padjadjaran yang bergerak di bidang entrepreneurship lewat program Business Inovation Development. 

Program ini akan mendorong para penggiat wirausaha di lingkungan Universitas Padjadjaran untuk menciptakan bisnis yang tidak hanya mengejar profit dengan berbagai inovasi yang ada. Namun juga mengajak para pengusaha untuk menciptakan bisnis yang peduli terhadap people dan juga planet atau ekosistem alam.

Berbagai bentuk Inovasi di atas sangat dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing di era globalisasi. Universitas menjadi center of knowledge dari proses tersebut karena fungsi riset dan pengembangan seperti yang tercantum dalam Tridharma Perguruan Tinggi. Apalagi Universitas saat ini sudah mencapai Universitas Generasi Keempat di mana universitas diharuskan untuk memberikan sumbangsih nyata kepada pengembangan daya saing bangsa.

Inovasi membutuhkan Sinergitas. Universitas Padjadjaran dengan ragam perspektif keilmuan di dalamnya perlu disenergikan untuk menghasilkan sebuah inovasi yang dapat diimplementasikan. Sinergi akan menghasilkan energi yang positif untuk terus meningkatkan daya saing untuk mewujudkan visi Universitas Padjadjaran menjadi World Class University.

Sebagai penutup Hayu Urang Sinergi Membangun Unpad. Tiada sinergi tanpa keberagaman, pun tiada sinergi tanpa kebersamaan. Universitas Padjadjaran mengemban tugas mulia yang diamanatkan para pendiri bangsa, yaitu menjadi komponen terpenting dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Seiiring berjalannya waktu, misi suci ini berkembang menjadi sebuah kebutuhan untuk menyelaraskan kualitas pendidikan dengan upaya melahirkan inovasi-inovasi besar yang mampu menjawab kebutuhan dan permasalahan. Bukan hanya untuk bangsa ini, lebih dari itu Universitas Padjadjaran perlahan harus mengambil peran dalam kancah kebutuhan dunia internasional. ***



Penulis:
Dr Keri Lestari SSi MSi Apt
Calon Rektor Universitas Padjadjaran 2019-2024



WJT / dms

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya