backgroud
logo

Buletin

 

Taufik Hidayat Resmi Ditunjuk jadi Ketua DPRD Jabar

Taufik Hidayat Resmi Ditunjuk jadi Ketua DPRD Jabar

 
Taufik Hidayat Resmi Ditunjuk jadi Ketua DPRD Jabar
Ketua DPD Gerindra Jabar Taufik Hidayat resmi menjadi Ketua DPRD Jabar periode 2019-2024. (istimewa/humas pemprov jabar)
WJtoday
Selasa, 10 September 2019 | 13:32 WIB
WJtoday, Bandung - Kepastian siapa kader Gerindra yang akan menduduki kursi Ketua DPRD Jabar periode 2019-2024, akhirnya terjawab sudah.

Di tengah-tengah kontroversi, DPP Partai Gerindra tetap menunjuk Ketua DPD Partai Gerindra Jabar Taufik Hidayat sebagai Ketua DPRD Jabar. Secara resmi surat penunjukan purnawirawan TNI berpangkat Brigjen tersebut tertuang dalam SK No 08-0274/Kpts/DPP-GERINDRA/2019. 

Bahkan ternyata, SK penunjukkan Taufik yang ditandatangani Ketua Umum Partai Gerindra Prabawo Subianto tersebut dibuat sejak 23 Agustus 2019 atau sekitar sepekan sebelum 120 anggota DPRD Jabar periode 2019-2024 dilantik pada 2 September 2019 lalu di Gedung Merdeka, Kota Bandung. Pada acara pelantikan tersebut, Taufik pun dikukuhkan sebagai Ketua sementara DPRD Jabar bersama wakil sementara dari PKS, Tetep Abdullatif.

SK DPP Partai Gerindra yang menunjuk Ketua DPD Gerindra Jabar sebagai Ketua DPRD Jabar periode 2019-2024 yang ditandatangani Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada 23 Agustus 2019. (foto; istimewa wjtoday)

Sebelumnya, Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Jabar bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Buky Wibawa mengungkapkan, keputusan siapa yang bakal memimpin DPRD Jabar merupakan kewenangan penuh dari pihak DPP. Dan salah satu pertimbangan menunjuk Taufik Hidayat menjadi orang nomor satu di DPRD Jabar adalah soal kepercayaan dari DPP Partai Gerindra.

"Ketua DPD biasanya menjadi prioritas yang akan menjabat sebagai ketua DPRD. Terlepas dari hal itu, alasan kepercayaan dari DPP pun menjadi hal utama. Penggabungan penilaian subjektif dan objektif," kata Buky kepada WJtoday, 22 Agustus lalu.

Di samping itu, melihat rekam jejak sebagai mantan jenderal TNI, Taufik dipastikan berpengalaman, karena menjadi pimpinan harus memiliki kapasitas.

"Kriteria Gerindra pasti sama dengan parpol lainnya. Misalkan, mempertimbangkan posisi di partainya. Ke dua, pengalaman dan ke tiga pasti hasil keputusan bersama," ujarnya.

Mahasiswa Tolak Calon Ketua DPRD Jabar yang Terkait Kasus Hukum
Aksi unjuk rasa mahasiswa mewarnai pelantikan 120 Anggota DPRD Jabar di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Kota Bandung pada 2 September 2019. Salah satunya pada mahasiswa menolak calon ketua DPRD yang tersangkut kasus hukum. (foto: wjtoday/yoga enggar)

Mahasiswa Menolak
Penunjukkan Taufik sebagai Ketua DPRD Jabar yang sudah diprediksi sebelumnya tersebut pun mendapat reaksi penolakan dari kalangan mahasiswa. Beberapa kali para mahasiswa yang tergabung dalam sejumlah elemen melakukan unjuk rasa menolak calon Ketua DPRD Jabar yang terlibat kasus hukum. Puncaknya unjuk rasa mewarnai acara pelantikan DPRD Jabar di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Senin (2/9/2019) siang. 

Gelombang aksi ini di antaranya dilakukan oleh para mahasiswa yang tergabung dalam Forum Mahasiswa Nasionalis (FMN) dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI). 

Salah satu tuntutan yang disuarakan para mahasiswa yakni anggota Dewan, khususnya calon ketua DPRD Jabar periode 2019-2024 bebas dari kasus hukum, termasuk pihak keluarganya.

Dalam orasinya, Feri dari FMN, mengungkapkan, anggota Dewan jangan lagi ada yang terjerat kasus hukum. Feri pun menyoroti sosok calon ketua Dewan, Taufik Hidayat. 

Feri menyatakan, saat ini istrinya yang berinisial RM tesandung kasus hukum. Menurutnya, wakil rakyat termasuk keluarganya harus bebas dari kasus hukum. 

“Bagaimana bisa mengurus rakyat jika mengurus keluarganya sendir tidak bisa,” ujar Feri saat beorasi di atas mobil bak terbuka.

Bantah Istrinya Terlibat Kasus Hukum
Taufik sendiri membantah tuduhan bahwa istirnya terlibat dalam kasus hukum. Taufik bahkan balik menuding bahwa kasus yang disangkakan kepada istrinya itu hanyalah fitnah.

"Enggak ada kasus itu, itu pelintiran, itu fitnah," kata Taufik seusai acara pengambilan sumpah dan janji Anggota DPRD Jabar periode 2019-2024 di Gedung Merdeka, Senin (2/9/2019).

Taufik kembali menegaskan bahwa Indonesia merupakan negara hukum. Karena itu, menurut Taufik, jika benar istrinya bersalah, maka biar hukum yang menjawabnya. "Ini adalah hukum negara, kalau istri saya kena, ya hukum saja," tegas Taufik.

Sedangkan soal posisi ketua DPRD Jabar lima tahun ke depan, saat itu Taufik mengaku belum menerima perintah dari DPP Partai Gerindra. Sebagai "Tergantung pimpinan saja," ucapnya.

Hasil gambar untuk brigjen tni (purn) taufik hidayat ketua dpd gerindra jabar
Taufik Hidayat menerima bendera Partai Gerindra dari Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto saat dilantik menjadi Ketua DPD Partai Gerindra Jabar pada pada 19 September 2018 lalu.  (foto: net)

Mengenal Baik Jawa Barat
Langkah Taufik menuju Gedung DPRD Jabar sendiri berawal saat Prabowo menunjuknya sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Jabar di saat persiapan Prabowo dan Gerindra untuk mengikuti kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilu Legislatif (Pileg) 2019. 

Mantan Wakil Ketua Umum Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) ini dianggap kompeten oleh Prabowo untuk memimpin Gerindra Jabar, Mulyadi yang masuk ke jajaran pengurus DPP Gerindra.

Hasilnya pun cukup memuaskan. Pada Pilpres 2019 lalu, Gerindra berhasil mengamankan kemenangan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno di Jabar dengan raihan lebih dari 60 persen. Mantan Staf Khusus Panglima TNI ini pun sukses membawa Gerindra menjadi pemenang Pileg dengan merebut 25 kursi DPRD Jabar, mengusur pertahana PDI Perjuangan.

Pria kelahiran Cirebon 23 Juli 1959 tersebut terpilih menjadi legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar 11 meliputi Kabupaten Subang, Sumedang, dan Majalengka, dengan raihan lebih dari 46 ribu suara.

Sebagai seorang mantan jenderal, Taufik memiliki kemampuan yang tidak banyak dimiliki pimpinan partai lainya di Jabar. Modalnya untuk memimpin DPRD Jabar akan cukup kuat karena Taufik dibentuk oleh lingkungan militer yang disiplin dengan capaian dan target yang terukur.

Semasa aktif di ketentaraan, mantan Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Sulawesi Tenggara (Sultra) ini telah mengelilingi Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke. Namun kariernya di milier sebenarnya lebih banyak dihabiskan di Jabar, sehingga Taufik tidak akan memerlukan waktu lama untuk beradaptasi membaca situasi dan kondisi Provinsi Jabar.

"Saya orang Jawa Barat asli. Lahir di Cirebon, besar di Cikampek. Karier TNI saya juga banyak di Jabar, dosen juga di Sesko. Tanah di Jawa Barat mana yang belum saya datangi? Sudah semua," ungkap Taufik seusai dilantik menjadi Ketua DPD Partai Gerindra Jabar pada 19 September 2018 lalu. ***

WJT / dms

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya