backgroud
logo

Buletin

 

Satu Tahun Memimpin Jabar, Gaya Kepemimpian Emil Masih Sibuk Sorangan

Satu Tahun Memimpin Jabar, Gaya Kepemimpian Emil Masih Sibuk Sorangan

 
Satu Tahun Memimpin Jabar, Gaya Kepemimpian Emil Masih Sibuk Sorangan
Gubernur Jabar Ridwan Kamil. (istimewa/humas pemprov jabar)
WJtoday
Jumat, 13 September 2019 | 16:17 WIB
WJtoday, Bandung - Ketua Gerakan Pilihan Sunda Andri Perkasa Kantaprawira menilai satu tahun kepemimpinan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan wakilnya, Uu Ruzanul Ulum belum menunjukkan duet kepemimpinan yang sinergis.

Pasangan yang memenangi Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 tersebut belum bisa menggerakan birokrasi melalui kinerja dinas-dinas di Pemprov Jabar secara maksimal.

"Kami dari publik melihat, seperti saat menjadi wali Kota Bandung, gaya kepemimpinan Kang Emil tetap lebih sibuk sorangan. Kita melihat informasi publik kabar program pun lebih banyak di medsos (media sosial) yang kurang disokong oleh digital management dari dinas-dinas," ungkap Andri kepada wjtoday.  

Ketua Gerakan Pilihan Sunda Andri Perkasa Kantaprawira.

Menurut Andri, beberapa program yang gagal, misalnya karena hal teknis belum adanya Detail Engenering Design (DED) memunjukkan program Jabar Ngabret dari Kang Emil jadi kedodoran.

Program-program pembangunan di bidang pariwisata seperti yang dilakukan di Pangandaran sebenarnya merupakan hal yang perlu diapresiasi. Karena memang untuk pertumbuhan ekonomi di situasi sulit pengembangan sektor parawisata logis dilakukan.

Namun Andri berharap terjadinya sinergisitas komunikasi dan program antara Gubernur dengan pemerintah kabupaten/kota, dalam hal ini bupati/wali kota de Jawa Barat. 

"Sehingga dukungan terhadap apa yang dibutuhkan di daerah dapat didukung oleh provinsi. Sehingga ketimpangan dan kesenjangan antardaerah dan wilayah di Jabar dapat dipersempit," tandas Andri. 

Andri pun meminta Emil yang dilantik menjadi Gubernur Jabar pada 5 September 2018 lalu, jangan terlalu memaksakan mimpi-mimpi yang ada di benaknya untuk dipaksakan dilakukan di daerah. Seperti penataan taman di kabupaten/Kota yang sebagian ditolak karena kabarnya ada unsur "rente" dari pihak penyampai pesan.  

"Untuk menjadi pemimpin yang sukses di masa depan, Kang Emil prinsipnya ulah Ngabret sorangan bisi Kababayan," pungkas Andri. ***

WJT / dms

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya