backgroud
logo

Trensosial

 

Polisi Klarifikasi Viral Oknum Petugas Tendang Driver Ojol di Bogor

Polisi Klarifikasi Viral Oknum Petugas Tendang Driver Ojol di Bogor

 
Polisi Klarifikasi Viral Oknum Petugas Tendang Driver Ojol di Bogor
Polisi Klarifikasi Viral Video Petugas Tendang Driver Ojol di Bogor. (youtube)
WJtoday
Sabtu, 5 Oktober 2019 | 22:21 WIB
WJtoday, Bogor - Sebuah rekaman video yang memperlihatkan seorang petugas polisi memukul dan menendang seorang pengendara (driver) ojek online (ojol) viral di media sosial hari ini.

Dalam rekaman tersebut terlihat dua polisi menghampiri pengemudi ojol. Saat berhadapan, salah satu petugas terekam langsung menendang pengemudi ojol tersebut.

Pengemudi itu terlihat sedikit membungkuk, seperti orang yang meminta maaf. Namun polisi itu kembali memukul pengemudi ojol. Kali ini ke bagian kepala pengemudi yang mengenakan helm.

Kapolres Bogor Kota Kombes Hendri Fiuser menjelaskan duduk perkara berkenaan video viral itu. Dia mengatakan peristiwa itu terjadi hari ini, Sabtu (5/10/2019), sekitar pukul 11.00 WIB, di dekat Tugu Kujang, Bogor. 

Tindakan tidak pantas petugas polisi tersebut  dipicu oleh pengemudi ojol melanggar area steril yang akan dilewati Presiden Joko Widodo.

"Itu tidak seperti terlihat di video, ada prosesnya," kata Hendri seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Menurutnya, polisi tersebut tidak serta merta langsung menendang dan memukul pengemudi ojol. Disampaikan Hendri pengemudi ojol itu nekat masuk ke area steril meskipun telah diberhentikan oleh anggota polisi.

Hendri menyatakan tidak membenarkan aksi oknum polisi tersebut meskipun pengemudi ojek online memang melanggar aturan.

Ia mengatakan seharusnya oknum polisi tersebut memberikan peringatan keras dan menilang pengemudi ojol. Ia menduga polisi tersebut kesal karena tanggung jawab besar yang diemban untuk mengamankan area steril untuk VVIP.

"Tindakan anggota salah, tapi bentuk kekesalan anggota yang berlebihan dilampiaskan demikian, karena tanggung jawab anggota tersebut kalau terjadi hal-hal lain karena rangkaian VVIP sudah masuk, ini sangat berbahaya dan dilarang," jelasnya.

Ia mengatakan dalam kondisi selelah dan sekesal apapun, polisi seharusnya tetap mengayomi masyarakat. Meskipun masyarakat melanggar aturan, polisi harus tetap sabar dan memberikan penindakan yang bersifat mengayomi. 

"Tidak boleh seperti itu karena tugasnya mengayomi. Selelah apapun harusnya bisa memahami," tegasnya.

Lebih lanjut, Hendri mengatakan Polres Bogor Kota juga telah melakukan mediasi antara polisi dengan oknum yang bersangkutan. 

Dalam mediasi, Polres Bogor Kota melibatkan komunitas ojek online di Kota Bogor untuk menyelesaikan masalah agar tidak dibawa ke ranah hukum. Namun sanksi internal terhadap polisi yang memukul dan menendang pengemudi ohol akan tetap diberikan.

"Polisinya sudah minta maaf, ojolnya juga sudah minta maaf. Secara hukumnya dengan ojol sudah selesai tak ada permasalahan apa apa," terangnya. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya