backgroud
logo

Buletin

 

Ketua DPRD Jabar Lakukan Penamparan, Ini Kronologi versi Korban

Ketua DPRD Jabar Lakukan Penamparan, Ini Kronologi versi Korban

 
Ketua DPRD Jabar Lakukan Penamparan, Ini Kronologi versi Korban
Korban penamparan Bambang Nugraha saat Konperensi Pers. (Bambang/WJtoday)
WJtoday
Minggu, 6 Oktober 2019 | 02:25 WIB
WJtoday, Bandung - Insiden penamparan yang dilakukan Ketua DPRD Jabar Brigjen TNI (puen) Taufik Hidayat terhadap Kasubbag Perlengkapan dan Pemeliharaan Sekretariat DPRD Jabar Bambang Nugraha Bahariamsyah SAP, menyedot perhatian publik.

Selain karena Taufik merupakan pejabat publik yang baru saja dilantik. Spekulasi soal terjadinya peristiwa tersebut hingga Sabtu (6/10/2019) siang, masih terjadi. Karena pihak-pihak yang terkait langsung dalam insiden tersebut belum memberikan pernyataan.

Kejelasan kemudian terungkap setelah Bambang muncul di hadapan media, Sabtu (6/10/2019) sore, untuk menjelaskan peristiwa tersebut.

Menggenakan topi penutup kepala, awalnya Bambang terlihat sedikit ragu untuk menjelaskan. Namun,pancingan pertanyaan dari awak media sepertinya membuat Bambang tak berdaya.
 

Bambang menuturkan, insiden itu dialami olehnya bermula  pada Senin (30/9/2019) lalu seusai aksi demo mahasiswa di depan Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, yang berakhir ricuh. Saat itu, dia bertugas untuk memperbaiki pagar yang dirobohkan oleh massa aksi.

"Dari tanggal 30 (September) sampai 1 (Oktober) kami melakukan perbaikan pagar selama dua hari. Saya juga tidak pulang, ada di kantor mengawasi perbaikan pagar," ucap Bambang dalam jumpa pers yang digagas Sekretariat DPRD Jabar di sebuah kafe di Jalan Progo, Kota Bandung, Sabtu (6/10/2019) sore.

Menurut Bambang, saat itu ada perbaikan untuk 4 ruas pagar yang dirusak massa. Ketua DPRD meminta agar di bawah pagar tak dipasang trap atau tembok yang dapat diinjak oleh orang.

"Bagian depan dicor supaya enggak ada trap, supaya pedemo tidak naik ke pagar. Ada yang sudah dibereskan. Cuma bagian lain belum beres karena memang perlu waktu," tuturnya.

Pada malam itu, Taufik Hidayat pun datang melihat pekerjaan. Karena melihat ada bagian yang belum beres, Taufik meminta untuk membereskan secepatnya. Karena saat itu malam hari, Bambang tidak bisa menyediakan tambahan pekerja.

Akibatnya, Brigjen Taufik emosi dan melakukan penamparan ke arah Bambang sebanyak 2 kali. Bambang menilai insiden itu dikarenakan kondisi. Menurut dia, saat itu Taufik yang merupakan Ketua DPD Partai Gerindra Jabar ini kelelahan sehingga tersulut emosinya.

"Mungkin akibat kecapekan ya, bisa dibilang konsentrasi lelah, mungkin Pak Ketua spontan ya, akibatnya terjadi hal-hal di luar prediksi. Itu mah accident, spontan karena mungkin dengan kelelahan beliau, hal itu menjadi beban beliau untuk memperbaiki pagar secepatnya. Karena mungkin ada keterlambatan," papar Bambang.

"Darurat sebenarnya karena kekurangan personel. Pak Ketua menekankan harus tambah personel, waktu itu kan malam, jadi mungkin itu kemarahan Pak Ketua. Wajar, beliau ingin segera beres," kata Bambang . ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya