backgroud
logo

Fokus

 

Pemilihan Rektor Unpad 2019-2024

Menghindari Voting Agar Jagoan Menteri Tidak Kalah

Menghindari Voting Agar Jagoan Menteri Tidak Kalah

 
Menghindari Voting Agar Jagoan Menteri Tidak Kalah
Prof Rina saat ditetapkan sebagai rektor Unpad periode 2019-2024. (dok Humas Unpad)
WJtoday
Senin, 7 Oktober 2019 | 08:01 WIB
WJtoday, Bandung - Terpilihnya Prof.Rina Indiastuti SE MSie sebagai Rektor Unpad periode 2019-2024 secara aklamasi sudah bisa diprediksi sebelumnya oleh Forum Alumni Aktivis Unpad (FAAU).

Hal itu bisa dilihat dari posisi Rina yang ditunjuk dari awal sebagai Plt Rektor Unpad namun tidak diganti saat dirinya ikut mencalonkan diri sebagai calon rektor.

"Itu bias kepentingan,dimana pun Plt atau pun pejabat sementara harusnya diganti jika ikut pemilihan.Ibarat wasit ikut bermain," ungkap Kordinator FAAU Agung Herdiyanto, Senin (7/10/2019) saat dimintai komentarnya terkait terpilihnya Prof Rina sebagai Rektor Unpad dalam sidang pleno Majelis Wali Amanah (MWA) Unpad, Minggu (6/7/2019).

Jabatan Rina sebelumnya sebagai Sekretaris Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti, juga turut menjadi perhatian FAAU.

" Coba cek, kabarnya Prof Rina sudah mengundurkan diri sebagai Sesditjen, tapi kok tetep dipertahankan sebagai Plt.Rektor.Itu melanggar aturan," ungkap Agung

Dalam pandangan FAAU terpilihnya Rina secara aklamasi akan menimbulkan kekecewaan bagi kandidat lain dan pendukungnya.FAAU melihat aklamasi itu hanya kemasan saja agar kandidat yang dijagokan Menristekdikti tidak kalah jika dilakukan voting.

" Laporan dari kawan kawan alumni di lapangan proses aklamasi itu sudah dirancang jauh jauh hari. Sebetulnya para anggota majelis wali amanat (MWA) sudah punya pilihan yang lain. Namun tidak berani menyampaikan karena suara menteri hitungannya 35 persen," ungkap Agung.

"Catatan kami saat proses awal juga sudah terlihat misalnya hasil scoring yang katanya rahasia, tapi dibocorkan kepada media. Karena suara Prof Rina menempati rangking pertama.Ini untuk membangun opini," tutur Agung

Forum Alumni Aktivis Unpad tidak mempermasalahkan jika Rina yang menjadi pilihan namun yang disayangkan adalah proses pemilihannya yang terkesan sudah didesain dari awal untuk memenangkan Rina.

" Prof.Rina figur yang bersih,kompeten dan juga punya visi. Yang kita sayangkan prosesnya dan orang-orang di belakang Prof Rina yang mendesain ini," jelas Agung

MWABantah Prof.Rina Titipan Menteri
Pihak MWA Unpad sendiri seperti yang disampaikan ketuanya, Rudiantara menolak jika dikatakan proses aklamasi pemilihan rektor Unpad tahun ini untuk menghindari 'titipan' Menristekdikti kalah dalam voting.Menurut Rudiantara, Rina dipilih secara aklamasi oleh 15 anggota MWA yang memiliki hak pilih.

Meski tak hadir dalam sidang pleno, Rudiantara sempat berkomunikasi dengan Menristekdikti Mohamad Nasir. "Pak menteri menyampaikan, saya melalui Dirjen yang hadir, akan mengikuti kemauan teman-teman Unpad, MWA. Dan tidak akan menggunakan 35 persen voting share," kata Rudiantara.

Ia mengatakan, MWA telah menyiapkan kartu pemilihan untuk pemungutan suara. Akan tetapi, kartu itu tidak digunakan karena tidak dilakukan pemungutan suara. Semua Anggota MWA yang memiliki hak suara, yaitu 15 orang, sepakat memilih Rina Indiastuti.

"Semua anggota MWA tidak ada nama lain. Diskusi (calon) ini kelebihannya apa kekurangannya apa. Nanti ajak yang lain bergabung, yang dipilih berjanji akan mengajak yang tidak dipilih. Kan programnya bagus-bagus juga," tuturnya.

Ia mengatakan, sampai akhir tahun ini, MWA akan membantu Rektor untuk membantu menyiapkan program strategis.

Tidak ada Nama Titipan
Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti Ismunandar juga mengatakan, tidak ada nama yang diperintahkan untuk dimenangkan dalam pemilihan ini. Terpilihnya Rina juga tak ada kaitannya dengan kedekatan Kemenristekdikti dengan Rina.

Prof Rina merupakan Plt Rektor Unpad yang ditugaskan oleh Menristekdikti Mohamad Nasir, saat proses pemilihan sebelumnya gagal menghasilkan rektor baru. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad itu sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti.

"Enggak (ada titipan). Kita ikut apa yang diinginkan dan sesuai kebutuhan Unpad. Ada dari mahasiswa, unsur masyarakat, semua sepakat," kata Ismunandar. ***

WJT / dms

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya