backgroud
logo

Fokus

 

Bupati Lampung Utara Tambah Panjang Daftar Kepala Daerah Kena OTT KPK

Bupati Lampung Utara Tambah Panjang Daftar Kepala Daerah Kena OTT KPK

 
Bupati Lampung Utara Tambah Panjang Daftar Kepala Daerah Kena OTT KPK
Bupati Lampung Utara Tambah Panjang Daftar Kepala Daerah Terjaring OTT KPK. (detik.com)
WJtoday
Senin, 7 Oktober 2019 | 10:32 WIB
WJtoday, Bandung - Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara menambah panjang daftar kepala daerah yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK menangkap Agung Ilmu Mangkunegara dan tiga orang lainnya terkait dugaan suap proyek di Dinas Pekerjaan Umum atau Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) di Lampung Utara pada Minggu malam (6/10/2019).

Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif mengatakan bahwa tim penindakan KPK mengamankan empat orang  di Lampung Utara, Minggu malam. Mereka di antaranya Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara, dua kepala dinas, dan satu orang perantara.

Ada beberapa lokasi yang sudah disegel KPK terkait dugaan suap proyek di Dinas PU atau Koperindag di Kabupaten Lampung Utara tersebut.

"Barang bukti uang sedang dihitung jumlahnya. Diduga terkait proyek di Dinas PU atau Koperindag di Kabupaten Lampung Utara," ujar Laode.

Mereka akan dibawa ke Jakarta pada Senin (7/10/2019). Pemeriksaan lebih lanjut akan dilakukan. KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status para pihak yang terjaring. Apakah naik ke penyidikan menjadi tersangka, atau sebatas saksi.

"Sebagaimana hukum acara yang berlaku, maka KPK akan memproses lebih lanjut pihak-pihak yang diamankan tersebut. Dalam waktu paling lama 24 jam akan ditentukan status hukum perkara dan orang-orang yang diamankan," ujarnya.

Informasi yang diperoleh dari KPK pagi ini, jumlah orang yang terjaring OTT tersebut adalah 7 orang. Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan data tersebut merupakan perkembangan lanjutan dari semula hanya mengamankan empat orang.

"Sampai pagi ini, total yang diamankan tim KPK berjumlah 7 orang. Ada tambahan pejabat Pemerintah Kabupaten setingkat kepala seksi dan swasta," kata Febri melalui pesan tertulis, Senin (7/10/2019).

Febri menyatakan bahwa tujuh orang yang diamankan tersebut sedang dalam perjalanan menuju Gedung Merah Putih KPK, Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

"Tadi telah sampai di pelabuhan. Berikutnya dilakukan perjalanan menyeberangi selat sunda dan dibawa ke kantor KPK di Jakarta untuk proses lebih lanjut," kata dia.

Sementara, kata Febri uang yang disita Tim Penindakan KPK dalam operasi senyap itu sejumlah Rp600 juta.

KPK, kata Febri, menduga uang itu terkait proyek di Dinas Pekerjaan Umum atau Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) di Kabupaten Lampung Utara.


Langsung Mengundurkan Diri dari Nasdem
Agung Ilmu Mangkunegara juga telah resmi mengajukan pengunduran  diri dari DPP Partai NasDem usai ditangkap Tim Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Minggu (6/10) malam. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Ketua DPP Partai NasDem Taufik Basari.

"DPP Partai NasDem telah menerima permintaan pengunduran diri Agung Ilmu Mangkunegara, Bupati Lampung Utara, dari seluruh jabatan dan posisi di partai," kata Taufik melalui siaran pers, Senin (7/10/2019).

Taufik menjelaskan pengunduran diri tersebut disampaikan oleh pihak keluarganya ke DPP Partai NasDem. Agung beralasan pengunduran diri dibuat agar dapat fokus menjalani proses hukum.

"Pernyataan pengunduran diri tersebut disampaikan oleh keluarganya mewakili Agung Ilmu Mangkunegara mengingat yang bersangkutan belum dapat berhubungan dengan pihak luar," ujar Taufik.

Dia menegaskan, Partai NasDem tidak memiliki toleransi terkait kader yang terjerat korupsi. Menurut dia hanya ada dua pilihan menyikapi hal tersebut, yaitu diberhentikan atau mengundurkan diri.

Taufik menambahkan pihaknya mendukung segala proses hukum yang sedang dan akan dijalani oleh Agung. 

"Partai NasDem menghormati proses hukum yang berjalan dan berharap prinsip fair trial tetap terjamin dalam proses yang tengah berlangsung," ujarnya.

"Partai NasDem juga mendukung berbagai langkah dan upaya dalam pemberantasan kasus korupsi, bahkan pencegahannya," imbuhnya.. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya